Ketika saya mulai mengerjakan Perjalanan Menuju Sukses ini, saya meluangkan waktu untuk berbicara dengan kurang lebih selusin teman, anggota keluarga, dan teman kerja untuk menanyakan pendapat mereka mengenai bepergian. Salah satu pertanyaan yang saya ajukan adalah ke mana mereka mau pergi jika mereka boleh pergi ke manapun di dunia ini. Jawaban yang saya terima sangat bervariasi.
Jayne Hansen ingin kembali ke Heidelberg, Jerman. Dia telah menghabiskan tiga tahun di berbagai tempat di Jerman dengan suaminya, Brad, dan yang paling ia sukai adalah orang-orangnya, pemandangan yang indah, dan makanan di Heidelberg. Semuanya menjadi kenangan indah baginya.
Miriam Phillips berkata ingin pergi ke Australia untuk menjelajahi rimbanya dan melihat binatangnya yang aneh, terutama koala. Miriam berpendapat perjalanan itu sebagai petualangan. Tom Dunnam juga ingin pergi ke Australia, tetapi yang paling ia dambakan adalah mengunjungi Sydney Opera House untuk menonton pertunjukan di situ. Tom seorang penyanyi yang handal, jadi pilihannya itu sesuatu yang normal baginya.
Charlie Wetzel mengatakan ingin pergi ke Inggris untuk melihat tempat-tempat bersejarah dan yang disebutkan dalam literatur yang ia pelajari di sekolah: Tower of London, Fleet Street, tempat pertempuran Hasting terjadi, dan Lake Country. Melihat semua itu dengan mata kepala sendiri akan menghidupkan beberapa cerita yang suka ia baca.
Patty Knoll ingin pergi ke Afrika lagi sebagai seorang missionaries. Sebagai seorang wanita muda, dia menghabiskan dua setengah bulan yang paling berarti selama hidupnya di Ivory Coast dan bekerja dengan orang-orang di sana. Dia segera jatuh hati pada mereka dan rindu untuk kembali ke sana.
Saya suka berbincang-bincang dengan mereka mengenai kerinduan untuk bepergian. Mata mereka berbinar-binar dan ucapan mereka menjadi lebih cepat dari biasanya saat mereka membayangkan tempat-tempat yang akan dikunjungi dan aktivitas yang akan dilakukan. Saya juga mengajukan satu pertanyaan lain: Mengapa mereka belum pergi. Ada yang mengatakan mereka tidak mau pergi sendirian dan menunggu sampai ada temannya. Banyak yang mengatakan tidak punya uang. Yang lainnya mengatakan tidak punya waktu.
Menurut pengalaman saya, seringkali kita menghabiskan waktu dan uang untuk hal-hal yang paling penting bagi kita. Semua orang yang memutuskan untuk pergi bukanlah orang yang kelebihan uang atau waktu. Mereka bias pergi karena mereka telah merencanakannya dan mereka mau membayar berapa pun harga yang diperlukan untuk pergi.
Sekarang, saya mau bertanya kepada Anda. Jika Anda bias pergi ke mana pun di dunia ini, Anda mau ke mana? Bukan sebagai liburan belaka, melainkan di dalam hidup Anda. Jawaban Anda atas pertanyaan itu sangat menentukan apakah Anda sukses atau tidak. Kita semua berada dalam satu perjalanan, apakah kita menyadarinya atau tidak. Kita pergi menuju ujung hidup kita. Jadi, pertanyaan yang sesungguhnya adalah apakah kita memilih satu tempat tujuan dan mengemudikan hidup kita ke arah tersebut, atau kita membiarkan diri kita disapu oleh arus, serta mengizinkan orang lain menentukan ke mana kita pergi. Pilihannya terserah kita!
Sumber: Perjalanan Menuju Sukses, Author: John C. Maxwell