Selama bertahun-tahun, saya telah banyak belajar tentang visi dan apa artinya mempunyai impian karena itu bagian yang penting dari kepemimpinan. Saya perhatikan ada perbedaan besar antara orang yang bermimpi dan orang yang membuat mimpinya menjadi kenyataan.
Nolan Bushnell, pendiri Atari, berkata, setiap orang mendapatkan ide ketika sedang mandi. Tetapi, yang sukses setelah mandi, mengeringkan badan mereka, dan melakukan sesuatu dengan ide itu. Inilah tingkat-tingkat dalam mengembangkan mimpi yang sukses berdasarkan pada pengalaman dan penelitian pribadi saya.
Saya Memikirkannya
Seluruh proses dimulai dengan benih ide sebuah visi yang tumbuh dari keinginan hati. Banyak orang menemukan impian mereka dalam waktu sekejap setelah bekerja di satu tempat selama bertahun-tahun. Ada yang menerimanya ketika sedang berdoa. Ada yang dimotivasi oleh satu kejadian yang terjadi di masa lalu mereka. Mungkin Anda pernah mengalami tingkat “Saya memikirkannya” dan menemukan mimpi Anda. Jika belum, bacalah lima langkah berikut yang akan menolong Anda meluruskan semua kekusutan dan menemukan impian Anda.
1. Percaya akan kemampuan Anda untuk sukses.
Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, tidak seorang pun yang dapat bersikap tidak sesuai dengan cara ia melihat dirinya. Anda harus percaya bahwa Anda dapat sukses jika Anda mau sukses. Anda harus meyakinkankan diri Anda sendiri bahwa Anda mampu menemukan impian Anda. Anda tidak harus jenius, beruntung, atau kaya. Anda hanya perlu percaya bahwa hal itu bisa terjadi.
2. Singkirkan kesombongan Anda.
Orang yang sangat memuja diri mereka sendiri biasanya tidak punya ruang tersisa untuk mimpi yang bisa mengubah hidup. Itulah sebabnya mengapa kesombongan harus disingkirkan sebab ia menghalangi Anda mencoba atau menanyakan hal-hal baru karena Anda takut kelihatan bodoh. Itu membuat Anda terus tinggal di zona kenyamanan padahal Anda seharusnya pergi ke zona akhir. Kesombongan membuat Anda berfokuskan pada penampilan daripada potensi. Itu mencegah Anda mengambil risiko; sesuatu yang harus Anda lakukan untuk meraih impian Anda. Jika Anda yang tinggi hati, inilah waktunya untuk melepaskan kesombongan dan menggenggam mimpi Anda.
3. Mengolah ketidakpuasan yang membangun.
Ketidakpuasan adalah kekuatan yang membuat orang mencari impian mereka. Pikirkan ini. Setiap ciptaan yang didaftarkan di kantor paten United States merupakan hasil dari ketidakpuasan yang kreatif. Setiap pencipta, tidak puas dengan keadaan sesuatu, menemukan cara untuk menanggulangi ketidakpuasannya secara konstruktif, baik dengan menciptakan sesuatu yang baru atau memperbaiki apa yang sudah ada.
Hal yang sama berlaku bagi Anda. Kepuasan dengan diri sendiri tidak pernah membawa sukses. Anda harus mendambakan perubahan positif. Hanya ketidakpuasan yang membangunlah yang akan mendorong Anda menemukan tujuan dan menumbuhkan potensi Anda. Earle Wilson berkomentar, “Jika apa yang kamu lakukan kemarin masih kelihatan cukup besar bagi kamu, kamu belum berbuat cukup hari ini.”
4. Melarikan diri dari kebiasaan.
Kebiasaan bisa didefinisikan sebagai sesuatu yang Anda perbuat tanpa berpikir. (Mungkin itulah sebabnya Anda memiliki begitu banyak kebiasaan). Kebiasaan bisa membunuh satu impian karena ketika Anda berhenti berpikir, Anda berhenti bertanya dan bermimpi. Anda mulai menerima apa saja tanpa mempertimbangkan itu bisa menjadi apa. Kebiasaan bisa menyebabkan Anda melewati satu gerakan tanpa memikirkan kemungkinan-kemungkinannya. Perlahan-lahan ia menutup pintu potensi.
Periksalah semua yang Anda lakukan secara rutin. Lalu goncangkan sedikit. Lihatlah pada horison. Apa yang Anda pedulikan sebenarnya? Apa yang sedang Anda lakukan tidak mendorong Anda ke arah tujuan, mengembangkan potensi, atau menolong orang lain? Mulailah membuat perubahan. Jadilah kreatif. Pisahkan diri Anda dari kebiasaan dan mulai mencari mimpi di dalam diri Anda.
5. Menyeimbangkan kreativitas dengan karakter.
Mengeluarkan kreativitas untuk melepaskan diri dari kebiasaan dan memikirkan impian adalah bagian dasar proses, tetapi tidak akan ada hasilnya jika Anda tidak memiliki karakter untuk mengikutinya dengan tindakan. Ketika bicara mengenai cukup kreativitas untuk memikirkannya dan cukup karakter untuk mencobanya. Mereka memiliki cukup kreativitas untuk membayangkan di pikiran mereka dan cukup karakter untuk memproduksinya dengan tangan mereka. Semua impian di dunia ini tidak akan berguna kecuali Anda siap bangun dan pergi bekerja.
Saya Menangkapnya
Pada waktu Anda menemukan mimpi, Anda diciptakan untuk melakukannya, merupakan pengalaman yang luar biasa. Namun, itu saja tidak cukup untuk membawa Anda ke dalam perjalanan sukses. Perkembangan mimpi yang sukses merupakan suatu proses. Langkah berikut dari perkembangan itu menuntut Anda untuk menanam emosi di dalam mimpi Anda. Ia harus bertumbuh di luar pikiran dan terbawa ke dalam perasaan Anda.
Pada tahun 1935, Hubert H. Humphrey menulis sepucuk surat kepada istrinya pada perjalanannya yang pertama ke Washington, D.C. Surat itu menangkap emosi si apoteker dari Minessota yang berusia dua puluh empat tahun saat itu. “Saya bisa melihat bagaimana pada suatu hari, apabila kau dan aku menetapkan pikiran kita pada pekerjaan yang lebih besar, pada suatu hari kita bisa tinggal di Washington dan mungkin bekerja pada pemerintah, politik, atau servis … Way, kuharap mimpi menjadi kenyataan – sekalipun demikian, aku tetap mencobanya.” Mimpi Humphrey benar-benar menjadi kenyataan. Pada tahun 1946, ia menjadi Walikota Minneapolis; pada tahun 1949, ia berhasil menjadi senator U.S.; dan pada tahun 1964, dia melayani sebagai Wakil Presiden Amerika di bawah Lyndon B. Johnson. Ringkasnya, Humphrey bekerja untuk pemerintah selama tiga puluh tahun.
Saya Mencarinya
Sebuah pepatah Italia kuno mengatakan, “Di antara perkataan dan perbuatan, banyak sepatu menjadi rusak.” Rusak. Banyak orang memiliki mimpi dan banyak yang mempunyai perasaan takut tentang mimpi mereka. Tetapi yang membedakan developer mimpi yang sukses dari tukang mengelamun saja adalah perbuatan. Di antara tingkatan “Saya menangkapnya” dan “Saya mencarinya”, mimpi tidak mati. Mereka berangsur-angsur hilang. Rasa lapar, keuletan, komitmen dibutuhkan untuk melihat mimpi menjadi kenyataan. Sekali Anda menemukan impian Anda, kejarlah.
Sedikit yang Mencobanya
Jika satu mimpi kelihatannya akan memudar sebelum ia sampai ke tingkat “saya mencarinya”, bahayanya adalah ia akan sengaja ditembak tiba-tiba. Pada tingkat permulaan, mimpi merupakan sesuatu yang luar biasa tetapi rapuh. Seperti yang dikatakan oleh seorang ahli kepemimpinan korporat, konsultan manajemen dan teman Bob Biehl, “Mimpi itu bagaikan gelembung sabun yang melayang-layang di dekat ujung batu runcing pada hari yang anginnnya kencang.”
Mimpi begitu rapuh pada tingkat perjalanan ini karena masih baru. Kita belum sempat membiarkan mereka tumbuh atau berkembang. Mereka belum ditetapkan dan belum mempunyai rambu jalan. Ketika pohon ara semaian masih berumur satu tahun, anak kecil pun bisa mencabut akarnya. Namun, jika ia diberi waktu untuk bertumbuh, badai pun tidak bisa mematahkannya.
Pada titik ini, mimpi sangat mudah ditembak karena jika mereka diserang, biasanya yang menyerang adalah teman dekat atau anggota keluarga sebab hanya mereka yang tahu soal mimpi itu. Harapan dan dambaan kita mungkin bisa menepiskan kritikan orang asing, tetapi sangat sulit jika orang yang kita kasihi menyepelekan.
Di dalam buku Silver Boxes, teman saya Florence Littauer mengungkapkan bahwa kuasa mimpi ita dipegang oleh orang-orang yang dekat pada kita. Cerita itu tentang ibu mertuanya, Marita Littauer. Setelah mengenalnya selama beberapa tahun dan sedikit takut padanya, pada satu hari, Florence menanyakan cita-cita wanita tua itu jika ia bias memiliki segala sesuatu yang ia inginkan. “Seorang penyanyi opera,” jawab Martha tanpa ragu-ragu. “Saya ingin belajar musik, tetapi orang tua saya berpendapat itu hanya membuang-buang waktu saja. Saya akan menghasilkan uang lebih banyak di bisnis topi wanita. Namun, saya pernah muncul di satu pertunjukkan di universitas, bahkan saya menjadi pemain utamanya.”
Kenangan impian itu tidak pernah pergi dari Marita Littauer, meskipun Ibunya telah membunuhnya. Pada hari-hari terakhirnya, ingatannya mulai memudar dan ia tidak bisa berbicara lagi, tetapi kadang-kadang pada malam hari, ia akan duduk tegak di kursinya dan menyanyikan lagu opera untuk perawatnya. Bahkan dalam masa senjanya, kerinduan itu tidak pernah pudar. Kata Florence, “Ibu mempunyai bakat yang tidak pernah dikembangkan, sebuah kotak musik yang tidak pernah dimainkan, karir yang tidak pernah dimulai. Ibu meninggal dengan musik di dalamnya.”
Saya Mendapatkannya
Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sudah hamper berhasil untuk hidup sesuai dengan yang mereka impikan, mencapai tingkat “Aku mendapatkannya”. Sukses dicapai dalam jarak senti meter bukannya kilometer. Contohnya, pemain baseball profesional rata-rata memukul 2.50. Berarti dia berhasil memukul bola setiap empat kali ia mencobanya. Seseorang dengan keahlian memukul 2.50 diijinkan untuk bermain di pertandingan utama, tetapi mungkin tidak ada yang mengingatnya setelah pertandingan usai.
Apa yang dialami oleh seseorang seperti Tony Gwynn yang bermain untuk San Diego Padres berbeda. Dia dianggap sebagai salah satu pemukul bola baseball yang terbaik. Dia telah memenangkan tujuh pertandingan memukul bola baseball National Leaguer di dalam empat belas musim. Pada satu hari, namanya akan terpanjang di Baseball Hall of Fame di Cooperstown, New York.
Kemampuan Anda untuk hidup dengan impian bisa lebih daripada yang Anda duga.
Jika Anda tidak tahu apa pun tentang baseball, mungkin Anda mengira bahwa supaya ia bisa menjadi sukses seperti sekarang ini, ia harus bisa memukul bola dua kali lebih baik daripada pemain rata-rata. Akan tetapi tidak demikian kenyataannya. Saat saya menulis buku ini, pukulan rata-rata Tony hanya 0.336, itu berarti ia mendapat satu pukulan setiap tiga kali ia mendapatkan giliran untuk memukul bola. Anda harus menonton tiga pertandingan baseball dulu untuk melihat satu pukulan Tony dibandingkan dengan pemain rata-rata pada pukulan 2.50.
Kemampuan Anda untuk hidup sesuai dengan impian bisa saja lebih daripada yang Anda kira. Anda membutuhkan dedikasi dan kegigihan, dan harus bisa bertahan terhadap keragu-raguan dan kritik orang-orang terdekat Anda sehingga Anda akan mencapai tingkat “Aku mendapatkannya”. Sampai di sana, Anda akan setuju dengan pendapat Quarterback pemenang Super Bowl Jow Namath, “Ketika Anda menang, tidak ada yang terluka.”
Ada Orang yang Menentangnya
Sayangnya, tidak semua orang mau merayakan ketika impian Anda menjadi kenyataan. Orang-orang dapat dibedakan dalam dua kelompok.
- Pemadam kebakaran. Orang-orang ini ingin memadamkan api mimpi Anda. Apa pun yang Anda impikan, mereka menentangnya. Oleh sebab itu, orang-orang ini mengkritik segala sesuatu. Apa pun yang Anda katakan atau lakukan, tidak akan mengubah sikap mereka.
- Pemetik api. Orang-orang ini mau menolong Anda dan rela melakukan apa pun untuk menyalakan api sukses Anda supaya lebih berkobar.
Ketika Anda mencoba merealisasi mimpi Anda, kadang-kadang Anda tidak menyangka mana yang mau menyalakan api dan mana yang mau memadamkannya. Ada satu cerita lucu yang mengilustrasikan pendapat itu secara jelas. Seekor burung Kanada memutuskan bahwa terbang ke Selatan pada waktu musim dingin sangat merepotkan. Ia mengatakan pada dirinya sendiri, “Aku bisa menahan musim dingin. Banyak binatang lain yang melakukannya. Sepertinya tidak terlalu sulit. Jadi, ketika burung-burung lainnya mulai terbang menuju Amerika Selatan yang hangat, dia tetap tinggal dan menunggu datangnya musim dingin.
Pada akhir November, ia mulai berpikir-pikir lagi. Ia tidak pernah kedinginan seperti ini. Lagipula ia tidak bisa menemukan makanan untuk dimakan. Akhirnya, ia mengalah dan sadar bahwa jika ia tidak segera terbang ke sana, ia bisa mati. Ia mulai terbang sendiri ke Selatan. Tidak lama kemudian, hujan mulai turun. Sebelum ia sadar, air hujan itu membeku menjadi es di sayapnya. Dengan bersusah-payah, ia menyadari tidak bisa terbang lagi. Ia sadar akan segera mati. Ia melayang ke bawah dan membuat landasannya ke atas tanah untuk terakhir kalinya, menabrak tanah di suatu pertanian.
Saat ia berbaring di sana, seekor sapi lewat dan menginjak, serta membuang kotoran tepat di atasnya. Ia merasa sangat jijik. Beginilah nasibku, pikirnya, hampir mati kedinginan. Aku sedang sekarat. Napasku tinggal satu, dan sekarang ini lagi! Benar-benar cara mati yang sangat mengenaskan.
Burung itu pun menahan napasnya dan bersiap-siap untuk mati. Tetapi, setelah dua menit berlalu, ia sadar bahwa sebuah mujizat telah terjadi: tubuhnya berangsur-angsur hangat kembali. Es batu di sayapnya mulai mencair. Otot-ototnya mulai menghangat juga. Darahnya mengalir lagi. Ia sadar akan tetapi hidup. Ia begitu gembira dan bahagia dan mulai menyanyi keras-keras.
Pada waktu itu, kucing tua peliharaan pemilik pertanian itu sedang berbaring di atas gundukan jerami di gudang, dan ia mendengar nyanyian burung tersebut. Ia tidak percaya dan belum pernah mendengarkan nyanyian seperti itu selama berbulan-bulan. Ia berkata pada dirinya sendiri, “Apakah itu burung? Aku kira mereka semua sudah terbang ke Selatan pada musim dingin ini.”
Ia keluar dari gudang, lalu melihat seekor burung. Kucing itu pun berjalan menghampirinya, menariknya dari kotoran sapi, membersihkan tubuhnya, kemudian memakannya.
Impian yang berharga patut diceritakan pada orang lain.
Ada tiga moralitas dari cerita itu: (1) Tidak semua orang yang menimpuk Anda dengan kotoran adalah musuh Anda; (2) Tidak semua orang yang membersihkan kotoran dari Anda adalah teman Anda; (3) Jika seseorang menimpuk Anda dengan kotoran, tutup mulut Anda rapat-rapat. Mimpi Anda juga seperti itu. Ada orang yang Anda sangka teman akan menentang kesuksesan Anda. Orang lain akan membantu Anda dengan berbagai cara yang tidak Anda duga. Apa pun kritikan orang tentang Anda, jangan biarkan mereka mengalihkan focus Anda dari impian Anda.
Saya mengajarkannya
Impian yang berharga patut diceritakan kepada orang lain. Lagipula, itu bagian besar dari apa arti kesuksesan. Tetapi tidak semua orang mempunyai pendapat yang sama. Saya perhatikan ketika orang merealisasikan mimpi, mereka bereaksi dalam dua cara. Ada yang memegang erat-erat mimpinya dan mencoba menyimpannya pada diri sendiri. Orang seperti itu membuat mimpi mereka mengkeret. Itu karena mereka tidak pernah bercerita kepada siapapun; mereka harus mengangkatnya sendirian. Segala sesuatu tergantung pada diri mereka sendiri. Mereka tidak mendapatkan pertolongan dari orang lain, manfaat bekerja sebagai satu tim, ataupun sukacita dari berkat yang dibagi-bagikan.
Sebaliknya, orang yang menceritakan mimpi akan melihatnya bertumbuh. Sinergi dari ide yang dibagi sering kali membawanya ke tingkat baru. Mimpi itu menjadi bertambah besar di luar dugaan orang yang meluncurkannya. Orang-orang yang ikut ambil bagian di dalamnya akan menganggap itu sebagai mimpi mereka juga.
Ketika Anda memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengetahui mimpi Anda, lukiskan satu gambaran yang luas supaya mereka bisa memahami visi Anda. Anda harus memasukkan hari berikut ini.
- Horizon: menolong mereka melihat kemungkinan luar biasa yang ada di depan.
- Matahari: memberikan mereka kehangatan dan harapan.
- Gunung: mewakili tantangan- tantangan di depan.
- Burung: menginspirasikan mereka supaya terbang bagai rajawali.
- Bunga: mengingatkan mereka untuk berhenti sejenak dan mencium bunga mawar, menikmati perjalanan.
- Setapak jalan: memberikan arah dan rasa aman, meyakinkan Anda akan memimpin mereka ke jalan yang benar.
- Diri Anda: memperlihatkan komitmen Anda pada mimpi dan pada mereka.
- Mereka: menunjukkan di mana posisi mereka dan mengkomunikasikan keyakinan Anda bahwa mereka bisa.
Ketika Anda mau membagikan mimpi itu dengan melibatkan orang lain, apa yang bisa Anda capai tidak berbatas lagi. Yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Orang Lain Membelinya
Jika Anda menghidupkan mimpin Anda dan membagikannya kepada orang lain, orang lain akan membelinya. Pada umumnya, orang berkeinginan untuk mengikuti seorang pemimpin dengan mimpi besar. Sekarang lebih dari sebelumnya, orang mencari pahlawan. Sayangnya, banyak yang mencari di tempat salah dan akhirnya kecewa sendiri: sport, musik, bioskop, dan televisi. Pahlawan yang sesungghnya adalah pemimpin yang menolong orang lain menjadi sukses; orang yang mengajak orang lain menjadi sukses; orang yang mengajak orang lain bersama-sama dengannya. Itu semuanya dimulai dari satu mimpi. Seperti yang diucapkan oleh Winifred Newman, “Visi paling dibutuhkan oleh dunia saat ini. Situasi tanpa harapan tidak ada, yang ada hanyalah orang yang berpikir tanpa harapan.”
Ketika saya masih seorang pendeta, saya berbuat banyak untuk membagikan impian saya dengan orang lain. Bahkan saya membagikan kertas foto kopi untuk mengingatkan pentingnya mimpi dan betapa saya ingin mereka mengambil bagian di dalamnya. Inilah yang tertera di kertas ini.
Aku Mempunyai Satu Impian
Sejarah mengajarkan pada kita bahwa setiap zaman ada waktunya seorang pemimpin harus maju untuk memenuhi apa yang sangat dibutuhkan pada saat itu. Jadi, tidak ada pemimpin potensial yang tidak berkesempatan untuk memperbaiki umat manusia. Orang-orang di sekitarnya juga mempunyai kesempatan yang sama. Untungnya, saya percaya bahwa Allah telah mengelilingi saya dengan orang-orang yang mau menerima tantangan masa kini.
Mimpi Membuat saya …
- Mengorbankan apa pun yang saya miliki, kapan pun supaya saya bisa menjadi apa yang saya inginkan.
- Merasakan yang tidak kelihatan agar saya sanggup melakukan yang tidak mungkin.
- Percaya bahwa Allah sumber segala sesuatu karena mimpi saya lebih besar dari semua kemampuan dan koneksi saya.
- Terus maju ketika diragukan, karena tanpa iman pada masa depan, tidak ada kuasa pada masa kini.
- Menarik pada pemenang karena mimpi besar menarik orang besar juga.
- Membayangkan diri saya dan orang-orang saya di masa depan. Mimpi kita adalah janji seperti apa kita nanti suatu hari.
Ya, saya mempunyai mimpi. Mimpi itu pemberian Allah; lebih besar dari semua karunia saya; sebesar dunia ini dan dimulai dengan satu mimpi. Maukah Anda mengikuti saya?
Sumber: Perjalanan Menuju Sukses, Author: John C. Maxwell