Dalam menangani ketakutan, Anda memiliki tiga pilihan. Pertama, Anda bisa menghindarinya. Akan tetapi, itu berarti menghindari orang yang kelihatannya menakutkan, tempat, sesuatu, atau situasi. Itu tidak praktis maupun produktif. Jika Anda berhati-hati pindah dari satu tempat ke tempat lain, selalu kuatir bahwa di sudut itu Anda akan bertemu muka dengan sesuatu yang dapat membuat Anda ketakutan, Anda akan terikat.
Cara kedua menghadapi ketakutan adalah berharap bahwa ia akan pergi. Tetapi, hal itu seperti mengharapkan ibu suri menyelamatkan Anda.
Untungnya, ada cara ketiga untuk menangani ketakutan, yaitu menghadapi dan mengatasinya. Pada akhirnya, itulah satu-satunya metode yang bekerja. Inilah strategi untuk menolong Anda menghadapi ketakutan:
Temukan Dasar Ketakutan Anda
Sebagian besar ketakutan yang kita alami tidak berdasarkan pada fakta. Ketakutan ditimbulkan oleh perasaan kita. Contohnya, sebuah studi yang dilakukan oleh University of Michigan menunjukkan hal-hal berikut ini.
- 60 persen ketakutan kita tidak terjamin sama sekali; mereka tidak pernah sungguh-sungguh terjadi.
- 20 persen dari ketakutan kita berfokuskan pada masa lalu yang berada di luar kekuasaan kita.
- 10 persen dari ketakutan kita berdasarkan pada hal-hal kecil yang sebenarnya tidak berarti bagi kehidupan kita.
- Dari 10 persen sisanya, hanya 4 sampai 5 persen bisa dianggap benar.
Sebagian besar ketakutan yang kita hadapi timbul dari perasaan kita belaka
Statistik memperlihatkan bahwa waktu atau energi yang Anda curahkan pada ketakutan hanyalah membuang-buang waktu dan tidak produktif 95 persen.
Hal ini mengingatkan saya pada satu cerita yang pernah saya dengar tentang sepasang suami istri di atas ranjang pada satu malam. Sang suami sedang tidur pulas sampai istrinya menusuk tulang iganya, mengatakan, “Burt, bangun. Saya mendengar pencuri dibawah. Burt, bangun!”
“Oke, oke,” jawab Burt sambil duduk di pinggir ranjang dan mencari-cari sandalnya untuk yang ke seribu kalinya. “Saya sudah bangun.” Ia menyambar kimononya dan terhuyung-huyung ke luar dan pergi ke bawah. Ketika ia tiba di tangga terakhir, ia sadar sedang memandang pucuk pistol.
“Tetap di situ, kawan,” kata satu suara dengan tegas dari belakang topeng ski. “Tunjukkan di mana kamu simpan barang berharga.”
Ketakutan adalah bunga yang Anda bayar dari utang yang sebenarnya tidak Anda miliki
Burt melakukan hal itu sesuai perintahnya. Ketika pencuri telah memenuhi tas yang dibawanya dan hendak bersiap-siap pergi, Burt bertanya, “Tunggu. Sebelum kamu pergi, tolong naik ke atas dulu dan temui istri saya. Ia telah menunggu-nunggu Anda setiap malam selama lebih dari tiga puluh tahun.”
Ketakutan adalah bunga yang Anda bayar dari hutang yang sebenarnya tidak Anda miliki. Bila Anda selalu mengijinkan diri Anda diputar-balik oleh ketakutan, inilah saat yang tepat untuk melihat perasaan Anda dan memeriksa pikiran yang menimbulkan ketakutan itu. Bandingkan pola berpikir Anda dengan fakta dan lihat apakah mereka cocok atau tidak. Jika fokus Anda ada di masa lalu, ingatkan diri sendiri pada apa yang benar-benar penting. Jika Anda tidak mengubah pola berpikir sendiri, carilah pertolongan dari penasehat profesional. Jangan biarkan diri Anda dipenjara oleh perasaan sendiri.
Akuilah Ketakutan Anda
Cara terbaik untuk menangani ketakutan Anda yang dapat dipertimbangkan (5 persen atau kurang) adalah mengakuinya dan terus bergerak ke depan. Itulah yang dilakukan oleh para pahlawan kita. Contohnya, simak hidup dan karir seseorang seperti George S. Patton, jenderal gagah berani dan inovatif yang ikut andil dalam kesuksesan Sekutu pada Perang Dunia II. Mungkin Anda berpendapat ia tidak pernah mengalami ketakutan. Tetapi, faktanya tidak seperti itu. Ia merasa ketakutan tetapi ia tidak mengizinkan ketakutan itu menghentikannya. Sekali waktu ia berkata, “Saya bukan pria berani. Kenyataannya, saya biasanya pengecut di dalam hati. Saya tidak pernah berada di tengah-tengah suara letusan senjata atau pertempuran di selama hidup saya. Tangan saya terus berkeringat seolah ada batu di leher say.” Bayangkan: Salah satu jenderal terberani kita pun menganggap dirinya sebagai seorang pengecut.
Satu kunci kesuksesan Patton adalah belajar mengatasi ketakutannya. Ia mengatakan, “Saat untuk menghadapi ketakutan Anda adalah sebelum membuat keputusan pertempuran yang penting. Itulah saatnya untuk mendengarkan setiap ketakutan yang dapat Anda bayangkan. Ketika Anda mengumpulkan semua fakta ketakutan dan membuat keputusan Anda, singkirkan semua ketakutan dan terus maju!” Jika orang yang menganggap dirinya pengecut mampu melakukannya, Andapun pasti dapat melakukannya juga.
Terimalah Ketakutan sebagai Harga dari Kemajuan
Anda harus menyadari bahwa hal yang Anda takutkan akan terjadi atau tidak akan terjadi. Ketakutan Anda tidak secara positif mempengaruhi hasilnya. Ketakutan hanya menghambat – bila Anda mengizinkannya. Itulah sebabnya mengapa penting menerima ketakutan sebagai harga dari kemajuan. Dr. Susan Jeffries mengaku, “Selama saya mendesak terus ke dalam dunia, selama saya terus merentangkan kemampuan saya, selama saya terus mengambil risiko supaya impian saya tercapai, saya akan terus mengalami ketakutan.”
Setiap kali Anda mencoba maju ke dalam suatu daerah baru dalam perjalanan menuju sukses, ada kemungkinan Anda akan gagal. Usaha untuk maju mungkin membuat Anda kelihatan bodoh. Pikiran itu membuat Anda gugup. Itu tidak apa-apa. Hampir setiap orang yang memperoleh sesuatu yang berharga menghadapi ketakutan, tetapi tetap maju. Pahlawan sejati adalah pria dan wanita yang mengalahkan diri mereka sendiri.
Kembangkan Satu Keinginan Membara di Dalam Diri Anda
Impian Anda adalah salah satu obat ketakutan yang paling efektif. Ia dapat memanasi api keinginan di dalam diri Anda sampai anda rela menghadapi dan mengatasi ketakutan. Impian Anda akan menolong pergi ke tempat yang menakutkan bagi Anda dan melakukan apa yang Anda takutkan. Ia akan membuat Anda mampu menyalurkan ketakutan secara positif. Sebagai manajer tinju profesional, Cus D’Amato, mengatakan, “Pahlawan dan pengecut merasakan ketakutan yang sama; hanya pahlawan yang menghadapi ketakutan itu akan mengubahnya menjadi api.” Impian Anda dapat memberikan percikan yang akan mengubah ketakutan menjadi api.
Berfokus pada Hal-hal yang Bisa Anda Kendalikan
Bekas pelatih basket UCLA, John Wooden, salah satu pelatih terbaik di dunia ini, mengatakan, “Jangan biarkan apa yang tidak bisa Anda lakukan menghalangi apa yang bisa Anda lakukan.” Wooden dikenal sebagai seorang pelatih yang menekankan pentingnya kehebatan pada pemain-pemain dan mendorong untuk bekerja ke arah potensi mereka. Ia tidak pernah berpikir bahwa memenangkan satu kejuaraan adalah sebagai tujuan. Ia berfokus pada perjalanan, bukan pada tujuan. Sekalipun demikian, etika bekerja dan berfokus pada hal-hal di dalam kekuasaannya memimpin tim UCLA ke dalam empat musim yang tak terkalahkan, delapan puluh delapan kemenangan, dan sepuluh kejuaraan nasional yang sangat luar biasa. Tidak seorang pun yang pernah melakukan hal itu sebelumnya, dan tidak ada yang melakukannya lagi sejak itu.
Saat Anda bergerak ke depan di dalam perjalanan menuju sukses, Anda harus ingat bahwa apa yang terjadi di dalam Anda lebih penting daripada apa yang terjadi pada Anda. Anda bisa mengontrol sikap saat Anda bepergian di dalam perjalanan ini, namun Anda tidak dapat mengontrol perbuatan orang lain. Anda bisa memilih apa yang Anda tulis di kalender, namun tidak bisa mengontrol keadaan hari itu. Sayangnya, sebagian besar ketakutan dan stres yang dialami oleh manusia di dalam hidup ini berasal dari hal-hal di luar kekuasaan mereka. Jangan biarkan faktor itu menimpa diri Anda.
Anda harus ingat bahwa apa yang terjadi di dalam diri Anda lebih penting daripada apa yang terjadi pada diri Anda
Pasangkan Beberapa Kemenangan di Bawah Sabuk anda
Vince Lombardi, pelatih legendaris dari NFL Green Bay Packers, sekali waktu berkomentar seperti ini, “Menang adalah satu kebiasaan. Sayangnya, demikian pula kalah.” Ia mengerti bahwa kesuksesan di masa lalu mempengaruhi kemampuan untuk berbuat sebaik mungkin. Prinsip itu juga berlaku untuk mengatasi ketakutan. Setiap kali Anda menghadapi ketakutan tetapi maju ke depan, Anda akan lebih siap menghadapi tantangan ketakutan yang selanjutnya. Perlahan-lahan, Anda akan mengembangkan kebiasaan menang atas ketakutan, kemenangan yang lebih besar. Pada akhirnya, ketakutan tidak lagi berupa masalah utama dan tidak lagi mengirim Anda ke jalan putar balik dari perjalanan menuju sukses.
Beri Iman Makan, Bukan Ketakutan Anda
Garis dasarnya adalah bahwa Anda mempunyai pilihan. Anda bisa memberi makan ketakutan Anda atau membiarkan mereka lapar. Baik ketakutan maupun iman selalu bersama Anda setiap menit. Namun, emosi yang Anda gunakan, yang Anda beri makan, mendominasi kehidupan Anda. Menggunakan emosi yang benar membawa Anda meraih sukses, sedangkan menggunakan emosi yang salah akan mengirim Anda ke jalan putar balik yang sangat mengesalkan.
Merasakan ketakutan tetapi terus maju sekalipun tergantung pada Anda untuk mengubah pola pikiran dari “ketakutan berarti berhenti” ke “ketakutan berarti pergi”. Mark Twain mengatakan, “Kerjakan sesuatu yang tidak ingin Anda lakukan setiap hari. Itulah hukum emas untuk memperoleh kebiasaan melakukan tugas tanpa merasa kesakitan.”
Ironisnya, orang-orang sukses yang terus bertumbuh, mengambil risiko, dan terus maju merasakan ketakutan yang sama dengan orang-orang yang mengizinkan ketakutan itu menghentikan langkahnya. Perbedaan antara mereka ialah; yang satu tidak membiarkan ketakutan menguasainya, sedangkan yang lain membiarkan hal itu terjadi.
Sumber: Perjalanan Menuju Sukses, Author: John C. Maxwell