Posted by: tecnosolutio | December 10, 2008

BAGAIMANA CARA UNTUK GAGAL KE DEPAN

vw-classicBarangkali bukan pertama kalinya Anda mendengar perspektif kegagalan ini. Mungkin Anda mau mengakui kemungkinan yang ditawarkan oleh pendekatan semacam itu, namun menemui kesulitan untuk menjalankannya.

Sebagian besar dari kita telah dibentuk untuk melihat hasil akhir dari perjalanan menuju sukses seseorang. Contohnya, kita merayakan kejadian ketika medali emas Olimpik jatuh ke tangan atlet Jackie Joynerkersee, tetapi kita tidak pernah memikirkan berapa kejuaraan dan acara ia gagal selama bertahun-tahun; perbaikan dan pelajaran yang harus ia kerjakan untuk memperbaiki tekniknya; atau luka menyakitkan yang harus ia tanggung sepanjang jalan. Atau, jika kita bertemu seorang bisnismen yang sukses seperti Al Copeland, penemu rantai restoran Oppeye, kita tidak pernah berpikir bagaimana ia mencoba dan gagal dalam beberapa usaha restoran, bahkan pada satu waktu ia tidak dapat membiayai restoran ayam gorengnya. Namun, ia mampu mengatasi kegagalannya, dan sekarang Restoran Ayam Goreng Popeye tersebar di seluruh negara.

Latihlah diri Anda untuk memikirkan kegagalan sebagai penanda jarak

Izinkan saya menolong Anda mengubah pendapat tentang kegagalan dan mendekatinya dengan cara yang berbeda tiga puluh enam derajat. Dengan setiap kegagalan, Anda dapat memindahkan langkah lebih jauh di dalam perjalanan menuju sukses. Seperti yang dikatakan oleh Conrad Hilton, “Orang sukses terus berjalan. Mereka membuat kesalahan tetapi mereka tidak menyerah.” Inilah sepuluh pembimbing untuk menolong Anda mengubah kegagalan dari jalan putar menjadi pemisah.

1. Hargailah Nilai Kegagalan

Tidak pernah lupa bahwa Anda tidak bisa melakukan perjalanan menuju sukses tanpa mengalami kegagalan. Kenyataan, Anda harus melatih diri untuk menganggap kegagalan sebagai penanda jarak. Setiap kali gagal, ketahuilah Anda telah berjalan satu mil lagi di jalan ke potensi Anda. Soichino Honda, pendiri Honda Motors, menawarkan pandangan ini: “Banyak orang memimpikan kesuksesan. Bagi saya, sukses bisa diperoleh hanya melalui kegagalan dan instrospeksi berulang-ulang. Kenyataannya, sukses hanya mewakili satu persen dari pekerjaan Anda yang dihasilkan dari 90 persen dari kegagalan. Orang yang tidak mengenal kegagalan tidak akan pernah mengenal kebahagiaan sukses sejati.” Saya lebih menekankan bahwa tidak seorangpun yang tidak mengenal kegagalan akan meraih kesuksesan.

Kegagalan mengandung nilai lain: menguatkan Anda. Henry Ward Beecher, pengarang abad Sembilan puluh, pendeta, dan penentang perbudakan secara terbuka, mengatakan, “Kekalahan yang mengubah tulang menjadi batu api, dan tulang muda menjadi otot, dan membuat manusia tidak terkalahkan, serta membentuk sifat kepahlawanan yang sekarang sedang naik daun di dunia. Jadi, jangan takut kalah. Anda tidak pernah sedekat itu pada kemenangan ketika Anda dikalahkan demi tujuan baik.“ Setiap kali Anda meleset, gagal, atau kalah, ingatlah bahwa Anda berada satu langkah lebih dekat pada potensi dan impian Anda. Anda belajar untuk gagal ke depan demi meraih sukses.

2. Jangan Menganggap Kegagalan Secara Pribadi

Banyak orang yang tidak pernah belajar untuk gagal ke depan dihentikan karena memperlakukan kegagalan secara pribadi. Mereka mulai berkata pada diri sendiri, “Kenapa kamu tidak pernah mengerjakan apapun dengan benar?” Atau, “Kamu seharusnya tidak usah mencoba; kamu tahu kamu tidak mampu melakukannya.” Atau “Lihatlah, kamu gagal!” Tetapi ada satu perbedaan antara perkataan “Saya telah gagal” dengan “Saya selalu gagal.” Orang yang telah gagal bisa belajar dari kesalahan dan terus maju. Itu tidak mengubah siapa dirinya. Tetapi, orang yang berkata, “Saya selalu gagal,” memberikan dirinya sedikit pengharapan untuk memperbaiki diri. Apapun yang ia lakukan atau kemana ia pergi, kegagalan akan mengikutinya karena ia telah menyimpannya di dalam. Ia membuatnya sebagai bagian yang terpisahkan. Memohon pada seseorang yang menyakinkan dirinya selalu gagal untuk menjadi sukses bagaikan memohon pada pohon apel untuk memproduksi buah melon. Itu tentu tidak mungkin.

Jika saya memikirkan kehidupan, saya sadar bahwa saya lebih sering kegagalan sebagai sesuatu yang pribadi ketika saya lebih mudah, kurang berpengalaman, dan kurang sukses. Kesalahan saya kelihatan lebih besar pada waktu itu. Tetapi, sesuai dengan berjalannya waktu, saya belajar menerima keterbatasan dan juga kekuatan saya, memahami bahwa segala sesuatu yang saya lakukan tidak selalu sukses, dan berkata pada diri sendiri, “Saya telah mengacaukannya. Saya akan berbuat lebih baik lain kali.”

Kadang-kadang kegagalan menandakan bahwa inilah saatnya untuk mengambil arah yang berbeda

Bila Anda terbiasa membunuh karakter Anda sendiri atau meragukan bakat setiap kali sesuatu menjadi tidak beres, hentikanlah itu semua. Membuat kesalahan itu seperti bernapas; sesuatu yang Anda tetap lakukan selama hidup. Jadi, belajar untuk menjalankannya dan terus maju.

3. Biarkan Kegagalan Membimbing Anda ke Arah yang Baru

Kadang-kadang, kegagalan menandakan saat untuk mengganti arah. Jika Anda terus menabrak tembok, mungkin inilah waktunya untuk mundur dan mencari pintu lain. Jika Anda terus mengambil jalan putar yang sama, mungkin itu bukan jalan putar melainkan jalan utama Anda. Ketika Anda gagal dan gagal namun mimpi Anda terus membara dengan kuat, teruslah berjalan. Juga, kenali prestasi hidup terbaik yang secara literal dilahirkan dari kegagalan.

Contohnya, simaklah kehidupan John James Audubon. Ia dianggap sebagai pionir di dalam studi dan suaka margasatwa. Pada awal 1800, hanya ia penjaga toko yang tidak sukses di Lousville, Kentucky. Ia mencoba menghidupi dirinya dan istrinya dengan pekerjaan itu, namun setelah bersusah payah selama sebelas tahun, akhirnya ia bangkrut. Kegagalan itu mendorongnya mengejar pekerjaan yang ia impikan, memperhatikan, menggambar, dan melukis margasatwa, sesuatu yang selalu ia ingat.

Bila Anda berulang-ulang mengalami kegagalan tetapi Anda mau gagal ke depan, ijinkan kesalahan Anda memberikan arah yang baru. Mungkin Anda bekerja di tempat yang tidak cocok. Itu tidak berarti Anda buruk atau salah. Hanya Anda perlu membuat sedikit perubahan. Bila satu pintu tertutup bagi Anda, jangan berdiri terus di sana sambil terheran-heran kenapa Anda tidak bisa membukanya. Cari pintu lain yang terbuka. Mungkin ada satu pintu terbuka sekarang yang bisa Anda lewati.

4. Peliharalah Rasa Humor Anda

Ketika segala sesuatu gagal, tertawalah. Itulah motto saya. Sangat mudah untuk tertawa ketika segala sesuatu berjalan mulus, tetapi penting untuk tertawa ketika segala sesuatu menjadi salah. Tertawa akan menghilangkan stress dan menolong Anda cepat meletakkan kesalahan ke dalam perspektif. Jerry Jenkins mengatakan, “Berbuat khilaf merupakan sesuatu yang manusiawi … tetapi, jikalau Anda menghabiskan penghapus lebih dahulu daripada pensil, itu berarti Anda terlalu berlebihan.” Seorang penulis sukses dengan karya yang banyak mengerti betapa pentingnya rasa humor ketika kesalahan terjadi.

Jika Anda membuat kesalahan di dalam perjalanan menuju sukses, letakkan semuanya di dalam perspektif positif dan humoris. Cobalah memandang hidup seperti pelatih hoki profesional Harry Neale memandangnya pada waktu sulit. Katanya, “Musim lalu, kami tidak bisa menang di rumah sendiri dan kami juga kalah di luar. Kegagalan saya sebagai pelatih, adalah bahwa saya tidak bisa memikirkan tempat lain untuk bermain.”

5. Tanyakan Mengapa, Bukan Siapa

Ketika sesuatu berjalan salah, kecenderungan alamiah manusia adalah mencari seseorang untuk disalahkan. Anda bisa menelusurinya ke Taman Eden. Ketika Allah bertanya kepada Adam apa yang telah ia perbuat, ia berkata bahwa itu kesalahan Hawa. Lalu, ketika Allah bertanya kepada Hawa, ia menyalahkan ular. Kejadian serupa juga terjadi saat ini. Ketika Anda bertanya kepada Anak Anda kenapa ia memukul adiknya sendiri, ia menjawab itu kesalahan adiknya. Ketika lemparan seorang quarterback tertahan oleh musuh, ia mengatakan penerimanya lari ke rute yang salah. Ketika Anda bertanya kepada staf mengapa ia tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan batas waktunya, ia menunjukkan jarinya ke orang lain atau situasi di luar kekuasaannya. Kita tidak akan membicarakan semua tuntutan hukum saat orang-orang menyalahkan orang lain atas masalah mereka.

Jika suatu ketika Anda mengalami kegagalan, pikirkan mengapa Anda gagal daripada siapa yang bersalah. Coba memandangnya secara obyektif supaya Anda bisa berbuat lebih baik lain kali. Teman saya, Bobb Biehl, menganjurkan satu daftar pertanyaan untuk membantu Anda menganalisa kegagalan.

· Pelajaran apa yang telah saya petik?

· Apakah saya merasa berterima kasih atas pengalaman ini?

· Bagaimana saya dapat membuat kegagalan menjadi sukses?

· Ke mana saya pergi dari sini?

· Siapa lagi yang telah gagal seperti ini sebelumnya, dan bagaimana orang itu bisa menolong saya?

· Bagaimana pengalaman saya menolong orang lain pada satu hari nanti untuk mencegah mereka mengalami kegagalan yang sama?

· Apakah saya gagal karena seseorang, karena situasi, atau karena diri sendiri?

· Apakah saya benar-benar gagal, atau saya terlalu rendah untuk standard yang tingginya tidak masuk akal?

· Di mana saya sukses dan gagal?

Orang yang menyalahkan orang lain atas kegagalan mereka tidak pernah mengatasinya. Mereka pindah dari satu masalah ke masalah lain, dan akibatnya, mereka tidak pernah mengalami sukses. Untuk mencapai potensi, Anda harus terus memperbaiki diri, dan Anda tidak dapat melakukannya jika Anda tidak mengambil tanggung jawab atas perbuatan Anda dan belajar dari kesalahan.

6. Buatlah Kegagalan sebagai Pengalaman Belajar

Supaya sukses, Anda perlu mengembangkan kemampuan untuk belajar dari kesalahan. Anda akan melihat, seperti yang diutarakan oleh Dr. Ronald Niednagel, “Kegagalan bukan kegagalan kecuali Anda belajar darinya.” Proses belajar berubah dari jalan berbalik permanent menjadi papan loncat ke potensi Anda.

Saya akan mengutarakan salah satu cerita paling mengesankan yang pernah saya baca. Cerita itu terdapat di dalam buku Cale Carnegie: The Man Who Influences Millions (Dale Carnegie: Orang yang Mempengaruhi Jutaan Orang) oleh Giles Kemp dan Edward Claflin. Nama Carnegie itu sinonim dengan sukses. Institut Dale Carnegie adalah untuk Berbicara efektif dan Hubungan Manusia pada saat ini melatih orang-orang dari berbagai penjuru dunia. Bukunya How to Win Friends and Influence People (Bagaimana Memenangkan Teman dan Mempengaruhi Orang Lain) telah terjual lebih dari 15 juta copy dan masih terus terjual, enam puluh tahun setelah diterbitkan untuk pertama kalinya.

Pada awalnya, hidup Carnegie penuh dengan wabah kegagalan. Ia tumbuh dalam kemiskinan. Waktu ia bersikeras untuk sekolah di perguruan tinggi, pendidikan guru di Warrensburg, Missouri, ia mampu melakukannya hanya dengan tinggal di rumah dan berkuda ke sekolah setiap hari.

Tertarik pada bicara di depan umum sejak remaja, Carnegie memutuskan mau menjadi terkenal dengan mengikuti kontes pidato. Ia tidak pernah menang sekalipun, tetapi ia belajar setiap kali ia mencoba dan gagal.

Sekalipun ia bekerja keras di perguruan tinggi itu, ia tidak lulus sebab ia tidak bisa lulus dalam kelas Latin. Lalu ia pindah dari Maryville, ke New York City, untuk belajar berakting dan berjualan, namun ia tetap tidak mampu.

Kemudian, ia memperoleh kesempatan emas. Ia melamar pekerjaan di kelas mengajar bicara di depan umum di YMCA. Karena ia tidak berpengalaman, YMCA tidak menawarkan gaji standard 2 dollar per sesi. Sebaliknya, ia diterima dengan dasar percobaan. Bila ia efektif dan berhasil mendapat murid yang cukup, ia akan menerima gaji. Jika tidak, ia akan dikeluarkan.

Meskipun gagal memenangkan kontes pidato atau menjadi aktor sukses, ia berhasil di YMCA. Jalan putar di awal kehidupannya telah mengajarkan banyak. Ia segera mengembangkan kursusnya sendiri dan menulis pamflet yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Seperti yang ditulis oleh Kemp Dan Claflin, “Carnegie memperoleh popularitas sebagai salah satu pelatih pembicara yang paling efektif dan pengarang buku yang terjual terbanyak di sepanjang zaman. Dua kunci yang memampukan dia untuk mengubah kegagalan menjadi kesuksesan adalah ketidakrelaannya dihentikan oleh kegagalan dan kerelaannya untuk belajar dari kegagalan.”

Tidak menjadi masalah bila Anda jatuh selama Anda belajar sesuatu seperti saat Anda bangkit.

Kemauan untuk belajar dari kegagalan dan kemampuan untuk mengatasinya berhubungan satu sama lain dan tidak terpisahkan. Bila Anda tidak terus belajar, Anda akan membuat kesalahan yang sama terus menerus. Tidak menjadi masalah bila Anda jatuh selama Anda belajar sesuatu seperti saat Anda bangkit.

7. Jangan Izinkan Kegagalan Mengecilkan Hati Anda

Austin O’Malley menegaskan, “Bukti bahwa Anda telah terpukul jatuh, itu menarik, tetapi jarak waktu Anda tetap berbaring itu penting.” Saat Anda bergerak di dalam perjalanan menuju sukses, Anda akan menemui masalah. Apakah Anda akan menyerah dan tetap duduk diam, menelan kekalahan, atau berdiri di atas kaki secepat mungkin? Atau, seperti yang sering dikatakan oleh teman kuliah saya, “Saya tidak pernah di bawah; saya selalu di atas atau berdiri.”

Banyak orang tidak berpikir seperti itu. Banyak yang berada di bawah untuk sekian lama hingga mereka merasa lebih nyaman berbaring daripada bangun. Ia telah menjadi cara hidup mereka. Kenyataannya, ada yang tidak tinggal dibawah saja, tetapi mereka mencoba menyandung kaki Anda. Karena mereka tidak tertarik bangun, cita-cita hidup mereka menarik orang lain ke bawah supaya mereka merasa lebih baik. Baik Anda mengenal orang seperti itu, hindarilah mereka!

Ketika Anda gagal, petik yang terbaik dari peristiwa itu dan berdiri di atas kaki Anda. Belajarlah dari kesalahan Anda, lalu kembali ke permainan itu. Pandanglah kesalahan Anda seperti Henry Ford. Ia berkata, “Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai lagi dengan cara yang lebih cerdik.”

8. Gunakan Kegagalan sebagai Ukuran untuk Bertumbuh

Ketika sebagian besar orang mencoba mengukur sukses, mereka menilainya menurut seberapa kecil jumlah kegagalan yang mereka temukan. Bila melihat kegagalan, mereka mengatakan, “Ia benar-benar telah mengacaukan semuanya. Ia orang gagal.” Namun, pandangan itu berlawanan dengan cara orang sukses memandang kegagalan. Mereka sudah tahu apa yang ditemukan oleh redaksi Majalah Fortune beberapa tahun lalu ketika menganalisa orang-orang sukses. Sebagian besar kesuksesan gagal rata-rata tujuh kali sebelum mereka sukses. Anda lihat, lebih sering Anda mencoba, lebih banyak kegagalan yang akan Anda alami dan lebih besar lagi jumlah sukses. Saya tidak mengenal Anda, tetapi saya pribadi lebih suka mencapai 90 persen potensi saya dengan banyak kesalahan daripada hanya 10 persen dengan nilai sempurna.

Setiap kali Anda berlari di pertandingan dan gagal menjadi juara pertama, periksalah kemajuan Anda. Sukses itu berhasil menjadi juara ke empat, lelah, tetapi gembira karena Anda berhasil menjadi juara ke lima pada pertandingan sebelumnnya. Ia telah membuat kemajuan. Itulah arti gagal ke depan dan sedapat mungkin menghindari jalan putar balik.

9. Melihat pada Gambar Keseluruhan

Tidak ada yang lebih bisa menolong Anda menanggapi kegagalan daripada perspektif. Saya akan memberikan contoh. Tom Landry, Chuck Noll, dan Bill Walsh bertanggung jawab atas sembilan dari lima belas kemenangan kejuaraan Super Bowl dari tahun 1974 sampai 1989. Tahukah Anda apa lagi persamaan mereka bertiga? Mereka juga memiliki catatan musim pertama terburuk dibandingkan dengan kepala pelatih lainnya di sejarah NFL. Bukankah itu luar biasa? Bila mereka menilai potensi untuk sukses pada tahu pertama sepak bola professional mereka, barangkali mereka telah berhenti. Bila hidup merupakan satu jepretan foto saja dan diambil pada musim kekalahan, mereka akan berada di dalam kesulitan. Tetapi, hidup bukanlah satu jepretan foto. Hidup merupakan film layar lebar. Mereka mampu mengatasi kegagalan dan melanjutkan perjalanan untuk mencapai potensi mereka.

Kegagalan mereka bukanlah akhir dari segalanya, dan begitu pula dengan Anda. Lain kali, ketika Anda gagal lagi, pikirkan gambar keseluruhannya. Masih hari yang lain. Kita semua membuat kesalahan, tetapi kita bisa kembali.

10. Jangan Menyerah

Saya telah menyinggung beberapa kali bahwa kegagalan adalah tanda bahwa mungkin Anda harus menelurusi kesempatan lain. Meskipun itu kadang-kadang nyata, seringkali sukses datang sebagai hasil dari kegigihan kuno. B.C. Forbes mengatakan, “Sejarah telah memperlihatkan bahwa pemenang yang paling terkenal biasanya menemui halangan berat sebelum mereka menang. Akhirnya, mereka menang karena menolak untuk dikalahkan oleh kekalahan mereka.” Kegagalan terjadi dengan mudah pada siapa saja, tetapi harga sukses adalah kegigihan.

Saya telah membuat banyak kesalahan dan mengalami kegagalan, mungkin lebih dari orang biasa, tetapi saya juga mengalami lebih banyak sukses. Jika saya merenungkan kembali, kegagalan yang terus tinggal dalam ingatan saya adalah peristiwa yang terjadi di dalam posisi kepemimpinan professional yang pertama. Pada waktu itu, saya berusia dua puluh dua tahun, dan saya mengundurkan diri dari satu tantangan yang seharusnya baik-baik tetapi tegas, menghadapi orang yang telah membuatnya. Akibatnya, saya kehilangan respek pada diri sendiri. Saya mundur ketika seharusnya saya berdiri tegak.

Setelah kejadian itu, hidup saya seharusnya mengalami kemunduran serius. Saya akan mengaca setiap hari dan memukul diri sendiri sambil berkata, “John, kamu memang pengecut – orang gagal. Kamu tidak akan pernah sukses, dan sudah pasti kamu bukan seorang pemimpin.” Tetapi, bukan itu yang saya perbuat; saya mengambil rute lain. Sebaliknya, saya mengaca dan berkata pada diri sendiri, “Diri (itulah saat rasa humor masuk), kamu membuat kesalahan besar. Bila kamu tidak mau terus membuat kesalahan yang sama, kamu harus berbuat sesuatu.”

Saya menghabiskan dua hari berikutnya di dalam kantor saya dengan kertas tulis berpikir dengan proses konfrontasi positif. Dengan hati-hati, saya mengatur strategi untuk menghadapi orang lain supaya lain kali jika hal yang serupa terjadi pada diri saya lagi, Saya bisa melakukan yang benar. Yang luar biasa adalah ia tidak hanya menolong saya menjadi sukses, tetapi selama bertahun-tahun, konfrontasi positif telah menjadi sepuluh ribu pemimpin yang menghadapi orang lain melalui INJOY Life Club, kaset perlengkapan yang saya kirimkan kepada pemimpin di seluruh penjuru Negara setiap bulan.

Saya tidak bisa membuat daftar kegagalan, tetapi saya bisa mengatakan pada Anda dengan pasti bahwa daftar itu akan terus bertambah panjang. Pada usia empat puluh sembilan tahun, saya mengharapkan tiga puluh tahun baik lagi, dan pada waktu itu, saya akan terus gagal. Masalahnya, bukan apakah saya akan terus gagal. Sebaliknya, ketika saya gagal, saya harus memutuskan apakah saya akan gagal ke belakang atau ke depan, itulah pertanyaannya. Jalan putar dapat membuat seseorang lebih baik atau sakit hati. Itulah pilihan saya. Juga Anda!

Sumber: Perjalanan Menuju Sukses, Author: John C. Maxwell


Leave a response

You must be logged in to post a comment.

Categories