Studi Kasus: Menjalankan Tes Psikologi
Studi Kasus 1: Rekrutmen Sarjana
Situasi
Bagaimana Anda memastikan bahwa Anda merekrut orang bertalenta terbaik untuk perusahaan Anda? Baiklah, salah satu perusahaan penasihat bisnis yang paling cepat pertumbuhannya memutuskan bahwa Anda harus memulai dengan memasukkan sarjana. Perusahaan tersebut telah menggunakan tes psikologi berbasis-kertas untuk membantu hal ini, di mana para calon datang ke kantor tempat mereka akan bekerja bila mereka berhasil, mengikuti tes dan diwawancarai oleh sebagian staf manajerial. Namun, karena perusahaan Anda sekarang mempekerjakan hampir 1.000 sarjana setiap tahunnya, proses ini menjadi sangat menghabiskan waktu dan biaya. Proses ini juga tidak nyaman bagi para calon.
Isu-isu Utama
Perusahaan Anda ingin mengurangi upaya dan uang yang dikeluarkan untuk rekrutmen sarjana sembari meringankan beban bagi para pelamar, yang saat itu harus menghabiskan waktu untuk perjalanan ke kantor, duduk mengikuti tes dan wawancara, dengan peluang keberhasilan hanya sepersepuluh. Jika perusahaan dapat melakukan hal ini, dan juga menghemat uang, berkurangnya upaya untuk melamar juga akan menjadi nilai jual yang positif bagi pelamar sarjana pada masa mendatang.
Masalah-masalah yang harus diatasi
Tes sebelumnya bermanfaat tetapi perusahaan memutuskan perlunya pendekatan yang segar. Perusahaan menginginkan tes yang lebih tinggi korelasinya dengan kesuksesan dalam karier yang dilamar oleh para sarjana, sesuatu yang dapat dilakukan pelamar di rumah mereka tetapi memberi pembacaan yang akurat terhadap kemampuan mereka.
Para manajer di berbagai kantor menghabiskan ribuan jam untuk mewawancarai calon yang berpeluang kecil atau malah tidak berpeluang untuk ditawari pekerjaan. Hal ini sering tampak jelas pada awal wawancara, tetapi demi kesopanan sebagian besar manajer tetap melakukan wawancara sampai selesai; menghabiskan waktu lebih dari keperluan dan menciptakan ekspektasi yang keliru di benak pelamar.
Solusi
Perusahaan melakukan pendekatan kepada salah satu penyelenggara tes psikologi terkemuka dan menguraikan situasinya. Penyelenggara tes itu membuat sebuah tes baru yang mencakup kemampuan verbal maupun numerik. Tes baru tersebut dibuat untuk mencerminkan kompetensi yang dibutuhkan dalam jalur karier yang dipilih. Karena tes itu akan diikuti secara online oleh para calon, tanpa pengawasan sama sekali, masing-masing tes berisi soal-soal acak dari bank soal besar, yang masing-masing memiliki tingkat kesulitan yang sama, sehingga risiko memiliki pengetahuan sebelumnya mengenai isi tes akan kecil sekali. Kenyataan bahwa tiap soal memiliki tingkat kesulitan yang sama berarti bahwa dua calon dapat dibandingkan secara objektif dan adil sekalipun mereka sebenarnya tidak harus menjawab soal yang sama.
Hasil dan manfaat yang didapatkan
Manfaat pertama adalah berkurangnya secara dramatis overhead manajerial yang menyertai wawancara pelamar. Ini diperkirakan berjalan hingga ribuan jam. Ada juga pengurangan yang signifikan dalam pengeluaran yang dibayarkan atas kehadiran dalam wawancara.
Hasil tes tersebut rata-rata menyisihkan sekitar 60 persen pelamar, yang berarti bahwa mereka yang datang wawancara sekarang memiliki peluang keberhasilan satu berbanding empat. Selain itu, pengalaman manajemen melakukan wawancara jauh lebih menyenangkan karena para manajer tahu bahwa masing-masing pelamar telah memperlihatkan kinerja yang superior dan akan ada gunanya melakukan wawancara.
Proses modern untuk rekrutmen sarjana ini juga menghemat waktu dan upaya pelamar. Penghematan ini menjadi bentuk promosi perusahaan kepada para pelamar yang berminat.
Meskipun perusahaan melakukan lebih banyak penelitian, hasil-hasil awal dari tes itu menunjukkan korelasi yang tinggi antara skor yang diperoleh dalam tes verbal dan numerik secara online dan kinerja dalam ujian profesional yang dilakukan selanjutnya.
Program penguatan kembali
Penggunaan tes online telah memungkinkan para sarjana melamar berbagai posisi sepanjang tahun. Selain itu, perusahaan telah menetapkan kadar minimum dan standar A-level, sehingga hanya para sarjana yang lolos tingkat ini yang diundang untuk mengikuti tes online. Ini juga berarti bahwa jumlah sarjana yang perlu diwawancarai untuk tiap jabatan turun dan sekarang menjadi satu berbanding tiga. Semua ini membantu perusahaan tetap maju dengan merekrut talenta-talenta muda yang terbaik dengan cara modern, efisien, dan efektif.
Talent Assessment – Tony Davis, PPM Publisher 2009