Bagaimana bila kemampuan bisnis Anda dapat ditarik, diubah dan dikembangkan sesuai dengan keinginan?
Bagaimana bila karyawan Anda bukan lagi sekelompok individu dengan keahlian tertentu, beragam keahlian – yang kadang merupakan ahli khusus – atau merupakan tim seratus orang yang dapat dikumpulkan untuk mengatasi kelebihan permintaan?
Bagaimana bila proses bisnis Anda tidak terbatas terhadap apa yang dilakukan di dalam perusahaan, tetapi dapat menyesuaikan diri dengan proses kerja, klien dan mitra kerja?
Bagaimana bila kemampuan bisnis Anda pada esensinya elastis, mampu mengatasi segala ‘cuaca’ ekonomi global dan menerbangkan diri ke kinerja yang jauh lebih baik?
Accenture percaya bahwa era kapabilitas bisnis yang fleksible dan elastis dipengaruhi empat tren teknologi. Pertama, Internet menjadi pusat kemampuan berbasis teknologi informasi (TI). Kedua, terdapat tipe kolaborasi teknologi (yang mendukung kolaborasi ke titik yang efektif dan tepat sasaran, yang mendukung kolaborasi menyebar, terbuka dan berbasis masyarakat) yang berkonvergensi dan mendefinisi ulang bagaimana proses kerja terkini. Ketiga, peranti mobile mulai mengerdilkan personal computer (PC), begitu pula kanal-kanal elektronik untuk bisnis dan konsumen. Keempat, teknologi untuk memilah intelijensi dari data semakin matang, mendorong semua kepentingan aspek-aspek manaje.
Di samping empathal tersebut, kecepatan dan kepentingan dari tren-tren teknologi terkini ini akan tergantung ada faktor-faktor yang dapat mengaselerasi – atau sebaliknya – masalah sosial dan adops sosial.
Internet-Oriented Computing: Hal yang disebut sebagai “cloud computing” merupakan pergeseran utama paradigma TI dalam kaitannya dengan teknologi, aplikasi dan model bisnis. Paradigma baru ini memungkinkan pencarian kapabilitas teknis – peranti keras, lunak dan penyimpanan – melalui jalur Internet dari firewall perusahaan dan batas-batas negara. Dengan semakin meningkatnya pilihan, organisasi akan dapat menciptakan aplikasi bisnis terbaru yang secara unik sesuai dengan kebutuhan. Mereka tidak lagi tergantung pada proses yang dilakukan oleh produsen paket peranti lunak yang bersifat monolitis. Dan, kemampuan tersebut dapat dibeli sebagai jasa (daripada sebagai produk) dengan menggunakan model pascabayar saat barang diterima.
Konvergensi 4C (communication, collaboration, communities and content): adanya e-mail, instant messaging, voice-over-IP, jaringan sosial, blog, wikis, RSS, peranti telekomunikasi lain yang canggih, perusahaan dan individu memiliki beragam opsi untuk berkomunikasi dan berkolaborasi. Untungnya, beberapa kombinasi teknologi mulai berkonvergensi, web konsumen berada di depan dalam hal konvergensi, tapi beberapa vendor teknologi modern seperti Cisco, Microsoft, IBM dan Adobe telah memasuki pasar dengan memberikan layanan baru.
Apa signifikansinya?
Secara tradisional, perusahaan telah melihat kolaborasi teknologi hanya perpanjangan tangan elektronis untuk ruang rapat. Padahal, dengan semakin menuanya angkatan kerja dunia darat dan di tengah perang untuk mendapatkan tenaga kerja muda, perusahaan memiliki opsi-opsi teknologi untuk membantu pengelola praktik kerja. Misalnya, bagaimana menempatkan seorang ahli untuk berbagai pekerjaan sekaligus? Bagaimana mengurangi kelelahan karyawan yang disebabkan perjalanan dinas dan perbedaan waktu? Bagaimana mengurangi perjalanan harian? Atau, bagaimana mengurangi ruang kantor?
“m” adalah “e” Terbaru: kecepatan inovasi dan perlunya melakukan penetrasi global peranti mobile akan menggantikan PC sebagai kanal bisnis baru untuk karyawan dan pelanggan. Mari kita lihat:
Inovasi, umpamanya. Saat ini peranti canggih berjalan dengan menggunakan prosesor 800 MHz, memiliki kapasitas penyimpanan 32 GB, layar OLED atau sentuh, koneksi Wi-Fi, near-field communications (NFC) untuk berinteraksi dengan lingkungan, kecepatan jaringan 3G hingga 384 Kbps, identifikasi lokasi GPS, motion sensor gerak dan accelerometers, kamera 8 M, serta beragam fitur hiburan audio dan video. Peranti mobile itu juga mampu menjadi platform yang dapat menjalankan aplikasi pihak ketiga.
Sementara itu, keberadaan dan kedalaman penetrasi peranti mobile sangat luar biasa. Hampir 4 miliar penduduk – atau 60% dari laki-laki dan perempuan tua atau muda, bahkan anak-anak di planet ini adalah pelanggan mobile dan di tahun 2008 saja menambah setengah miliar pelanggan baru. Menariknya, 75% dari pelanggan berada di pasar yang tumbuh dan penggunaan peranti mobile adalah satu-satunya alat komunikasi elektronis yang mereka miliki. Hampir semua peranti memiliki kemampuan teks SMS, dan konektivitas Internet juga meningkat (walau angka pasti belum ada). Berdasarkan estimasi, pada 2013, hampir 70% telepon genggam di negara maju akan memiliki Internet browser dan near-field communications.
Good data, good decisions: Walau memiliki database besar dan data warehouse yang bahkan lebih besar lagi, di perusahaan, penggunaan data dalam membuat keputusan merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari daripada aturan. Alasannya cukup banyak: data yang tidak terkait bisa muncul dari sistem yang dipergunakan oleh divisi yang berbeda-beda, kumpulan proses bisnis yang diwariskan karena merger atau akuisisi, kesulitan mengakses data dari sistem backend, dsb.
Apa signifikansinya? Semua kemajuan ini, bila disatukan, akan menjadi tantangan tersendiri. Walau kecanggihan anali merupakan dasar bagi kompetisi bisnis dalam kurun beberapa tahun ke depan, anali sendiri akan “peranti” yang tersedia bagi semua. Hasilnya, yang masuk dalam mesin anali, yaitu data – dan bagaimana organisasi memanfaatkan apa yang keluar dari mesin anali, yaitu keputusan – merupakan manfaat yang dimiliki perusahaan. Dengan kematangan dari kapabilitas teknologi baru, perusahaan yang memiliki pendekatan komprehensif dalam pengelolaan data akan memiliki posisi yang menguntungkan dibandingkan yang belum memikirkan perlunya konvergensi.
Utoyo Nurtanio
Eksekutif Senior dan pemimpin sektor Sistem Informasi dan Teknologi di Accenture – Konsultan Manajemen dan Teknologi serta Pelaku Alih Daya beralamat di www.accenture.com
SWA 03/XXV/5-18 Februari 2009
* Dengan dukungan teknologi, semuanya menjadi mudah dan mungkin.