Bagaimana anda dapat mengembangkan sikap tak terkalahkan dan tidak mau menyerah ini? Nah, pertama, jangan pernah berbicara soal kekalahan, karena jika anda melakukannya anda sebenarnya menyuruh diri anda untuk menerima kekalahan. Suatu waktu, ketika saya pribadi tengah mengalami kesulitan, seseorang di West Coast, yang tidak saya kenal, menelepon saya. Yang ia katakan hanyalah ini: “Jangan khawatir dan jangan menyerah. Saya menyampaikan Berita Baik untuk anda.” Sebelum saya dapat bertanya kepadanya apa Berita Baik itu, ia sudah meletakkan gagang telepon. Dan saya masih tidak mengetahui apa yang ia maksudkan dengan Berita Baik. Akan tetapi, saya tiba-tiba menyadari bahwa saya selama ini tidak mengucapkan kata-kata yang baik dan penuh harapan; saya selama ini berbicara “merendahkan diri.” Dan dengan tindakan itu saya sebenarnya membujuk diri saya ke dalam sikap kalah sehingga menjadi kalah. Jadi, saya mulai mengucapkan kata-kata yang baik, kata-kata seperti harapan-kepercayaan-iman-kemenangan. Saya menggunakan penegasan yang mujarab, “Saya pasti bisa bila saya piker bisa.” Saya mulai bertindak dan berpikir dan bekerja atas dasar penegasan itu. Cobalah dan seluruh kepribadian anda akan mulai meraih hal-hal yang baik; dan mendapatkannya pula.
Di dalam sebuah artikel, Phyllis Simolke mendiskusikan gagasan “kata yang baik” ini, dan betapa berbahayanya menggunakan kata-kata yang negatif. Sebagai contoh, ia menyarankan untuk mempertimbangkan kata “no” atau tidak. Kata “no” itu menunjukkan penutupan pintu. Kata ini berarti kegagalan, kekalahan, penundaan. Akan tetapi ejalah dari belakang dan ambil harapan baru, karena dari belakang kata tersebut dieja “on” atau maju. Benar-benarlah bergiat; desaklah “maju” tanpa henti ke arah tujuan anda hingga masalah anda terpecahkan dan kesulitan anda teratasi.
Ia juga mengarahkan perhatian kepada kata “teem” atau penuh. Segalanya tampak “penuh” di dalam kehidupan anda, penuh dengan kesulitan, penuh dengan penyesalan, penuh dengan ketidakefektivan. Maka, ia menganjurkan membalik kata tersebut untuk membentuk kata “meet” atau hadapi. Hadapi tiap masalah ketika masalah itu timbul. Anda tidak lagi perlu penuh dengan kekalahan dan ketidakberdayaan, tetapi akan menjadi produktif dan kreatif dengan menghadapi secara bersemangat tiap tantangan ketika tantangan tersebut muncul. Balik “no” menjadi “on” dan “teem” menjadi “meet.”
Ubah cara berpikir anda untuk menghadapi masalah dengan cara yang konstruktif dan positif. Dan ingat prinsip ketekunan: Jangan terlalu cepat untuk menyerah.
Sesungguhnya, peluang anda untuk benar-benar tiba di tempat yang anda tuju di dalam kehidupan kerap bergantung pada reaksi anda terhadap semacam kemunduran yang menghancurkan. Apakah anda akan menyerah atau apakah anda akan terus berusaha? Hanya sesederhana itu. Dan apa yang anda putuskan menentukan masa depan anda.
Anda Pasti Bisa bila Anda Pikir Bisa – Norman Vincent Peale, Professional Books