Ketika anda mengalami masalah, yaitu masalah yang amat sulit dan menyusahkan, barangkali amat mengecilkan hati, ada satu prinsip dasar untuk diterapkan dan terus diterapkan. Prinsip ini adalah – jangan pernah berhenti atau menyerah.
Menyerah sama juga dengan mengundang kekalahan total. Dan ini tidak hanya menyangkut persoalan yang dihadapi. Menyerah menunjang kekalahan pribadi. Menyerah cenderung mengembangkan psikologi kekalahan.
Hadapilah masalah dengan cara lain jika metode yang anda gunakan tidak berhasil. Dan jika pendekatan baru tersebut gagal berjalan dengan baik, maka dekatilah dengan cara lain lagi hingga anda benar-benar menemukan kunci bagi situasinya. Karena kunci itu memang ada, selalu ada, dan pencarian serta usaha yang terus menerus dan bijaksana, serta tidak menyimpang pasti akan menghasilkannya.
Pada waktu makan siang saya melihat salah seorang teman yang mempunyai kebiasaan menggambar diagram di atas taplak meja berwarna putih untuk mengilustrasikan pokok-pokok yang ia sampaikan. Ia sedang berbicara tentang seseorang yang mengalami kesulitan, tetapi orang ini lebih kuat dibandingkan masalah yang dihadapinya. Orang ini tidak mau berhenti hingga akhirnya memperoleh hasil yang spektakuler.
Diagram tersebut menggambarkan seorang pria yang sedang menghadapi sebuah gunung besar. “Bagaimana ia akan tiba ke sisi lain dari gunung itu?” teman semeja saya bertanya.
“Kelilingi gunung itu.” Saya menjawab.
“Terlalu jauh jaraknya.”
“Kalau begitu, gali terowongan di bawahnya,” saya menyarankan.
“Tidak mungkin, terlalu dalam. Beginilah caranya. Ia naik ke atasnya secara mental. Jika orang dapat merancang suatu mekanisme yang dapat terbang setinggi empat ribu kaki – di atas gunung – ia dapat muncul dengan jenis berpikir yang dapat mengangkat dirinya ke atas kesulitan yang menggunung.”
“Cerdik sekali, Bill. Saya juga pernah membaca konsep seperti itu. ‘Sesungguhnya barang siapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.”’
“Ya, begitulah idenya,” ia setuju dengan antusias. “Cukup berpikir, jangan menjadi emosional, dan berpeganglah pada prinsip jangan terlalu cepat untuk menyerah.”
Belum lama ini saya menerima sepucuk surat dari orang yang memanfaatkan prinsip ini secara berhasil. Ia mengatakan kepada saya bahwa beberapa tahun yang lalu ia mengembangkan sebuah sistem dinding prafabrikasi (siap pasang) untuk rumah mobil. Ia mendirikan sebuah perusahaan dan menginvestasikan semua uangnya ke dalamnya, tetapi perusahaan tersebut tidak bertahan, gagal berkembang. Perusahaan tersebut mengalami kesulitan demi kesulitan, begitu besar kesulitannya sehingga rekan-rekannya memintanya untuk menutup saja perusahaannya. Akan tetapi ia tidak mau menyerah.
Orang ini adalah pemikir positif. Ia juga orang yang memperlihatkan jenis keyakinan “bertahan”, suatu karakter yang tidak terkalahkan. Ia percaya bahwa kesulitan ini tidak perlu mengalahkan atau menghancurkannya. Ia berkata, “Saya menolak bahkan untuk memikirkan gagasan untuk berhenti.” Ia pun berpikir secara rasional dan mendalam dan memperoleh sebuah gagasan. Dan anda akan selalu mendapatkan gagasan jika anda berpikir dan tidak panik. Ia memutuskan untuk mendirikan suatu lini sistem lantai prafabrikasi untuk mendampingi sistem dinding prafabrikasi. Dan dengan ini ia “memenangkan hadiah besar.” Sebuah perusahaan besar yang membuat rumah mobil memborongnya. Ia menulis surat kepada saya untuk menceritakan tentang hal itu dan ia menyatakannya dengan ungkapan yang dahsyat ini: “Jangan terlalu cepat untuk menyerah!”
Anda dan saya telah melihat berulang-ulang tragedi yang sesungguhnya. Kita telah melihat orang dengan tujuan dan sasaran. Mereka bekerja … mereka berjuang … mereka berpikir … mereka berdoa. Akan tetapi, karena perjalanan sulit, mereka menjadi letih dan putus asa dan akhirnya mereka berhenti. Dan sesudahnya, sering diketahui bahwa seandainya saja mereka bertekun sedikit lebih lama lagi, seandainya saja mereka dapat melihat ke depan, mereka akan menemukan hasil yang mereka cari.
Anda Pasti Bisa bila Anda Pikir Bisa – Norman Vincent Peale, Professional Books