Posted by: retarigan | December 18, 2010

Learning Organization (Organisasi Pembelajaran)


Mata Kuliah: Teori Organisasi, asuhan: Prof. Dr. Ir. Sjafri Mangkuprawira

Pengertian:

  • “Organizational learning means the process of improving actions through better knowledge and understanding” (C. Marlene Fiol and Marjorie A. Lyles, 1985)
  • “Organizational learning occurs through shared insights, knowledge, and mental model … (and) build on past knowledge, and experience-that is on memory” (Ray Stata, 1989)

Senge (1992), organisasi pembelajaran adalah:

  1. Organisasi yang terus menerus mau berkembang untuk meningkatkan kinerjanya termasuk didalamnya perubahan budaya organisasi.
  2. Organisasi yang berusaha mengatasi ketidakmampuan belajar untuk memahami secara jelas ancaman dan berusaha untuk mengenal peluang baru untuk kemajuan organisasi.

Mangkuprawira (2009), langkah-langkah yang bisa diterapkan untuk mewujudkan perusahaan menjadi organisasi pembelajaran:

  • Ada dukungan manajemen puncak
  • Pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia berbasis kompetensi
  • Pengembangan umpan balik di semua lini
  • Penyediaan dan pengembangan sistem informasi dan manajemen

Reward utama bagi karyawan, bertambahnya ilmu pengetahuan sebagai daya saing untuk dapat diimplementasikan diperusahaan.

Pedler, et al. (Dale, 2003) suatu organisasi pembelajaran adalah organisasi yang:

  1. Mempunyai suasana dimana anggota-anggotanya secara individu terdorong untuk belajar dan mengembangkan potensi penuh mereka.
  2. Memperluas budaya belajar ini sampai pada pelanggan, pemasok dan stakeholder lain yang signifikan.
  3. Menjadikan strategi pengembangan sumberdaya manusia sebagai pusat kebijakan bisnis.
  4. Berada dalam proses transformasi organisasi secara terus menerus.

Lanjutan …

Peter Senge (1990) mengatakan sebuah organisasi pembelajar adalah organisasi “yang terus menerus memperbesar kemampuannya untuk menciptakan masa depannya” dan berpendapat mereka dibedakan oleh lima disiplin, yaitu:

    • Penguasaan pribadi,
    • Model mental,
    • Visi bersama,
    • Pembelajaran tim, dan
    • Pemikiran sistem.

    Lundberg (Dale, 2003) pembelajaran organisasi adalah:

    1. Tidaklah semata-mata jumlah pembelajaran masing-masing anggota
    2. Pembelajaran itu membangun pemahaman yang luas terhadap keadaan internal maupun eksternal melalui kegiatan-kegiatan dan sistem-sistem yang tidak tergantung pada anggota-anggota tertentu
    3. Pembelajaran tidak hanya tentang penataan kembali atau perancangan kembali unsur-unsur organisasi
    4. Pembelajaran lebih merupakan suatu bentuk meta pembelajaran yang mensyaratkan pemikiran kembali pola-pola yang menyambung dan mempertautkan potongan-potongan sebuah organisasi dan juga mempertautkan pola-pola dengan lingkungan yang relevan
    5. Pembelajaran organisasi adalah suatu proses yang seolah-olah mengikat beberapa sub proses
    6. Pembelajaran organisasi mencakup unsur kognitif

    Dari beberapa pendapat di atas maka dapat didefinisikan arti organisasi-organisasi belajar, yaitu:

    • Bentuk suatu organisasi yang mengandung sistem, mekanisme, dan proses yang digunakan secara berkesinambung untuk memperkuat kapabilitas organisasi dan mereka yang bekerja dengan dan untuk organisasi dalam mencapai tujuan yang bersinambung untuk organisasi dan masyarakat di mana mereka bekerja.

      Faktor-faktor Organisasi Pembelajaran:

      1. Budaya belajar
      • a.    Masa depan organisasi
      • b.    Arah tukar menukar informasi tentang belajar
      • c.     Komitmen belajar
      • d.    Menilai orang dalam hal gagasan, kreativitas, dan kemampuan berimajinasi (kemampuan memetakan tujuan jangka panjang secara visual dengan men-slice menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk dapat dicapai dalam jangka pendek)
      • e.    Iklim keterbukaan dan kepercayaan: sebagai kekuatan belajar (proses belajar dapat berhasil bila ada keterbukaan untuk saling berbagi dan dapat menerima pendapat orang lain yang berbeda. Percaya bahwa informasi yang kita bagikan dapat memberikan nilai bagi organisasi untuk mencapai tujuannya).
      • f.     Belajar dari pengalaman

      2.  Proses manajemen kunci

      • a.    Perencanaan strategis
      • b.    Analisis pesaing
      • c.     Manajemen dan pemanfaatan informasi
      • d.    Perencanaan kapabilitas
      • e.    Tim dan organisasi pengembangan
      • f.     Ukuran kinerja
      • g.    Sistem imbalan dan penghargaan

      Perusahaan sebagai Organisasi belajar memiliki ciri-ciri:

      1. Adaptif terhadap lingkungan eksternal (secara dinamis)
      2. Secara berlanjut meningkatkan kemampuan organisasi terhadap perubahan-perubahan
      3. Menghargai perbedaan pendapat di antara anggota dan manajemen organisasi (perbedaan pendapat untuk tujuan enrichment (pengayaan). Konflik tidak harus menimbulkan friksi/gesekan)
      4. Mengembangkan proses berpikir kreatif (ciptakan suasana yang nyaman dan bangun infrastruktur pendukung serta adanya leadership)
      5. Mengembangkan kolektivitas, seperti halnya proses belajar individual (membantu terbangunnya kultur. Dengan kesepakatan, bila ada pelanggaran maka ada punishment atau sanksi sosial dari komunitas)
      6. Menggunakan hasil belajar untuk mencapai hasil yang lebih baik, dan (setiap hasil pembelajaran baik negatif maupun positif, mendapatkan pengalaman yang berharga untuk meningkatkan kinerja)
      7. Organisasi berbasis pengetahuan

      Ada juga yang dikenal dengan Knowing Organization, yang terdiri dari:

      Ada 5 (lima) disiplin: Peter Senge

      1.    Personal mastery (keahlian pribadi)

      • Belajar untuk memperluas kapasitas personal dalam mencapai hasil kerja yang paling diinginkan, dan menciptakan lingkungan organisasi yang menumbuhkan seluruh anggotanya untuk mengembangkan diri mereka menuju pencapaian sasaran dan makna bekerja sesuai dengan harapan yang mereka pilih.

      2.    Mental models (model mental)

      • Proses bercermin, sinambung memperjelas, dan meningkatkan gambaran diri kita tentang dunia luar, dan melihat bagaimana mereka membentuk keputusan dan tindakan kita.

      3.    Shared vision (visi bersama)

      • Membangun rasa komitmen dalam suatu kelompok, dengan mengembangkan gambaran bersama tentang masa depan yang akan diciptakan, prinsip dan praktek yang menuntun cara kita mencapai tujuan masa depan tersebut.

      4.    Team learning (pembelajaran tim)

      • Mentransformasikan pembicaraan dan keahlian berpikir (thinking skills) sehingga suatu kelompok dapat secara sah mengembangkan otak dan kemampuan yang lebih besar dibandingkan ketika masing-masing anggota kelompok bekerja sendiri.

      5.       System thinking (berpikir sistem)

      • Cara pandang, cara berbahasa untuk menggambarkan dan memahami kekuatan dan hubungan yang menentukan perilaku dari suatu sistem.

      Suatu Pendekatan Model Organisasi Pembelajaran:

      1.    Understanding the environment, organisasi pembelajaran akan memahami perubahan yang terjadi pada lingkungan di luar organisasi.

      2.    Visionary and Flexible, organisasi pembelajaran melibatkan sumberdaya manusia untuk bergerak menuju tujuan organisasi dan mencapainya dengan cara flexible menyesuaikan dengan perkembangan perubahan lingkungan.

      3.    Creates management option, dimulai dari individu sebagai sumberdaya manusia melakukan kreasi dan inovasi menciptakan hal-hal baru juga terhadap perkembangan manajemen.

      4.    Encourages teamwork, sebagai organisasi pembelajaran akan melibatkan team dalam organisasi untuk menindaklanjuti inovasi perorangan menjadi inovasi kelompok atau divisi, sehingga memiliki kekuatan tindak yang lebih berpengaruh bagi organisasi.

      5.    Encourages open discussion, mengembangkan team yang baik untuk menciptakan hal-hal baru dengan memberikan kebebasan bagi anggota team untuk saling memberi saran maupun kritik dalam tujuan menemukan solusi.

      6.    Persistance, ketekunan, kegigihan dan tidak mudah putus asa, menjadi ciri khas organisasi pembelajaran dalam mempersiapkan kapasitas sumberdaya manusia menghadapi masa depan sesuai tujuan organisasi.

      Keterampilan Kunci dibutuhkan:

      1.    Komunikasi, terutama kemampuan mengembangkan akses komunikasi dengan organisasi lain.

      2.    Menyimak dan mengobservasi.

      3.    Membimbing dan mendukung rekan belajar.

      4.    Mengambil suatu perspektif holistik: memperhatikan tim dan organisasi secara keseluruhan.

      5.    Menghadapi tantangan dan ketidakpastian.

       

       

       

       

       

       

       

      Edited by Riswan Efendi Tarigan, Doctoral Student of Business Management IPB 2010

      About these ads

      Responses

      1. Reblogged this on UmIati Bismillah.


      Leave a Reply

      Please log in using one of these methods to post your comment:

      WordPress.com Logo

      You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

      Twitter picture

      You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

      Facebook photo

      You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

      Google+ photo

      You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

      Connecting to %s

      Categories

      Follow

      Get every new post delivered to your Inbox.

      %d bloggers like this: