Posted by: retarigan | December 12, 2011

Bagaimana Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Seketika


Langkah pertama untuk menumbuhkan rasa percaya diri adalah tidak lagi berpura-pura yakin secara berlebihan. Artinya, Anda harus jujur pada cara Anda mengesampingkan kegelisahan diri. Jujur pula pada cara Anda mengabaikan angan-angan Anda. Memang tidak sulit untuk menipu diri, bahwa Anda memiliki keyakinan pada rasa percaya diri. Caranya, cukup mudah.

  • Dengan menciutkan angan-angan Anda.
  • Dengan membohongi diri sendiri tentang apa yang benar-benar Anda butuhkan.
  • Dengan mengerjakan semua yang biasa-biasa saja.
  • Dengan menghindari orang-orang atau situasi yang menantang Anda.
  • Dengan berkata pada diri sendiri: “Masa bodoh!”

Anggap saja Anda memang punya segudang angan-angan yang bertumpuk di kepala, tentang segala yang ingin Anda lakukan dan alami dalam hidup ini. Di antaranya, ada angan-angan sederhana yang bisa terwujud dengan sedikit saja rasa percaya diri, dan ada angan-angan muluk yang membutuhkan rasa percaya diri yang tinggi.

Jika rasa percaya diri Anda biasa-biasa saja, Anda akan mengkaji semua angan-angan itu dan berkata, “Sebenarnya, saya tidak begitu peduli tentang semua angan-angan muluk ini. Lagi pula, itu semua tidaklah penting bagi saya. Saya hanya peduli pada angan-angan yang sederhana saja. Dan saya tahu, bahwa saya mampu mewujudkannya.”

Maka Anda pun lalu membuat angan-angan kecil itu menjadi kenyataan, dan menyimpulkan: “Saya adalah orang yang percaya diri. Tidak sulit bagi saya untuk menghargai diri sendiri.” Padahal sebenarnya, Anda tengah menipu diri sendiri.

Bila target Anda hanya hal-hal yang Anda tahu bisa Anda laksanakan, Anda tidak akan pernah mampu menumbuhkan rasa percaya diri yang sejati.

Begitulah cara kita menutupi kekurang-percayaan diri kita, yaitu dengan mengangankan hal-hal yang biasa-biasa saja. Kalau kita tidak punya keinginan, kebutuhan atau hasrat apa pun, kita tidak akan pernah mengalami kegagalan, sehingga kita tidak perlu menghadapi kenyataan betapa rendahnya rasa percaya diri kita itu. Kita membatasi cakrawala cita-cita kita, bahkan menipu diri dengan menganggap kita sudah berbahagia dan penuh rasa percaya diri.

Sebenarnya, dengan mengangankan segala yang biasa-biasa, kita sudah merugikan diri sendiri. Kita menipu diri sendiri, saat secara diam-diam, menganggap hal-hal yang menggentarkan dan menantang itu tidak penting bagi kita. Baik yang berkaitan dengan target prestasi, ataupun dalam menjalin cinta dengan kekasih. Akibatnya, rasa percaya diri semu yang diperoleh dengan menghindari kekecewaan itu, seketika sirna begitu berhadapan dengan tantangan.

Sumber:  Barbara de Angelis, Confidence (Percaya Diri): Sumber Sukses dan Kemandirian, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2000


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: