Filsafat Filsuf Yunani Tentang Subyek dari Uang
Ajaran-ajaran filsuf Yunani kuno yang masih dasar berkembang sehingga digunakan dalam ekonomi modern. Faktanya perkataan mereka sesuai dengan kenyataan bahwa makna uang telah berubah selama sejarah hingga sekarang.
Berikut ini beberapa filsafat filsuf Yunani tentang subyek dari uang:
- Aristoteles
“Semua pekerjaan dibayar dengan uang dan menurunkan akal sehat.” “Emas. Anda akan mendapatkannya.” - Cato
“Mereka yang mencuri dari harta seseorang akan menghabiskan hidupnya dalam belenggu penderitaan.” - Cicero
“Uang yang tiada habisnya akan menciptakan peperangan.” - Diogenes
“Di rumah orang kaya tidak ada tempat untuk meludah, tetapi tempat meludahnya berada diwajahnya.” - Epictetus
“Kekayaan tidak berarti memiliki harta yang banyak, tetapi memiliki arti bahwa Anda memiliki beberapa impian.” - Epicurus
“Kekayaan tidak membuat kami menjadi sangat bahagia tetapi kekayaan menyiksa kami ketika kehilangan mereka.” - Euripides
“Barangsiapa tidak menganggap apa yang dia miliki sebagai kekayaan maka dia tidak bahagia, meskipun dia akan menguasai dunia. - Plato
“Dia yang mencuri sedikit sama seperti dia yang ingin mencuri banyak, tetapi dengan daya yang lebih kecil. “
“Kejujuran lebih tidak menguntungkan dibandingkan dengan ketidakjujuran.”
- Publilius Syrus
“Dengan uang maka seluruh dunia bergerak.”
- Socrates
“Apakah Anda tidak malu dengan memiliki uang yang banyak hanya untuk ketenaran dan prestise tetapi Anda tidak berpikir atau peduli tentang kebijaksanaan dan kebenaran dan peningkatan jiwa Anda? “ - Sophocles
“Tidak ada suatu apapun di dunia jika semangat diukur dengan uang.” - Themistokles
“Saya memilih pria cenderung dalam preferensi untuk orang kaya, saya ingin laki-laki tanpa uang daripada uang tanpa laki-laki. “ - Theophrastus
“Waktu adalah hal yang paling berharga bagi seorang pria karena pria dapat menghabiskan waktu.”
Sumber: http://www.tdwclub.com/f77/filsafat-filsuf-yunani-tentang-subyek-dari-uang-616/
Uang akan berarti, bila pemiliknya memiliki kebijaksaan dalam mengelolanya. RisET
12 Dewa Uang
Sejak orang-orang menyadari bahwa uang dapat dipertukarkan untuk barang-yang mereka butuhkan, mereka berdoa kepada beberapa dewa untuk mencapai kemakmuran. Ada 12 dewa uang yang terkenal di masanya dan diyakini oleh masyarakat tertentu.
Berikut ini 12 dewa uang yang terkenal di masanya:
- Abundantia
Abundantia adalah Dewi Romawi yang menjadi simbol dari kelimpahan, kemakmuran, dan nasib baik. Dia sering digambarkan dengan tanduk yang banyak yang mendistribusikan biji-bijian dan uang. Dia kadang-kadang muncul dalam cerita rakyat Prancis yang dikenal dengan nama Lady Hobunde.
- Cochimetl
Dewa Aztez ini adalah simbol dari pedagang dan negosiator yang sangat baik yang tidak pernah meminta bayaran lebih dari dagangan yang diperdagangkan.
- Daikoku
Dewa Jepang ini simbol dari kekayaan, pelindung tanah, dan pelindung petani. Dia digambarkan sebagai seorang pria gemuk yang makmur dengan dua karung beras dan sekantong perhiasan di atas bahunya.
- Eventus Bonus
Eventus Bonus berarti “akhir yang baik”, Dewi Romawi ini simbol dalam bisnis dan biasanya terkait dengan usaha pertanian.
- Hermes
Dewa Yunani ini merupakan simbol dari kekayaan, perdagangan, dan memiliki nasib baik adalah utusan para dewa. Tetapi putra Zeus dan Maia ini terkait dengan pencurian ternak dari Apollo.
- Mercury
Dewa Romawi ini simbol dari perdagangan, keuntungan, pedagang, dan parawisata. Dia memiliki sebuah kuil di Roma yang didedikasikan kepadanya di dekat Circus Maximus di mana diadakan pameran perdagangan.
- Minerva
Dewi ini simbol dari kebijaksanaan, kedokteran, seni, dan ilmu pengetahuan juga mengepalai divisi perdagangan kerajinan dan mitologi Romawi.
- Fortuna
Putri dari Jupiter ini buta dan dalam bahasa Yunani dikenal dengan nama Tyche). Dewi ini simbol dari kekayaan dan membawakan keberuntungan dalam agama Romawi. Dia datang untuk mewakili kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian.
- Oshun
Dewi Afrika ini simbol dari cinta, kesenangan, keindahan, dan diplomasi dengan asal-usul dalam bahasa Yoruba sering dikaitkan dengan uang. Dia dikenal karena kemurahan hati.
- Plutus
Dewa Yunani ini adalah simbol dari personifikasi kekayaan yang telah dibutakan oleh Zeus sehingga dia bisa mengeluarkan hadiah tanpa memperhatikan prestasi. Dia sering digambarkan dengan keranjang penuh jagung.
- Teutates
Teutates (atau Toutatis) adalah dewa Celtic kuno dan Galia yang mengawasi perang, kemakmuran, kesuburan, dan kekayaan. Manusia yang dikorbankan untuk Teutates terbunuh dengan kepala yang jatuh dulu ke dalam tong.
- Veles
Dewa Slavia ini simbol dari bidang peternakan, perdagangan, kekayaan, dan kemakmuran. Namun Veles sering digambarkan sebagai setan.
Setiap orang meyakini Dewa uang yang berbeda-beda, termasuk Anda pasti memiiki Dewa uang tertentu yang diyakini
Sumber: http://www.tdwclub.com/f77/12-dewa-uang-611/
Percayalah, Allah Bapa adalah sumber kekayaan terbesar dalam sejarah kehidupan. RisET
Membangun Pipa Saluran Uang
Mengatur keuangan yang membuat Anda semakin kaya adalah lebih banyak menghasilkan uang daripada uang yang keluar. Pola membangun pipa saluran uang akan membuat uang terus mengalir kepada Anda.
Apakah aku membangun saluran pipa untuk mengalirkan uang atau mengangkuti ember? (Robert T. Kiyosaki)
Keterangan:
Sebenarnya ilustrasi diatas adalah untuk membedakan antara orang-orang yang terus menjadi employee atau self employee dengan orang yang membangun bisnisnya dan investasinya sehingga terwujud pipa penghasilannya. Seperti dikisahkan oleh Robert Kiyosaki berikut:
Zaman dahulu kala ada sebuah desa kecil yang indah. Tempat itu sangat menyenangkan namun memiliki sebuah masalah. Desa itu tak punya air bila tak turun hujan, makanya para tetua desa memutuskan untuk menawarkan kontrak kepada siapa saja yang bisa menyediakan air bagi penduduk desa itu. Akhirnya ada dua orang yang mengajukan diri, dan para tetua desa berharap akan ada persaingan diantara mereka yang pada akhirnya dapat menekan harga.
Orang pertama yang menjalankan kontrak itu bernama Ed. Ia langsung membeli 2 buah ember dan langsung mengisi penampungan air (yang sudah dibuat dari beton oleh penduduk) dengan cara mengangkut air dari danau ke penampungan dengan kedua embernya dari pagi hingga petang. Setiap pagi ia harus bangun lebih awal untuk memastikan persediaan air cukup bagi penduduk desa saat mereka memerlukannya. Ia harus bekerja keras, tapi ia sangat senang karena bisa menghasilkan uang.
Pemegang kontrak kedua bernama Bill, yang beberapa waktu malah menghilang. Dia tidak membeli 2 ember untuk bersaing dengan Ed, malah membuat rencana usaha, mendirikan perusahaan, mencari penanam modal, mengangkat asisten untuk melakukan pekerjaannya dan kembali setelah enam bulan dengan membawa kru bangunan yang siap membangun jaringan pipa baja anti karat bervolume besar yang menyambungkan desa dengan danau. Pada saat pembukaan, Bill mengatakan bahwa airnya lebih bersih, bisa memasok 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 75% lebih murah dari Ed. Penduduk desa bersorak berlari kearah kran pipa Bill.
Supaya bisa bersaing, Ed juga menurunkan harga. Mempekerjakan kedua putranya untuk membantu giliran kerja malam dan pada akhir pekan. Ketika anaknya sekolah di perguruan tinggi, ia berkata pada mereka “Cepatlah kembali karena suatu saat bisnis ini akan menjadi milik kalian.” Entah kenapa, setelah lulus anak-anaknya tak pernah kembali. Dan akhirnya Ed mendapat masalah-masalah kepegawaian, karyawan menuntut naik gaji, peningkatan tunjangan dan ingin hanya mengangkut satu ember sekali jalan.
Berbeda dengan Bill, dia sadar bahwa desa-desa yang lain juga membutuhkan air. Makanya ia menulis ulang rancangan bisnisnya dan pergi untuk menjual sistem penyaluran air bersihnya ke desa-desa di seluruh dunia. Ia hanya mendapat keuntungan satu penny untuk setiap ember, tapi ia mengirimkan miliaran ember air setiap harinya dan semua uang itu mengalir kedalam rekening banknya. Bill telah membangun saluran pipa untuk mengalirkan uang bagi dirinya sendiri.
Belajar dari Robert Kiyosaki adalah untuk mereka yang sudah lelah mengangkuti ember dan siap membangun pipa agar uang bisa mengalir kedalam kantong mereka … bukan ke luar kantong mereka.
Semoga bermanfaat,
Tung Desem Waringin
Sumber: http://www.tdwclub.com/f76/membangun-pipa-saluran-uang-566/
Cara Mendapatkan Uang
Banyak peluang untuk Anda mendapatkan uang atau meningkatkan kekayaan. Belajar pada orang yang tepat juga cara untuk mudah melihat peluang yang menghasilkan uang.
“Anda tidak bisa melihat uang dengan mata anda.”(Robert T. Kiyosaki)
Cerita klasik tentang peluang dengan masalah adalah cerita tentang perusahaan sepatu yang mengirim marketing manager-nya ke Afrika di awal tahun 70-an. Begitu marketing manager tersebut sampai di Afrika dan turun dari pesawat, langsung jalan-jalan keliling Afrika. Setelah itu dia kirim telex kepada atasannya, “people in Africa doesn’t wear shoes. Tidak ada peluang.” Karena perusahaan tidak puas dengan marketing tersebut, maka dikirim marketing independen ke Afrika. Ketika marketing independen itu turun dari pesawat, langsung jalan-jalan. Kemudian kembali ke hotel untuk mengirim telex, ”People in Africa doesn’t wear shoes. Peluang fantastis.”
Hal yang dilihat oleh mata adalah sama, tetapi yang satu mengartikan sebagai yang salah, yang satu mengartikan sebagai peluang yang luar biasa.
“Uang dilihat dengan pikiran Anda.” (Robert Kiyosaki)
Mari kita lihat sekitar kita. Apapun yang kita lihat selalu menghasilkan uang untuk orang lain. Misalnya kita melihat mobil, ada orang yang mendapat uang karena mobil tersebut. Misalnya kita melihat lampu, melihat tanaman, melihat asap, melihat air, semua dalam level tertentu akan menghasilkan uang. Tapi masih saja banyak orang yang mengatakan bahwa tidak ada peluang untuk menghasilkan uang. Hal-hal apa yang membuat kita tidak bisa melihat peluang atau uang yaitu karena selama ini kita belajar dari orang yang salah seperti orang buta menuntun orang buta. Alasan kenapa banyak orang buta secara finansial karena mereka mendengarkan saran dari orang-orang yang secara mental buta secara keuangan.
Mungkin kita bisa langsung kaya, mungkin dengan menerima warisan, kawin dengan orang kaya, dapat undian. Apa yang terjadi lima tahun kemudian? Banyak diantara mereka yang kaya mendadak. Karena mereka tidak tahu cara mengelolanya, melakukan investasi yang salah atau bahkan berfoya-foya ke hal-hal yang negatif. Sehingga akhirnya uang mereka hilang dan kembali kepada pola yang lama. Jika pertama-tama tidak kau pahami di kepalamu, uang tidak akan melekat di tanganmu. Dan jika tidak melekat di tanganmu maka uang dan orang yang mempunyai uang akan menghindari.
Maka untuk melihat peluang, kita harus melatih otak kita.
Tung Desem Waringin
Sumber: http://www.tdwclub.com/f76/cara-mendapatkan-uang-565/
Empat Cara Mendapatkan Uang
Banyak cara umum untuk mendapatkan uang agar menjadi kaya. Menghasilkan uang melalui bisnis atau pekerjaan yang Anda jalani sekarang sebaiknya mengikuti empat cara berikut.
Menurut Robert Kiyosaki ada 4 kuadran yang melambangkan bagaimana cara mendapatkan uang bagi sekelompok orang, secara berurutan, sebagai berikut:
- Employee
- Self-employee
- Investor
- Business Owner
Employee dan Self-employee berada di sisi kiri, sedangkan Investor dan Business Owner berada di sisi kanan.
Employee dan Self-employee adalah orang-orang yang mengutamakan keamanan. Business owner dan Investor adalah orang – orang yang mengutamakan kebebasan.
Perbedaan antara Self-employee dengan Business Owner adalah Self-employee tidak bisa ditinggal dan selalu memerlukan orang tersebut.
Sedangkan ciri – ciri True Business Owner adalah walau ditinggal pemiliknya selama satu tahun, bisnisnya tetap menguntungkan dan berkembang. Orang bisa kaya dan miskin di empat kuadran tersebut.
Apabila Employee dan Self-employee sakit maka income akan terganggu. Sedangkan pemilik bisnis dan investor, bisnis dan investasinya menjadi asset yang terus menghasilkan pemasukan dengan atau tanpa bekerja.
Semua orang yang mempunyai rekening di bank boleh dikatakan investor, karena simpanan di bank akan menghasilkan bunga. Namun menurut Robert Kiyosaki menabung di bank adalah investasi yang paling menyedihkan. Kenapa? Seperti kondisi saat ini bunga bank hanya sekitar 5 – 6%, sedangkan inflasi sekitar 7%, jadi sebenarnya uangnya akan berkurang bukan bertambah.
Menurut Robert Kiyosaki rata-rata orang kaya memperoleh 70% dari sisi kanan kuadran plus 30% dari sisi kiri. Tidak peduli berapa banyak uang yang dihasilkan seseorang, mereka akan merasa lebih aman jika beroperasi di lebih dari satu kuadran.
Keamanan finansial berarti mempunyai pijakan yang kuat di kedua sisi kuadran. Jalan yang disarankan oleh Robert Kiyosaki baik dari E ataupun S lebih baik kita masuk ke B lebih dahulu karena pengalaman dan pendidikan dan cashflow. Jika sukses sebagai seorang B maka kita akan mendapatkan kesempatan menjadi I yang kuat, karena I akan menambah uangnya di B.
Karena sudah pernah menjadi B maka kita bisa mengenali B yang lain yang lebih bagus. Sangat beresiko berinvestasi pada seorang E atau S yang tidak mengetahui perbedaan antara sebuah sistem dengan produk atau yang tidak mempunyai ketrampilan kepemimpinan yang baik.
Jika memiliki bisnis yang berjalan dengan baik maka kita akan mempunyai waktu luang dan uang untuk berinvestasi di kuadran I dengan baik.
Semoga bermanfaat,
Tung Desem Waringin
Sumber: http://www.tdwclub.com/f76/empat-cara-mendapatkan-uang-551/
Uang adalah Ide
Belajar lebih cepat untuk menjadi kaya bisa Anda lakukan melalui uang. Berpikir besar akan mendatangkan ide dan ide tersebut membantu dalam mencapai keinginan Anda.
Uang adalah sebuah ide.
Zaman dahulu ketika satu kelompok orang beternak ayam, dan ketika mereka ingin mendapatkan ikan maka mereka akan pergi kepada orang-orang yang memiliki ikan sambil membawa ayamnya untuk ditukarkan dengan ikan (barter). Kemudian ketika zaman semakin maju, mereka memakai kerang untuk alat tukar. Kemudian mereka menggunakan tembaga dan emas sebagai alat tukar. Pada akhirnya mereka menggunakan uang, dan uang menghilang dengan adanya kartu kredit.
Uang adalah sebuah ide, sebagai contoh ketika kita bawa uang rupiah ke Amerika, mereka tidak menerima karena mereka tidak mempunyai ide terhadap apa yang kita tunjukkan.
Contoh favorit saya tentang uang adalah sebuah ide, adalah cerita tentang BH..!! Ketika di dalam seminar saya tanya kepada peserta berapa harga BH obralan. Ada yang jawab Rp 3000,- kemudian saya bulatkan menjadi Rp 10.000,- (karena yang Rp 3000,- mungkin talinya kendur dan gampang lepas), kemudian saya ceritakan semisal BH tersebut dipakai oleh Pamela Anderson (Bintang film sexy dari Bay Watch) selama 10 menit, kemudian BH tersebut dilelang. Apa yang terjadi? Ternyata BH tersebut harganya meningkat menjadi 10 juta bahkan 100 juta rupiah. Inilah yang namanya uang adalah sebuah ide. Dan ide datangnya dari benda diantara 2 telinga kita (tapi bukan hidung) yaitu otak. Ide ini diproduksi dengan cara berfikir dan berfikir adalah gratis. Dan apabila berfikir adalah gratis sebaiknya kita berfikir besar.
Banyak orang mengajarkan bahwa kita berfikir realistis. Menurut saya ada yang meleset. Hari ini adalah milik orang-orang yang tadinya dianggap tidak realistis, seperti terbang dengan pesawat, handphone, tenaga nuklir, TV begitu tipisnya sehingga bisa digulung, kaca yang bisa membersihkan sendiri, perpustakaan yang ada di dalam kacamata, belajar sambil tidur. Masa depan adalah milik orang-orang yang hari ini memiliki goal yang dianggap tidak realistis.
Goal kita boleh tidak masuk akal tapi rencananya harus masuk akal. Salah satu rencana yang masuk akal adalah kita mempunyai pembimbing yang sudah mencapai apa yang diinginkan atau yang mendekati apa yang kita inginkan. Seperti yang diceritakan oleh Prof. Yohanes Surya, Phd (ahli fisika) yang menjadi pembicara bersama saya di Semarang beberapa waktu yang lalu. Dikatakan sejak tahun 1961-2004, semua pemenang nobel fisika adalah murid dari pemenang nobel fisika. Seperti orang belajar main piano, mereka bisa belajar sendiri tapi sangat lama dan menggunakan jari sebelas (dua telunjuk), tapi jika mereka mencurahkan uang dan waktu untuk masuk kelas dengan seorang pengajar yang sudah bisa main piano, maka mereka akan belajar lebih cepat dan akhirnya bisa memainkan piano dengan baik.
Apabila kita ingin kaya, kita harus masuk kelas, mencurahkan uang dan waktu serta konsentrasi untuk belajar dari orang yang sudah melakukan. Ini akan mempercepat, daripada kita coba-coba sendiri.
Semoga bermanfaat,
Tung Desem Waringin
Sumber: http://www.tdwclub.com/f76/uang-adalah-ide-550/
Recent Comments