<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Riswan E. Tarigan, Thinker &#38; Motivator &#187; How to Talk to Anyone</title>
	<atom:link href="http://huxleyi.wordpress.com/category/how-to-talk-to-anyone/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://huxleyi.wordpress.com</link>
	<description>Just a Lowly Brother Person</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Dec 2009 07:50:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='huxleyi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/63608fb3b0fbd684208e87f49168deca?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Riswan E. Tarigan, Thinker &#38; Motivator &#187; How to Talk to Anyone</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://huxleyi.wordpress.com/osd.xml" title="Riswan E. Tarigan, Thinker &amp; Motivator" />
		<item>
		<title>Crock Comics &#8211; 06</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com/2008/12/01/crock-comics-06/</link>
		<comments>http://huxleyi.wordpress.com/2008/12/01/crock-comics-06/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 05:27:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tecnosolutio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Comics]]></category>
		<category><![CDATA[How to Talk to Anyone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huxleyi.wordpress.com/?p=683</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=683&subd=huxleyi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/12/crock-comics-06.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-684" title="crock-comics-06" src="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/12/crock-comics-06.jpg?w=500&#038;h=356" alt="crock-comics-06" width="500" height="356" /></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/huxleyi.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/huxleyi.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/huxleyi.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/huxleyi.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/huxleyi.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/huxleyi.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/huxleyi.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/huxleyi.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/huxleyi.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/huxleyi.wordpress.com/683/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=683&subd=huxleyi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huxleyi.wordpress.com/2008/12/01/crock-comics-06/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdd1b7bc6ccd2e73b3eb7265868f5dc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tecnosolutio</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/12/crock-comics-06.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">crock-comics-06</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMECAH KEBEKUAN</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com/2008/11/28/memecah-kebekuan/</link>
		<comments>http://huxleyi.wordpress.com/2008/11/28/memecah-kebekuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 08:39:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tecnosolutio</dc:creator>
				<category><![CDATA[How to Talk to Anyone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huxleyi.wordpress.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[
BERBICARA DENGAN ORANG ASING

Mengatasi perasaan malu – perasaan malu Anda dan      mereka
Memulai
Pertanyaan-pertanyaan yang harus dihindari
Hukum pertama percakapan
Bahasa tubuh
Adakah hal-hal tabu lainnya?

 
Entah lingkupnya sosial atau profesional, hal pertama yang harus diatasi dalam berbicara dengan orang-orang adalah membuat mereka mudah melakukannya. Kebanyakan dari kita biasanya malu, dan percayalah, saya pun pemalu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=613&subd=huxleyi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1 style="text-align:justify;"><a href="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/11/kucing-bersaudara.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-614" title="kucing-bersaudara" src="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/11/kucing-bersaudara.jpg?w=140&#038;h=122" alt="kucing-bersaudara" width="140" height="122" /></a></h1>
<p><strong>BERBICARA DENGAN ORANG ASING</strong></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Mengatasi perasaan malu – perasaan malu Anda dan      mereka</li>
<li class="MsoNormal">Memulai<em></em></li>
<li class="MsoNormal">Pertanyaan-pertanyaan yang harus dihindari<em></em></li>
<li class="MsoNormal">Hukum pertama percakapan<em></em></li>
<li class="MsoNormal">Bahasa tubuh<em></em></li>
<li class="MsoNormal">Adakah hal-hal tabu lainnya?<em></em></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Entah lingkupnya sosial atau profesional, hal pertama yang harus diatasi dalam berbicara dengan orang-orang adalah membuat mereka mudah melakukannya. Kebanyakan dari kita biasanya malu, dan percayalah, saya pun pemalu. Saya bocah Yahudi dari Brooklyn yang memakai kacamata dan terkenal pemalu. Dan kita semua cenderung gugup atau paling tidak agak gugup jika berbicara dengan orang yang belum pernah kita temui sebelumnya, atau saat pertama kali berbicara di depan publik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Cara terbaik untuk mengatasi perasaan malu adalah dengan mengingatkan diri Anda sendiri pada pepatah lama bahwa orang yang Anda ajak bicara memasukkan kakinya ke celana satu demi satu. Memang ini klise, tapi seperti kebanyakan klise, biasanya ini benar. Itu sebabnya mereka menjadi klise.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Klise ini merupakan cara efektif untuk melukiskan bahwa kita semua manusia, jadi Anda tak perlu gugup meski Anda berbicara dengan seorang profesor dengan empat gelar atau astronot yang telah terbang 18.000 mil ke luar angkasa, atau seseorang yang terpilih menjadi gubernur provinsi Anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ingatlah: Orang yang Anda ajak bicara akan semakin menikmati percakapan jika mereka tahu Anda menikmatinya juga, entah Anda merasa sederajat dengan mereka atau tidak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ingatlah bahwa kebanyakan dari kita mulai dengan cara yang sama. Sangat sedikit dari kita yang lahir kaya dan berkuasa, jika Anda bukan seorang Kennedy atau Rockefeller, atau anggota keluarga-keluarga pilihan. Kebanyakan dari kita mulai sebagai anak-anak dari keluarga dengan pendapatan menengah-atau-rendah. Kita bekerja sambilan untuk membayar kuliah atau sambil memulai karier kita. Dan orang-orang yang kita ajak bicara kemungkinan juga demikian. Barangkali kita tidak sekaya atau setenar mereka atau sama berhasilnya di bidang kita, tapi mungkin kita berasal dari latar belakang yang sama, jadi dapat dikatakan kita ini bersaudara. Anda tidak perlu merasa rendah diri atau terintimidasi. Anda berada di ruangan itu, sama seperti orang yang Anda ajak bicara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk membantu Anda mengatasi perasaan malu, ingatlah bahwa orang yang Anda ajak bicara sama malunya seperti Anda. Kebanyakan dari kita demikian. Mengingatkan diri tentang hal ini akan sangat menambah kemampuan Anda melepaskan perasaan malu itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kadang Anda bertemu dengan orang yang <em>jauh </em>lebih pemalu daripada Anda. Sangat gamblang dalam ingatan saya wawancara dengan seorang pilot angkatan udara yang menjadi “Jagoan” dengan menembak jatuh lebih dari lima pesawat musuh dalam Perang Dunia II.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada organisasi sosial pilot-pilot seperti itu – untuk mudahnya kita sebut Para Jagoan – yang cabang-cabangnya tidak hanya di Amerika Serikat, tapi juga di Jerman, Jepang, Vietnam, dan negara-negara lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semua cabang bertemu di Miami pada akhir tahun 1960-an, ketika saya membawakan sebuah <em>talk show </em>malam hari di stasiun WIOD, yang kemudian bergabung dengan Mutual Broadcasting System. <em>Miami Herald </em>menempatkan satu-satunya pilot jagoan yang tinggal di Miami itu, seorang analis persediaan yang pernah menembak jatuh tujuh pesawat Jerman dalam Perang Dunia II. Surat kabar itu menelepon produser saya dan menyarankan kami untuk menyiarkannya. Mereka mengatakan akan memuat isi pertunjukan dalam artikel mereka tentang orang itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kami <em>booking </em>jagoan itu untuk siaran. Ia dijadualkan selama satu jam, dari jam sebelas sampai tengah malam. Surat kabar itu mengatakan akan mengirim seorang reporter dan fotografer.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketika tamu kami tiba di studio, dan saya menjabat tangannya, saya perhatikan tangannya berkeringat. Saya hampir tidak mendengar ketika ia berkata halo. Jelas ia gugup. <em>Gugup? </em>Tuhan, orang ini tidak dalam kondisi untuk menerbangkan pesawat terbang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setelah lima menit berita jaringan, saya memulainnya pada pukul 23:05 dengan latar belakang singkat tentang perkumpulan para pilot. Kemudian saya mengajukan pertanyaan pertama saya,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“Mengapa Anda mau menjadi Pilot?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“Tidak tahu.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“<em>Well, </em>jelas Anda suka terbang.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“Yah.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“Tahukah Anda <em>mengapa </em>Anda suka terbang?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“Tidak.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beberapa pertanyaan yang diajukan kemudian, semua dijawab oleh jagoan kita ini dengan tiga kata atau kurang: Ya. Tidak. Tidak tahu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya menengok jam di studio. Saat itu pukul 23:07, dan saya sudah kehabisan bahan pembicaraan. Saya kehabisan bahan untuk ditanyakan kepada orang ini. Ia takut setengah mati. Benar-benar <em>ketakutan. </em>Herald jadi malu. Saya sendiri merasa tak enak. Setiap orang di sana mempunyai pikiran sama: Apa yang akan kami lakukan? Kami mempunyai sisa waktu lima puluh menit. Dan para pendengar di seluruh Miami dapat meraih tombol <em>tuning </em>radio mereka setiap saat sekarang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lagi saya teruskan dengan insting saya. Saya tanya dia, “Jika ada lima pesawat musuh di udara dan saya punya sebuah pesawat diparkir di belakang stasiun, akankah Anda kejar?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“Ya.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“Akankah Anda gugup?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“Tidak.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“Mengapa sekarang Anda gugup?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Jawabnya, “Karena saya tidak kenal siapa yang mendengarkan.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kemudian saya Tanya dia, “Jadi, Anda takut karena tidak tahu.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kami berhenti berbicara tentang hari-harinya di angkatan udara dan mulai membicarakan tentang ketakutan. Kegugupannya lenyap. Sungguh, dalam sepuluh menit saya telah menciptakan monster. Bicara tentang terbang? Tidak masalah. Ia bercerita dengan antusiasme besar, “Saya terobos awan dengan pesawat saya! Menukik tajam ke kanan! Matahari berkilau di ujung sayap…”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mereka harus membawanya keluar tengah malam. Ia masih saja berbicara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jagoan Perang Dunia II itu menjadi pembicara yang baik karena ia mampu mengatasi kekhawatirannya begitu ia masuk dalam momen itu dan menjadi terbiasa dengan suaranya sendiri. Pada mulanya kami berbicara tentang masa lalunya, dan ia tidak tahu apa yang akan saya tanyakan padanya. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi dalam wawancara, makanya ia takut setengah mati.</p>
<p class="MsoBodyText">Tapi begitu kami mulai membicarakan keadaan sekarang, tidak ada lagi yang ditakutkannya. Ia menceritakan apa yang terjadi di studio saat itu, mengungkapkan perasaannya. Karenanya kegugupannya lenyap dan kepercayaan dirinya kembali pada tingkat normal. Begitu melihat hal ini, saya dapat mengajaknya membicarakan masa lalu.</p>
<p class="MsoBodyText">Anda dapat menggunakan teknik yang sama untuk memecahkan kebekuan dengan yang Anda ajak bicara untuk pertama kali. Bagaimana? Gampang. Buatlah mereka merasa nyaman. Tanyakan tentang diri mereka sendiri. Dengan demikian, Anda mempunyai bahan untuk dibicarakan, dan teman bicara Anda akan menganggap Anda pembicara yang menyenangkan. Mengapa? Karena orang-orang <em>senang </em>diajak berbicara tentang diri mereka sendiri.</p>
<p class="MsoBodyText">Jangan percaya pada kata-kata <em>saya</em>. Nasihat yang sama datang dari Benjamin Disraeli, novelis, pejabat dan perdana menteri Inggris: “Berbicaralah kepada orang-orang tentang diri mereka dan mereka akan memperhatikan Anda.”</p>
<p class="MsoBodyText"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoBodyText">Sumber: Seni Berbicara, Author: Larry King</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/huxleyi.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/huxleyi.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/huxleyi.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/huxleyi.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/huxleyi.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/huxleyi.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/huxleyi.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/huxleyi.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/huxleyi.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/huxleyi.wordpress.com/613/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=613&subd=huxleyi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huxleyi.wordpress.com/2008/11/28/memecah-kebekuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdd1b7bc6ccd2e73b3eb7265868f5dc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tecnosolutio</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/11/kucing-bersaudara.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kucing-bersaudara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FORMULA LAIN UNTUK KEBERHASILAN</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com/2008/11/25/formula-lain-untuk-keberhasilan/</link>
		<comments>http://huxleyi.wordpress.com/2008/11/25/formula-lain-untuk-keberhasilan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 14:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tecnosolutio</dc:creator>
				<category><![CDATA[How to Talk to Anyone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huxleyi.wordpress.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Sikap yang benar &#8211; kemauan untuk berbicara, meski merasa tidak enak untuk pertama kali &#8211; adalah merupakan unsur dasar lain untuk menjadi pembicara yang baik. Setelah kegagalan saya di radio di Miami, saya membentuk sikap itu. Setelah berhasil mengatasi kasus &#8220;demam mike&#8221; itu, saya membuat komitmen bagi diri sendiri bahwa saya akan melakukan dua hal:

Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=547&subd=huxleyi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/11/formula-keberhasilan.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-571" title="formula-keberhasilan" src="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/11/formula-keberhasilan.jpg?w=149&#038;h=169" alt="formula-keberhasilan" width="149" height="169" /></a>Sikap yang benar &#8211; <em>kemauan </em>untuk berbicara, meski merasa tidak enak untuk pertama kali &#8211; adalah merupakan unsur dasar lain untuk menjadi pembicara yang baik. Setelah kegagalan saya di radio di Miami, saya membentuk sikap itu. Setelah berhasil mengatasi kasus &#8220;demam <em>mike</em>&#8221; itu, saya membuat komitmen bagi diri sendiri bahwa saya akan melakukan dua hal:</p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal">Saya      akan tetap berbicara.</li>
<li class="MsoNormal">Saya      akan meningkatkan kemampuan saya berbicara dengan melatihnya secara      bersungguh-sungguh.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Apa yang saya lakukan? Segala hal. Saya membawakan acara pagi, menyiarkan ramalan cuaca, mengisi sebagai reporter olahraga sore. Laporan bisnis. Saya membacakan berita, memberikan pidato-pidato. Jika orang yang bertugas sakit atau ingin mengambil cuti, saya bersedia menggantikannya. Saya sambut setiap peluang untuk berbicara di udara sesering mungkin. Tujuan saya adalah mengudara dan sukses di udara, maka saya katakan pada diri sendiri bahwa saya hanya melakukan apa yang dilakukan <em>Ted Williams </em>jika dirasakannya perlu &#8211; saya berlatih lebih keras.</p>
<p style="text-align:justify;">Anda juga dapat berlatih sebagai pembicara. Selain dengan buku-buku petunjuk dan sekarang, video-video tentang cara berbicara, banyak yang dapat Anda lakukan sendiri. Anda dapat berbicara sendiri di seputar rumah atau apartemen Anda. Saya melakukannya. Tidak sering, cuma kadang-kadang. Saya hidup sendiri, sehingga dari waktu ke waktu saya biasa mengucapkan beberapa kata kepada diri sendiri atau mencoba sesuatu yang barangkali ingin saya katakan nanti dalam pidato atau <em>show-show </em>saya. Saya tidak merasa rikuh melakukannya, meski tak ada seorang pun di sekitar saya. Anda dapat melakukan hal yang sama, meskipun Anda tidak hidup sendirian. Anda dapat masuk ke kamar sendiri, atau di gudang, atau saat mengendarai mobil. Dan Anda segera dapat berlatih berbicara dengan lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Anda dapat juga berdiri di depan kaca dan bicara pada bayangan Anda. Ini teknik lazim, khususnya bagi orang-orang yang berusaha meningkatkan kemampuan mereka sebagai pembicara publik. Tapi hal itu berguna juga untuk percakapan sehari-hari, dapat membantu Anda melatih diri membuat kontak mata, karena secara otomatis Anda akan menatap sosok di depan Anda, bayangan Anda di cermin.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan menganggap saya tidak waras jika saya menganjurkan teknik berikut ini – bicaralah pada anjing, kucing, burung, atau ikan mas Anda. Berbicara kepada hewan<span> </span>piaraan adalah cara yang hebat untuk berlatih berbicara kepada sesama – dan Anda tidak perlu khawatir akan dibantah atau diinterupsi.</p>
<p style="text-align:justify;">Di samping kemauan untuk melaksanakannya, Anda paling tidak memerlukan dua syarat untuk menjadi konversasionalis yang baik: <em>perhatian yang dalam kepada orang lain </em>dan <em>keterbukaan </em>diri Anda kepada mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pikir para pemirsa <em>talk show </em>malam saya di CNN dapat melihat dengan jelas bahwa saya menaruh perhatian pada para tamu saya. Saya pastikan untuk menatap mata mereka. (Kegagalan melakukan ini menjadi kehancuran bagi banyak orang, dan akan kita bicarakan kemudian.) Kemudian saya majukan kursi saya dan saya ajukan pertanyaan-pertanyaan tentang diri mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menghargai setiap orang dalam <em>show </em>saya – dari para presiden dan atlet Hall of Fame sampai ke Kermit si Katak dan Miss Piggy dari the Muppets, dan ya, saya berhasil. Anda tidak dapat berbicara dengan sukses pada orang-orang jika mereka menganggap Anda tidak tertarik pada apa yang mereka katakan atau Anda tidak menghargai mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/11/guguk.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-611" title="guguk" src="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/11/guguk.jpg?w=150&#038;h=168" alt="guguk" width="150" height="168" /></a>Saya ingat Will Rogers pernah berkata “Setiap orang banyak tidak tahunya, hanya saja pada masalah-masalah yang berbeda.” Ada baiknya mengingat ini, entah Anda berbicara kepada satu orang saat Anda bekerja, atau kepada seorang tamu TV di depan sepuluh juta orang. Yang perlu diingat, setiap orang ahli dalam <em>suatu hal</em>. Paling tidak, setiap orang memiliki satu subjek yang mereka suka membicarakannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hargailah selalu keahlian itu. Para pendengar Anda selalu bisa membedakan apakah Anda menghargai mereka atau tidak. Jika merasa dihargai, mereka akan memperhatikan dengan lebih saksama saat Anda berbicara. Jika tidak, apa pun yang Anda katakana atau lakukan takkan dapat memikat mereka pada apa yang sedang Anda bicarakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Syarat terakhir dalam formula keberhasilan saya adalah keterbukaan tentang diri Anda sementara Anda berbicara kepada orang lain, sebagaimana keterusterangan saya kepada audiens saya ketika saya mengalami kasus demam <em>mike </em>yang berat di hari pertama saya siaran. Inti aturannya,<span> </span>perlakukan orang-orang lain sebagaimana Anda ingin mereka memperlakukan Anda. Ini berlaku pada percakapan juga. Anda harus seterbuka dan sejujur teman bicara Anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini tidak berarti Anda harus berbicara tentang diri Anda sendiri sepanjang waktu atau membocorkan rahasia-rahasia pribadi. Justru sebaliknya. Inginkah Anda mendengar tentang batu empedu tetangga Anda? Atau akhir minggu rekan kerja Anda bersama mertuanya? Kemungkinan besar tidak, jadi jangan gunakan cerita-cerita Anda sebagai bahan percakapan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat yang sama, <em>hendaknya </em>Anda mengungkapkan jenis informasi yang ingin Anda tanyakan kepada orang lain. Mengatakan kepada orang-orang apa latar belakang Anda, apa yang Anda sukai dan apa yang tidak, adalah bagian dari memberi dan menerima dalam percakapan. Begitulah cara kita mengenal orang-orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Regis Philbin dan Kathie Lee Gifford adalah contoh pembicara yang baik, yang menunjukkan keterbukaan tentang diri mereka saat berbicara kepada para tamu mereka. Mereka masuk ke dalam diri Anda dengan mudah dan alami, dan mereka tidak ragu-ragu mengungkapkan selera mereka atau menceritakan kisah tentang diri mereka. Tanpa membuat diri menjadi pusat pembicaraan, mereka <em>menjadi </em>diri sendiri. Mereka tidak berusaha mengingkarinya. Jika cerita mereka menimbulkan nada sentimental atau jenis emosi lain, mereka tidak malu-malu menunjukkan perasaan mereka. Regis dan Kathie Lee jelas tahu, tidak ada salahnya menunjukkan sisi sentimental jika itu memang<span> </span>momen sentimental, atau ketakutan, kesedihan, atau apa saja yang mungkin dikisahkan cerita itu atau dirasakan tamu. Para audiens di studio dan di rumah melihatnya dan merasakan keterbukaan dan ketulusan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa pun yang pernah saya ajak bicara selama lebih dari beberapa menit, paling tidak tahu dua hal tentang diri saya: (1) Saya berasal dari Brooklyn dan (2) Saya orang Yahudi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana mereka tahu tentang saya? Karena saya menceritakan latar belakang saya kepada setiap orang yang berhubungan dengan saya. Itu bagian dari diri saya, jauh di dalam. Dan saya bangga sebagai orang Yahudi dan berasal dari Brooklyn. Jadi, banyak percakapan saya dimulai dengan referensi tentang latar belakang saya. Saya senang bercerita kepada orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Seandainya saya penggagap, akan saya katakana juga kepada teman bicara saya. “S-s-senang b-b-berkenalan d-dengan Anda. N-n-nama s-saya Larry King. S-saya m-mempunyai masalah g-ga-gap, tapi saya senang bercakap-cakap dengan Anda.”</p>
<p style="text-align:justify;">Anda telah menunjukkan keadaan diri Anda. Anda tidak perlu khawatir berbicara kepada orang itu, karena Anda telah menceritakan situasi Anda, yang bagaimanapun juga akan segera mereka ketahui. Anda telah mengatasinya, jadi tidak ada pretense. Percakapan itu memberikan kebebasan yang memungkinkan Anda berdua untuk semakin menikmatinya.<span> </span>Itu tidak akan menyembuhkan gagap Anda, tetapi akan membantu Anda menjadi pembicara yang baik, di samping juga mendapatkan rasa hormat dari orang yang Anda ajak bicara.</p>
<p style="text-align:justify;">Mel Tillis, penyanyi <em>country-western, </em>menggunakan pendekatan ini. Kariernya sebagai penyanyi sangat sukses dan ia benar-benar mengesankan sebagai tamu dalam sebuah wawancara, meskipun ia penggangap. Itu tidak tampak jika ia bernyanyi, tapi tampak jika ia berbicara. Mel tidak merasa rendah diri karenanya, melainkan menerimanya sepenuhnya, berkelakar tentangnya dan begitu santai menjadi dirinya sendiri, hingga Anda pun merasa nyaman juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang tamu di dalam <em>show </em>TV saya di Florida lahir dengan langit-langit mulut terbelah; sama sekali tidak mudah untuk memahami bicaranya. Tapi ia senang tampil dalam <em>show</em> saya dan bercerita tentang dirinya sendiri. Ia seorang multijutawan, meski beberapa orang menganggapnya orang cacat. Bagaimana ia dapat menjadi multijutawan? Ia seorang <em>salesman. </em>Tetapi ia mendekati siapa saja yang ia ajak bicara tanpa pretensi dan tanpa berusaha menyembunyikan kenyataan bahwa ia “lucu kalau berbicara”. Ia berhasil karena ia menyesuaikan diri dengan keadaannya dan juga membantu orang lain menyesuaikannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: Seni Berbicara, Author: Larry King</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/huxleyi.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/huxleyi.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/huxleyi.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/huxleyi.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/huxleyi.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/huxleyi.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/huxleyi.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/huxleyi.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/huxleyi.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/huxleyi.wordpress.com/547/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=547&subd=huxleyi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huxleyi.wordpress.com/2008/11/25/formula-lain-untuk-keberhasilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdd1b7bc6ccd2e73b3eb7265868f5dc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tecnosolutio</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/11/formula-keberhasilan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">formula-keberhasilan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/11/guguk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">guguk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbicara Satu Lawan Satu</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com/2008/11/24/berbicara-satu-lawan-satu/</link>
		<comments>http://huxleyi.wordpress.com/2008/11/24/berbicara-satu-lawan-satu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 14:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tecnosolutio</dc:creator>
				<category><![CDATA[How to Talk to Anyone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huxleyi.wordpress.com/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[DASAR-DASAR PERCAKAPAN YANG BERHASIL

Kejujuran
Sikap yang benar
Minat terhadap orang lain
Membuka diri sendiri

Berbicara itu seperti bermain golf, mengendarai mobil, atau mengelola toko &#8211; semakin sering melakukannya, semakin mahir Anda jadinya, dan semakin senang Anda melakukannya. Tetapi Anda harus mengetahui dasar-dasarnya terlebih dulu.
Saya beruntung telah mencapai suatu tingkat keberhasilan dalam berbicara. Barangkali saat membaca buku ini, Anda akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=541&subd=huxleyi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em><a href="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/11/bicara-satu-satu.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-573" title="bicara-satu-satu" src="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/11/bicara-satu-satu.jpg?w=198&#038;h=228" alt="bicara-satu-satu" width="198" height="228" /></a>DASAR-DASAR PERCAKAPAN YANG BERHASIL</em></strong></p>
<ul>
<li><strong>Kejujuran</strong></li>
<li><strong>Sikap yang benar</strong></li>
<li><strong>Minat terhadap orang lain</strong></li>
<li><strong>Membuka diri sendiri</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Berbicara itu seperti bermain golf, mengendarai mobil, atau mengelola toko &#8211; semakin sering melakukannya, semakin mahir Anda jadinya, dan semakin senang Anda melakukannya. Tetapi Anda harus mengetahui dasar-dasarnya terlebih dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya beruntung telah mencapai suatu tingkat keberhasilan dalam berbicara. Barangkali saat membaca buku ini, Anda akan berpikir dalam hati, &#8220;Oh, jelas &#8211; <em>dia </em>dapat mengatakan berbicara itu menyenangkan. Dia senang melakukannya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Memang benar, berbicara merupakan bakat alami bagi saya, tapi bukankah mereka yang mempunyai kemampuan alami untuk suatu hal pun harus berusaha mengembangkannya? Yaitu mengubah bakat menjadi keahlian. Ted Williams, pemukul bisbol terbesar yang dikarunia bakat alami lebih daripada siapa pun, mati-matian berlatih seperti orang-orang lain. Luciano Pavarotti dilahirkan dengan suara indah, tetapi ia tetap belajar menyanyi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mempunyai satu bakat alami, dan kecenderungan, untuk berbicara. Tetapi saya pernah mengalami begitu banyak kejadian di mana berbicara tidaklah mudah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DEBUT SAYA YANG GAGAL</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau Anda pernah menikmati sebuah stasiun radio di Miami Beach 37 tahun yang lalu dan menjadi saksi hari pertama saya siaran, Anda akan keheranan bahwa saya <em>bisa </em>bertahan, dan cukup berhasil, sebagai pembicara profesional.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu terjadi di stasiun WAHR, sebuah stasiun kecil berseberangan dengan kantor polisi, di First Street, dekat Washington, di pagi hari tanggal 1 Mei 1957. Tiga minggu saya berada di sana, berputar-putar, berharap dapat masuk ke dunia radio impian saya. <em>General manager </em>stasiun itu, Marshall Simmonds, mengatakan ia menyukai suara saya (padahal kata orang lain saya tidak dapat mengandalkannya), tapi ia tidak mempunyai lowongan. Saya tidak menjadi kecil hati. Saya bertekad akan mempergunakan kans saya, dan itu saya katakan padanya. Katanya boleh saja. Kalau saya masih berminat, saya akan mendapat pekerjaan begitu ada lowongan.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya baru saja keluar dari Brooklyn, dan saya dapat tinggal bersama paman saya Jack dan istrinya di sebuah apartemen kecil dekat stasiun itu, sambil menunggu kesempatan. Saya tidak mempunyai uang, sekadar berteduh di rumah paman saya saja. Setiap hari saya datang ke stasiun itu, mengamati para <em>disc jockey </em>(DJ) yang sedang siaran, penyiar yang membacakan berita, dan penyiar olahraga yang memberikan hasil-hasil pertandingan olahraga.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya perhatikan dengan penuh kekaguman kisah-kisah langsung dari AP (<em>American Press</em>) dan UPI (<em>United Press International</em>). Saya tulis beberapa cerita pende, berharap seseorang mau mengudarakannya. Tiba-tiba, setelah tiga minggu, seorang DJ yang bertugas pagi hari keluar. Marshall memanggil saya ke kantornya di hari Jumat, dan memberitahu bahwa saya mendapat pekerjaan, mulai Senin pagi jam sembilan. Saya memperoleh lim puluh lima dolar seminggu. Saya mengudara dari jam sembilan sampai sore, Senin sampai Jumat. Sore hari saya mengerjakan siaran berita dan siaran olahraga sampai selesai jam lima.</p>
<p style="text-align:justify;">Mimpi saya menjadi kenyataan! Tidak hanya bekerja di radio &#8211; saya akan mengudara selama tiga jam setiap pagi, <em>plus </em>setengah lusin kali atau lebih di sore harinya. Saya akan mengudara sesering Arthur Godfrey, superstar CBS itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak tidur sepanjang akhir minggu itu. Saya terus melatih kata-kata yang akan saya ucapkan di radio. Jam delapan tiga puluh di hari pertama saya, saya seperti keranjang basket. Saya minum kopi dan air untuk mulut dan kerongkongan saya yang kekeringan. Saya membawa rekaman <em>theme song </em>saya, <em>Swingin&#8217; Down the Lane-</em>nya Les Elgart, siap memasangnya begitu saya masuk ke studio. Saat itu saya semakin gugup saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Marshall Simmonds memanggil saya ke kantornya untuk memberikan ucapan selamat. Setelah saya mengucapkan terima kasih kepadanya, ia bertanya, &#8220;Nama apa yang akan kaupakai?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Kata saya, &#8220;Apa maksud Anda?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Yah, kau tidak dapat memakai Larry Zeiger. Ini soal etnik. Orang tidak akan dapat mengeja atau mengingatnya. Kau perlu nama yang bagus. Kau tidak akan memakai Larry Zieger.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Ia membuka <em>Miami Herald </em>di mejanya. Di situ ada sehalaman penuh King&#8217;s Wholesale Liquors. Marshall menunduk, lalu berkata, &#8220;Bagaimana jika Larry <em>King</em>?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Oke.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Baiklah. Itulah namamu &#8211; Larry King. Kau membawakan <em>The Larry King Show.</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, begitulah saya, dengan pekerjaan baru, pertunjukan baru, <em>theme song </em>baru, bahkan nama baru. Berita datang pukul sembilan, dan saya duduk di dalam studio, diiringi <em>Swingin&#8221; Down the Lane, </em>siap menyiarkan <em>The Larry King Show </em>kepada pendengar. Mulut saya serasa seperti kapas.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai teknisi (seperti halnya di stasiun radio kecil), saya memulai <em>theme song </em>itu. Musik mulai. Lalu saya lirihkan perlahan agar saya bisa mulai berbicara. Tetapi tidak ada yang keluar.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu saya keraskan lagi musiknya dan saya lirihkan lagi. Tetap saja tidak ada kata yang keluar dari mulut saya. Sampai tiga kali. Satu-satunya yang didengarkan para pendengar saya adalah rekaman lagu yang volumenya naik-turun, tanpa diikuti suara manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya masih ingat saat berkata pada diri saya bahwa saya salah, saya cuma seorang pembual jalanan, tapi tidak siap melakukannya secara profesional. Saya tahu saya suka jenis pekerjaan ini, tapi jelas saya tidak siap untuknya. Saya tidak mempunyai keberanian untuk melakukannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, Marshall Simmonds, orang yang telah begitu baik memberi saya kesempatan yang hebat, marah besar, semarah-marahnya seorang manajer. Ia menendang pintu ruang kontrol sampai terbuka dan mengucapkan tiga kata kepada saya, keras dan jelas, &#8220;<em>Ini bisnis komunikasi</em>!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian ia berbalik dan pergi sambil membanting pintu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya langsung menghadap ke mikrofon dan mengucapkan kata-kata pertama saya sebagai penyiar,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Selamat pagi. Ini hari pertama saya di radio. Saya sudah lama ingin mengudara. Saya telah berlatih sepanjang akhir minggu. Lima belas menit lalu mereka memberi saya nama baru. Saya telah membawa sebuah <em>theme song </em>yang siap diputar, tapi mulut saya kering. Saya gugup. <em>General manager </em>baru saja menendang pintu dan berkata, &#8220;Ini bisnis komunikasi.&#8217;&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mengucapkan sesuatu, saya jadi lebih yakin untuk memulai. Saya jadi mampu berbicara, dan pertunjukan selanjutnya berjalan lancar. Itulah awal karier saya dalam berbicara. Saya tidak pernah gugup lagi di radio.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>KEJUJURAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang saya pelajari mengenai berbicara, pagi itu di Miami Beach: Entah Anda mengudara atau tidak: Jujurlah. Anda tidak akan salah, dalam dunia kepenyiaran atau bidang-bidang bicara apa pun. Arthur Godfrey mengatakan hal yang sama pada saya tentang cara menjadi penyiar yang berhasil: Biarkan para pendengar dan penonton merasakan pengalaman-pengalaman dan perasaan Anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika saya membuat debut sebagai pembawa <em>talk show, </em>di Miami juga, saya mempunyai pengalaman yang sama. Itulah kedua kalinya saya gugup di udara, selain pengalaman pertama di radio dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya belum pernah tampil di televisi sebelumnya, dan saya merasa gugup. Produser menyuruh saya duduk di kursi putar. Kesalahan besar. Karena gugup, saya memutar-mutar kursi ke kiri dan ke kanan, dan setiap penonton di sana dapat melihatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini benar-benar menggelikan, lalu saya gunakan insting saya. Saya letakkan para penonton di posisi saya. Saya beritahu mereka saya gugup. Saya katakan saya telah di radio selama tiga tahun, tapi ini pertama kalinya saya di televisi. Dan seseorang menyuruh saya duduk di kursi putar ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, sekarang semua orang sudah tahu situasi saya, dan saya tidak gugup lagi. Saya lebih enak berbicara, dan lebih berhasil di malam pertama saya di televisi, karena saya jujur kepada orang-orang yang saya ajak bicara.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian seseorang bertanya pada saya, &#8220;Seandainya Anda berjalan-jalan di NBC News, lalu seseorang menggamit Anda dan menyuruh Anda duduk di kursi di dalam studio, menyodorkan setumpuk kertas pada Anda dan berkata, &#8220;Brokaw sakit. Kau yang mengudara,&#8217; dan lampu dinyalakan. Apa yang akan Anda lakukan?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya katakan saya akan benar-benar jujur. Saya akan menatap kamera dan berkata, &#8220;Saya sedang jalan-jalan di NBC ketika seseorang mengejutkan saya, menyodorkan kertas-kertas ini, dan berkata, &#8216;Brokaw sakit. Kau yang mengudara&#8217;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau saya berkata demikian, semua pemirsa akan tahu saya belum pernah membawakan berita, saya tidak tahu apa yang terjadi, saya membaca sesatu yang asing bagi saya, saya tidak tahu kamera mana yang harus dilihat. Sekarang semua pemirsa berada di posisi saya. Mereka bisa memahami saya. Mereka tahu saya jujur kepada mereka, dan saya akan berusaha sebaik-baiknya untuk mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya berhasil berkomunikasi dengan mereka, bukan hanya mengenai apa yang saya komunikasikan, tapi juga dilema yang saya hadapi. Sekarang saya dalam posisi yang lebih baik terhadap mereka daripada seandainya saya berusaha mengingkarinya. Sebaliknya, jika saya dapat tampil percaya diri, segalanya berlangsung lancar, dan saya mampu mengkomunikasikan ini kepada pemirsa saya, saya mengajak mereka bersama-sama saya untuk alasan yang sama &#8211; saya menjadikan mereka bagian dari pengalaman saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: Seni Berbicara kepada siapa saja, kapan saja, dimana saja. Author: Larry King</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/huxleyi.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/huxleyi.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/huxleyi.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/huxleyi.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/huxleyi.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/huxleyi.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/huxleyi.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/huxleyi.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/huxleyi.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/huxleyi.wordpress.com/541/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=541&subd=huxleyi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huxleyi.wordpress.com/2008/11/24/berbicara-satu-lawan-satu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fdd1b7bc6ccd2e73b3eb7265868f5dc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tecnosolutio</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://huxleyi.files.wordpress.com/2008/11/bicara-satu-satu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bicara-satu-satu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>