<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Riswan E. Tarigan, Thinker &#38; Motivator &#187; Motivation</title>
	<atom:link href="http://huxleyi.wordpress.com/category/motivation/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://huxleyi.wordpress.com</link>
	<description>Just a Lowly Brother Person</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Dec 2009 07:50:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='huxleyi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/63608fb3b0fbd684208e87f49168deca?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Riswan E. Tarigan, Thinker &#38; Motivator &#187; Motivation</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://huxleyi.wordpress.com/osd.xml" title="Riswan E. Tarigan, Thinker &amp; Motivator" />
		<item>
		<title>Pintu &#8211; Pintu yang Tertutup</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/14/pintu-pintu-yang-tertutup/</link>
		<comments>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/14/pintu-pintu-yang-tertutup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 00:58:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>retarigan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huxleyi.wordpress.com/?p=1772</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kita mengucap syukur kepada Tuhan untuk &#8220;pintu-pintu&#8221; yang tertutup dalam kehidupan kita sebagaimana kita mengucap syukur untuk &#8220;pintu-pintu&#8221; yang terbuka?
Mungkin saat ini kita sedang bertanya-tanya, mengapa Tuhan tidak mengabulkan doaku untuk bisa bekerja di perusahaan itu? Mengapa usaha dan bisnis yang aku rintis dan kudoakan tidak berhasil bahkan sering gagal? Mengapa hubunganku dengan kekasihku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1772&subd=huxleyi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   &lt;![endif]--><span style="color:#000000;">Pernahkah kita mengucap syukur kepada Tuhan untuk &#8220;pintu-pintu&#8221; yang tertutup dalam kehidupan kita sebagaimana kita mengucap syukur untuk &#8220;pintu-pintu&#8221; yang terbuka?</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Mungkin saat ini kita sedang bertanya-tanya, mengapa Tuhan tidak mengabulkan doaku untuk bisa bekerja di perusahaan itu? Mengapa usaha dan bisnis yang aku rintis dan kudoakan tidak berhasil bahkan sering gagal? Mengapa hubunganku dengan kekasihku kandas ditengah jalan? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu seringkali muncul dalam pikiran kita, di saat impian, harapan<br />
dan cita-cita kita tidak tercapai dan bahkan berantakan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pernahkah kita berpikir bahwa setiap kali Tuhan menutup sebuah pintu, sebenarnya Tuhan sedang mengarahkan kita kepada pintu yang lain dimana berkat yang lebih baik sedang menunggu kita????</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Seringkali kita tidak bisa berpikir dgn jernih dan melihat kebenaran tentang hal tersebut karena jiwa kita merana karena kesedihan dan mata kita buram dengan airmata. Kita lupa sama sekali tentang kebenaran yang mengatakan bahwa Allah menuntun kita seperti seorang Ayah menuntun anaknya, seperti seorang Gembala yang baik menuntun domba-dombaNya yang lemah dan bodoh.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kita lupa tentang kebenaran yang mengatakan; &#8220;&#8230;&#8230;jika kamu yang jahat tahu memberikan apa yang baik untuk anak-anakmu, terlebih lagi Bapamu yang di sorga&#8230;&#8230; &#8220;</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Salah satu alasan kenapa Tuhan menutup sebuah pintu atau beberapa pintu dalam kehidupan kita, yaitu karena di balik pintu-pintu itu tidak tersedia sesuatu yang berharga bagi hidup kita, atau juga mungkin ada sesuatu hal yang tidak akan membawa suatu kebaikan bagi kita.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Seringkali Tuhan menutup beberapa pintu dalam kehidupan kita hanya untuk membuat kita lebih dewasa, lebih tangguh, lebih berkualitas dan membuat kita lebih tahan uji!!!</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Tuhan memilih melakukan hal itu karena dalam keadaan demikianlah kita lebih mudah untuk menjadi rendah hati, untuk belajar mendengarkan nasihatNya; belajar tentang hal-hal yang lebih berarti, yg lebih bersifat kekal, belajar tentang menghargai orang lain dan belajar untuk tidak lagi bernafsu meninggikan diri sendiri.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Seorang penjual burung harus menyelubungi sangkar burungnya dengan sehelai kain hitam saat menginginkan burung yang ada di dalam sangkar itu untuk mengeluarkan suara kicauanya yang merdu dan indah. Konon dengan menutupi sangkar burung dan menjadikannya gelap akan membuat burung tersebut berkonsentrasi sehingga memunculkan hal-hal yang baik dari dirinya, yaitu kicauannya. Dan ketika sang burung melihat cahaya terang kembali, kicauannya selalu menjadi bunyi yang riang dan menyegarkan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Seorang pandai besi harus memanaskan berkali-kali batang besi yang berbentuk jelek dan kemudian harus menghajarnya juga berkali-kali diatas landasan tempa untuk kemudian menjelmakan bentuk besi jelek tersebut menjadi sebuah perkakas yang kuat, tahan banting dan berguna untuk banyak orang atau menjadikannya sebagai sebuah benda seni yang sangat indah dan mahal.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Nah, sekarang dapatkah anda percaya bahwa pintu-pintu yang tertutup dalam hidup anda bukan berarti Tuhan menghukum atau tidak mengasihi anda dan maukah anda mulai belajar  mempercayai hidup anda kepadaNya, kepada Dia yang maha tahu, maha bijaksana dan yang sangat mengasihi anda?</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Baiklah anda mulai belajar bersyukur kepadaNya untuk pintu-pintu yang tertutup dalam kehidupan kita, karena itu hanya mengarahkan anda kepada pintu anugerah dan berkat yang terbaik yang dibuka oleh Tuhan untuk kehidupan anda!!!!</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Karena Allah Bapa tahu dan mengerti apa yang terbaik untuk anak-anak yang di kasihiNya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">http://www.duniasex.com/forum/showthread.php?t=90500</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/huxleyi.wordpress.com/1772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/huxleyi.wordpress.com/1772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/huxleyi.wordpress.com/1772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/huxleyi.wordpress.com/1772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/huxleyi.wordpress.com/1772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/huxleyi.wordpress.com/1772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/huxleyi.wordpress.com/1772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/huxleyi.wordpress.com/1772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/huxleyi.wordpress.com/1772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/huxleyi.wordpress.com/1772/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1772&subd=huxleyi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/14/pintu-pintu-yang-tertutup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a015bc6e5a3945c0cf4e20624fff7843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">retarigan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rencana Tuhan Pasti Indah</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/14/rencana-tuhan-pasti-indah/</link>
		<comments>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/14/rencana-tuhan-pasti-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 00:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>retarigan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huxleyi.wordpress.com/?p=1769</guid>
		<description><![CDATA[Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1769&subd=huxleyi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   &lt;![endif]--><span style="color:black;">Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: &#8220;Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.&#8221;</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; &#8221; anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. &#8220;</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Kemudian ibu berkata:&#8221;Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah;</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">&#8220;Allah, apa yang Engkau lakukan? &#8220;</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Ia menjawab:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">&#8221; Aku sedang menyulam kehidupanmu.&#8221;</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Dan aku membantah,&#8221; Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?&#8221;</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Kemudian Allah menjawab,&#8221; Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.&#8221;</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="color:black;">From: Dida Nurhaida </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">http://www.duniasex.com/forum/showthread.php?t=90533</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/huxleyi.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/huxleyi.wordpress.com/1769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/huxleyi.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/huxleyi.wordpress.com/1769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/huxleyi.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/huxleyi.wordpress.com/1769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/huxleyi.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/huxleyi.wordpress.com/1769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/huxleyi.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/huxleyi.wordpress.com/1769/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1769&subd=huxleyi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/14/rencana-tuhan-pasti-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a015bc6e5a3945c0cf4e20624fff7843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">retarigan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Tempat Suci</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/14/membangun-tempat-suci/</link>
		<comments>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/14/membangun-tempat-suci/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 00:49:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>retarigan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huxleyi.wordpress.com/?p=1765</guid>
		<description><![CDATA[Seorang laki-laki mengunjungi orang suci. &#8220;Aku ingin membangun sebuah tempat ibadah ,&#8221;kata laki-laki itu. 
&#8220;Perbaikilah niatmu.&#8221;
&#8220;Aku telah memperbaiki niatku.&#8221;
&#8220;Baiklah, jika niatmu telah benar, aku ingin tanya, bagaimana jika setelah tempat ibadah selesai dibangun lalu masyarakat menganggap orang lain yang telah membangunnya? Mereka sama sekali tidak menyebut namamu,&#8221;tanya beliau.
&#8220;Hal itu tentu akan terasa berat bagiku,&#8221; jawabnya.
&#8220;Niatmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1765&subd=huxleyi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   &lt;![endif]--><span style="color:black;">Seorang laki-laki mengunjungi orang suci. &#8220;Aku ingin membangun sebuah tempat ibadah ,&#8221;kata laki-laki itu. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">&#8220;Perbaikilah niatmu.&#8221;</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">&#8220;Aku telah memperbaiki niatku.&#8221;</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">&#8220;Baiklah, jika niatmu telah benar, aku ingin tanya, bagaimana jika setelah tempat ibadah selesai dibangun lalu masyarakat menganggap orang lain yang telah membangunnya? Mereka sama sekali tidak menyebut namamu,&#8221;tanya beliau.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">&#8220;Hal itu tentu akan terasa berat bagiku,&#8221; jawabnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">&#8220;Niatmu belum benar,&#8221; kata orang suci tersebut.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Datang seorang lelaki lain. &#8220;Aku ingin membangun tempat ibadah ikhlas demi Allah.&#8221;</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">&#8220;Berikanlah kepadaku dana yang telah kamu siapkan untuk membangun tempat ibadah itu. Nanti terserah padaku, akan kugunakan uang itu untuk membangun mesjid, makan atau dibagi-bagikan. Tetapi, di akhirat nanti, kamu akan memperoleh pahala membangun tempat ibadah.&#8221;<br />
&#8220;Akan kupikir-pikir dahulu.&#8221; Setelah berpikir, akhirnya lelaki itu menolak usulan orang suci tersebut.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Seorang laki-laki lain datang menemui orang suci. &#8220;aku ini seorang pedagang. Sudah lama aku berniat membangun tempat ibadah semata-mata karena Allah. Untuk mewujudkan cita-citaku ini, aku menabung tiap kali memperoleh keuntungan. Sekarang tabunganku telah cukup untuk membangun tempat ibadah.&#8221;</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">&#8220;Jika kamu benar-benar ingin membangun tempat ibadah, berikanlah tabunganmu itu kepadaku, terserah aku, akan aku gunakan uang itu untuk membangun, menyedekahkannya atau memakannya. Tetapi, di surga nanti, kamu akan memperoleh pahala membangun tempat ibadah tersebut dan pahala dari orang orang-orang yang beribadah di dalamnya.&#8221;</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">&#8220;Ya, jika benar ucapanmu itu, akan kuserahkan semua tabunganku kepadamu, dan aku tidak perlu bersusah-payah memikirkan pembangunan tempat ibadah. Aku akan pulang sekarang untuk mengirimkan uang itu kepadamu. Gunakanlah uang itu sesukamu,&#8221; kata lelaki itu kegirangan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">&#8220;Aku ini tidak membutuhkan tabunganmu. aku hanya ingin menguji niatmu. Sekarang, bangunlah sebuah tempat ibadah olehmu dan umumkanlah rencana pembangunan itu kepada masyarakat, karena niatmu telah benar.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">http://www.duniasex.com/forum/showthread.php?t=90537</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/huxleyi.wordpress.com/1765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/huxleyi.wordpress.com/1765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/huxleyi.wordpress.com/1765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/huxleyi.wordpress.com/1765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/huxleyi.wordpress.com/1765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/huxleyi.wordpress.com/1765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/huxleyi.wordpress.com/1765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/huxleyi.wordpress.com/1765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/huxleyi.wordpress.com/1765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/huxleyi.wordpress.com/1765/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1765&subd=huxleyi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/14/membangun-tempat-suci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a015bc6e5a3945c0cf4e20624fff7843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">retarigan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekayaan Manusia yang Terbesar</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/kekayaan-manusia-yang-terbesar/</link>
		<comments>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/kekayaan-manusia-yang-terbesar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 11:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>retarigan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huxleyi.wordpress.com/?p=1763</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : GEDE PRAMA
SEORANG sahabat yang mulai kelelahan hidup, pagi bangun, berangkat ke kantor, pulang malam dalam kelelahan, serta amat jarang bisa merasakan sinar matahari di kulit, kemudian bertanya: untuk apa hidup ini? Ada juga orang tua yang sudah benar-benar lelah mengungsi (kecil mengungsi di rumah orang tua, dewasa mengungsi ke lembaga pernikahan, tua mengungsi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1763&subd=huxleyi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   &lt;![endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Oleh : GEDE PRAMA</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">SEORANG sahabat yang mulai kelelahan hidup, pagi bangun, berangkat ke kantor, pulang malam dalam kelelahan, serta amat jarang bisa merasakan sinar matahari di kulit, kemudian bertanya: untuk apa hidup ini? Ada juga orang tua yang sudah benar-benar lelah mengungsi (kecil mengungsi di rumah orang tua, dewasa mengungsi ke lembaga pernikahan, tua mengungsi di rumah sakit), dan juga bertanya serupa.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Objek sekaligus subjek yang dikejar dalam hidup memang bermacam-macam. Ada yang mencari kekayaan, ada yang mengejar keterkenalan, ada yang lapar dengan kekaguman orang, ada yang demikian seriusnya di jalan-jalan spiritual sampai mengorbankan hampir segala-galanya. Dan<br />
tentu saja sudah menjadi hak masing-masing orang untuk memilih jalur bagi diri sendiri.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Namun yang paling banyak mendapat pengikut adalah mereka yang berjalan atau berlari memburu kekayaan (luar maupun dalam). Pedagang, pengusaha, pegawai, pejabat, petani, tentara, supir, penekun spiritual sampai dengan tukang sapu, tidak sedikit kepalanya yang<br />
diisi oleh gambar-gambar hidup agar cepat kaya. Sebagian bahkan mengambil jalan-jalan pintas.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Yang jelas, pilihan menjadi kaya tentu sebuah pilihan yang bisa dimengerti. Terutama dengan kaya materi manusia bisa melakukan lebih banyak hal. Dengan kekayaan di dalam, manusia bisa berjalan lebih jauh di jalan-jalan kehidupan. Dan soal jalur mana untuk menjadi kaya yang akan ditempuh, pilihan yang tersedia memang amat melimpah. Dari jualan asuransi, ikut MLM, memimpin perusahaan, jadi pengusaha, sampai dengan jadi pejabat tinggi. Namun, salah seorang orang bijak dari timur pernah menganjurkan sebuah jalan: <em>contentment is the greatest wealth.</em> Tentu agak unik kedengarannya. Terutama di zaman yang serba penuh dengan hiruk pikuk pencarian keluar. Menyebut cukup sebagai kekayaan manusia terbesar, tentu bisa dikira dan dituduh miring.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Ada yang mengira menganjurkan kemalasan, ada yang menuduh sebagai antikemajuan. Dan tentu saja tidak dilarang untuk berpikir seperti ini. Cuma, bagi setiap pejalan kehidupan yang sudah mencoba serta berjalan jauh di jalur-jalur &#8220;cukup&#8221;, segera akan mengerti, memang<br />
merasa cukuplah kekayaan manusia yang terbesar. Bukan merasa cukup kemudian berhenti berusaha dan bekerja.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Sekali lagi bukan. Terutama karena hidup serta alam memang berputar melalui hukum-hukum kerja. Sekaligus memberikan pilihan mengagumkan, bekerja dan lakukan tugas masing-masing sebaik-baiknya, namun terimalah hasilnya dengan rasa cukup.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Dan ada yang berbeda jauh di dalam sini, ketika tugas dan kerja keras sudah dipeluk dengan perasaan cukup. Tugasnya berjalan, kerja kerasnya juga berputar. Namun rasa syukurnya mengagumkan. Sekaligus membukakan pintu bagi perjalanan kehidupan yang penuh kemesraan.<br />
Tidak saja dengan diri sendiri, keluarga, tetangga serta teman. Dengan semua perwujudan Tuhan manusia mudah terhubung ketika rasa syukurnya mengagumkan. Tidak saja dalam keramaian manusia menemukan banyak kawan, di hutan yang paling sepi sekalipun ia menemukan banyak<br />
teman.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Dalam terang cahaya pemahaman seperti ini, rupanya merasa cukup jauh dari lebih sekadar memaksa diri agar damai. Awalnya, apapun memang diikuti keterpaksaan. Namun begitu merasa cukup menjadi sebuah kebiasaan, manusia seperti terlempar dengan nyaman ke sarang laba-laba kehidupan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Di mana semuanya (manusia, binatang, tetumbuhan, batu, air, awan, langit, matahari, dll) serba terhubung, sekaligus menyediakan rasa aman nyaman di sebuah titik pusat.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Orang tua mengajarkan hidup berputar seperti roda. Dan setiap pencarian kekayaan ke luar yang tidak mengenal rasa cukup, mudah sekali membuat manusia terguncang menakutkan di pinggir roda. Namun di titik pusat, tidak ada putaran. Yang ada hanya rasa cukup yang bersahabatkan hening, jernih sekaligus kaya. Bagi yang belum pernah mencoba, apa lagi diselimuti ketakutan, keraguan dan iri hati, hidup di titik pusat berbekalkan rasa cukup memang tidak terbayangkan.<br />
Hanya keberanian untuk melatih dirilah yang bisa membukakan pintu dalam hal ini.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Hidup yang ideal memang kaya di luar sekaligus di dalam. Dan ini bisa ditemukan orang-orang yang mampu mengkombinasikan antara kerja keras di satu sisi, serta rasa cukup di lain sisi. Bila orang-orang seperti ini berjalan lebih jauh lagi di jalan yang sama, akan datang suatu waktu dimana amat bahagia dengan hidup yang bodoh di luar, namun pintar mengagumkan di dalam. Biasa tampak luarnya, namun luar biasa pengalaman di dalamnya. Ini bisa terjadi, karena rasa cukup membawa manusia pelan-pelan mengurangi ketergantungan akan penilaian orang lain. Jangankan dinilai baik dan pintar, dinilai buruk sekaligus bodoh pun tidak ada masalah.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Salah satu manusia yang sudah sampai di sini bernama Susana Tamaro. Dalam novel indahnya berjudul &#8216;pergi ke mana hati membawamu&#8217; ia kurang lebih menulis: kata-kata ibarat sapu. Ketika dipakai menyapu, lantai lebih bersih namun debu terbang ke mana-mana. Dan hening ibarat lap pel. Lantai bersih tanpa membuat debu terbang. Dengan kata lain, pujian, makian, kekaguman, kebencian dan kata-kata manusia sejenis, hanya menjernihkan sebagian, sekaligus memperkotor di bagian lain (seperti sapu). Sedangkan hening di dalam bersama rasa cukup seperti lap pel, bersih, jernih tanpa menimbulkan dampak negatif. Manusia lain yang juga sampai di sini bernama Chogyum Trungpa, di salah satu karyanya yang mengagumkan (Shambala, The sacred path of the warrior), ia menulis: this basic wisdom of Shambala is that in this world, as it is, we can find a good and meaningful human life that will also serve others. That is our richness. Itulah kekayaan yang mengagumkan, bahwa dalam hidup yang sebagaimana adanya (bukan yang seharusnya) kita bisa menemukan kehidupan berguna sekaligus pelayanan bermakna buat pihak lain. ***</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Gede Prama adalah pencinta keheningan, tinggal di Jakarta (Sinar Harapan)</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">http://www.duniasex.com/forum/showthread.php?t=90548</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/huxleyi.wordpress.com/1763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/huxleyi.wordpress.com/1763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/huxleyi.wordpress.com/1763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/huxleyi.wordpress.com/1763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/huxleyi.wordpress.com/1763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/huxleyi.wordpress.com/1763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/huxleyi.wordpress.com/1763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/huxleyi.wordpress.com/1763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/huxleyi.wordpress.com/1763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/huxleyi.wordpress.com/1763/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1763&subd=huxleyi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/kekayaan-manusia-yang-terbesar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a015bc6e5a3945c0cf4e20624fff7843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">retarigan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahagia, ada pada Jiwa yang Bisa Bersyukur</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/bahagia-ada-pada-jiwa-yang-bisa-bersyukur/</link>
		<comments>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/bahagia-ada-pada-jiwa-yang-bisa-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 11:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>retarigan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huxleyi.wordpress.com/?p=1760</guid>
		<description><![CDATA[Pernah membayangkan, bagaimana seseorang menulis buku, bukan dengan tangan atau anggota tubuh lainnya, tetapi dengan kedipan kelopak mata kirinya? Jika Anda mengatakan itu hal yang mustahil untuk dilakukan, tentu saja Anda belum mengenal orang yang bernama Jean-ominique
Bauby. Dia pemimpin redaksi majalah Elle, majalah kebanggaan Prancis yang digandrungi wanita seluruh dunia.
Betapa mengagumkan tekad dan semangat hidup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1760&subd=huxleyi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   &lt;![endif]--><span style="color:#000000;">Pernah membayangkan, bagaimana seseorang menulis buku, bukan dengan tangan atau anggota tubuh lainnya, tetapi dengan kedipan kelopak mata kirinya? Jika Anda mengatakan itu hal yang mustahil untuk dilakukan, tentu saja Anda belum mengenal orang yang bernama Jean-ominique<br />
Bauby. Dia pemimpin redaksi majalah Elle, majalah kebanggaan Prancis yang digandrungi wanita seluruh dunia.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Betapa mengagumkan tekad dan semangat hidup maupun kemauannya untuk tetap menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal tiga hari setelah bukunya diterbitkan. Setelah tahu apa yang dialami si Jean dalam menempuh hidup ini, pasti Anda akan<br />
berpikir, &#8220;Berapa pun problem dan stres dan beban hidup kita semua, hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!&#8221;</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Tahun 1995, ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut locked-in syndrome, kelumpuhan total yang disebutnya &#8220;Seperti pikiran di dalam botol&#8221;. Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah cara dia berkomunikasi dengan para perawat, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Begini cara Jean menulis buku. Mereka (keluarga, perawat, teman-temannya) menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip apabila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. &#8220;Bukan main,&#8221; kata Anda.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ya, itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita disuruh &#8220;menulis&#8221; dengan cara si Jean, barang kali kita harus menangis dulu berhari-hari dan bukan buku yang jadi, tapi mungkin meminta ampun untuk tidak disuruh melakukan apa yang dilakukan Jean dalam pembuatan bukunya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang ditulisnya secara sangat istimewa. Judulnya, &#8220;Le Scaphandre&#8221; et le Papillon (<em>The Bubble and the Butterfly</em>).</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jean adalah contoh orang yang tidak menyerah pada nasib yang digariskan untuknya. Dia tetap hidup dalam kelumpuhan dan tetap berpikir jernih untuk bisa menjadi seseorang yang berguna, walaupun untuk menelan ludah pun, dia tidak mampu, karena seluruh otot dan saraf di tubuhnya lumpuh. Tetapi yang patut kita teladani adalah bagaimana dia menyikapi situasi hidup yang dialaminya dengan baik dan tetap menjadi seorang manusia (bahasa Sansekerta yang berarti pikiran yang terkendali), bahkan bersedia berperan langsung dalam film yang mengisahkan dirinya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jean, tetap hidup dengan bahagia dan optimistis, dengan kondisinya yang seperti sosok mayat bernapas. Sedangkan kita yang hidup tanpa punya problem seberat Jean, sering menjadi manusia yang selalu mengeluh..! Coba ingat-ingat apa yang kita lakukan. Ketika mendapat cuaca hujan, biasanya menggerutu. Sebaliknya, mendapat cuaca panas juga menggerutu. Punya anak banyak mengeluh, tidak punya anak juga mengeluh. Carl Jung, pernah menulis demikian: &#8220;Bagian yang paling menakutkan dan sekaligus menyulitkan adalah menerima diri sendiri secara utuh, dan hal yang paling sulit dibuka adalah pikiran yang tertutup!&#8221;</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Maka, betapapun kacaunya keadaan kita saat ini, bagi yang sedang stres berat, yang sedang berkelahi baik dengan diri sendiri maupun melawan orang lain, atau anggota keluarga yang sedang tidak bahagia karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, yang baru mendapat musibah<br />
kecelakaan atau bencana, bagi yang sedang di-PHK, ingatlah kita masih bisa menelan ludah, masih bisa makan dan menggerakkan anggota tubuh lainnya. Maka bersyukurlah, dan berbahagialah&#8230;! Jangan menjadi pengeluh, penggerutu, penuntut abadi, tapi bijaksanalah untuk bisa selalu think and thank (berpikir, kemudian berterima kasih/ bersyukur).</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dalam artikel yang berjudul Kegagalan &amp; Kesuksesan Hasil Konsekuensi Pikiran dituliskan, seseorang yang sadar sepenuhnya, dia datang ke dunia ini hanya dibekali sebuah nyawa (jiwa). Nah, nyawa itu harus dirawat dengan menjalani kehidupan secara bertanggung jawab. Dengan nyawa ini pulalah, seseorang harus hidup bahagia, di manapun dia berada, dan dalam kondisi apapun, diaharus bisa bahagia. Kunci kebahagiaan adalah bersyukur! Mensyukuri apa yang kita dapat itu penting, termasuk sebuah nyawa agar kita bisa hidup di alam ini. Dan kebahagiaan bisa dibuat, dengan tidak meminta (menuntut) apapun pada orang lain, tetapi memberikan apa yang bisa diberikan kepada orang lain agar mereka bahagia. Jadilah seseorang yang merasa ada gunanya untuk kehidupan ini.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Untuk itu, Anda bisa mendengarkan intuisi sendiri sehingga bertindak sesuai nurani dan menghasilkan apa yang Anda inginkan dalam hidup. Hadapi hidup dengan tabah karena orang-orang beruntung bukan tidak pernah gagal. Bukan tidak pernah ditolak, juga bukan tidak pernah<br />
kecewa. Justru banyak orang yang sukses itu sebetulnya orang yang telah banyak mengalami kegagalan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Berpikirlah positif, Anda akan menjadi orang yang beruntung. Banyak cerita tentang keberuntungan berasal dari kejadian-kejadian yang tidak menguntungkan. Misalnya, kehilangan pekerjaan memunculkan ide besar untuk mulai bisnis sendiri dan menjadi majikan. Ditolak pun<br />
bisa mendatangkan kesuksesan. Tetapi, untuk mendapatkan keberuntungan diperlukan usaha. Dan mulailah sekarang juga untuk berusaha! (SP)</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="color:#000000;">LIANNY HENDRANATA </span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">http://www.duniasex.com/forum/showthread.php?t=90553</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/huxleyi.wordpress.com/1760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/huxleyi.wordpress.com/1760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/huxleyi.wordpress.com/1760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/huxleyi.wordpress.com/1760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/huxleyi.wordpress.com/1760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/huxleyi.wordpress.com/1760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/huxleyi.wordpress.com/1760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/huxleyi.wordpress.com/1760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/huxleyi.wordpress.com/1760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/huxleyi.wordpress.com/1760/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1760&subd=huxleyi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/bahagia-ada-pada-jiwa-yang-bisa-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a015bc6e5a3945c0cf4e20624fff7843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">retarigan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Belajar Bagi Orang Dewasa</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/makna-belajar-bagi-orang-dewasa/</link>
		<comments>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/makna-belajar-bagi-orang-dewasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 11:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>retarigan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huxleyi.wordpress.com/?p=1757</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Untuk apa sekolah tinggi, toh akhirnya sama saja, bingung ke mana mencari pekerjaan yang cocok. Ijazah akademik tidak memberi jaminan identitas yang segagah gelarnya. Bahkan sudah tidak lagi bisa dihitung dengan jari jumlah kawan sesama sopir taksi yang bergelar sarjana. Bukankah hidup itu yang paling pokok adalah memiliki sumber penghasilan yang cukup untuk menutup pengeluaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1757&subd=huxleyi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   &lt;![endif]--><span style="color:#000000;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">&#8220;Untuk apa sekolah tinggi, toh akhirnya sama saja, bingung ke mana mencari pekerjaan yang cocok. Ijazah akademik tidak memberi jaminan identitas yang segagah gelarnya. Bahkan sudah tidak lagi bisa dihitung dengan jari jumlah kawan sesama sopir taksi yang bergelar sarjana. Bukankah hidup itu yang paling pokok adalah memiliki sumber penghasilan yang cukup untuk menutup pengeluaran dan sisanya ditabung buat warisan, benarkan Pak?&#8221; </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Begitulah perkataan yang pernah diucapkan oleh seorang sopir taksi dalam suatu pembicaraan santai. Logika dan pertanyaan pembenar sopir taksi itu bisa dijawab benar dan tidak benar. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kenyataan membuktikan semakin banyak jumlah kaum akademik yang tidak mendapatkan pekerjaan sesuai dengan disiplin ilmu atau gelarnya. Artinya ia menjalani pekerjaan yang semestinya tidak harus dilakukan setelah ia menyandang gelar akademik kebanggaannya. Ambillah contoh jika seorang sarjana pendidikan harus menjadi pedagang es keliling atau seorang sarjana hukum &#8216;mencari&#8217; makan dengan menjadi pedagang beras kaki lima. Atau sarjana ekonomi menjadi seorang sopir taksi. Tidak terdapat bentuk pelanggaran undang-undang apapun jika SPd menjadi penjual es keliling, jika SH menjadi penjual beras kaki lima, atau SE menjadi sopir taksi. Mengapa? Banyak alasan yang mendukungnya, antara lain: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-17.85pt;margin:0 0 3pt 26.9pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">1)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">mencari pekerjaan sama sulitnya dengan menahan godaan untuk mendapatkan tiket surga; </span></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-17.85pt;margin:0 0 3pt 26.9pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">2)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">hukumnya halal secara juridis; </span></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-17.85pt;margin:0 0 3pt 26.9pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">3)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">kebutuhan harian sesaat <em>(short term survival)</em> yang tidak bisa ditunda; </span></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 6pt 27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">4)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">pandangan lingkungan yang miring jika sarjana nongkrong di rumah. </span></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Dan masih banyak lagi alasan lainnya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Menjalani pekerjaan yang tidak sesuai dengan disiplin akademik memang sudah menjadi bentuk pemakluman bersama. Persoalan akan muncul ketika pekerjaan tersebut hanya bisa memenuhi sebagian kecil dari motivasi bekerja, misalnya uang saja atau hanya bebas dari asumsi lingkungan yang tidak-tidak. Di sisi lain, menjadi pengalaman kesyukuran hidup ketika ketidakcocokan tersebut membawa anda ke dalam keadaan yang sesungguhnya menjadi kemujuran tak disengaja. Sudah menerima gaji tinggi, simbol status sosial membanggakan, kemudian seluruh potensi mendapat tempat pemberdayaan secara optimal, meskipun pekerjaan itu tidak sesuai dengan latar belakang akademik anda.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Permasalahan timbul ketika individu yang melakoni pekerjaan yang tidak sesuai latar belakang akademiknya dengan motif keterpaksaan semata dalam upaya menghindar tekanan eksternal. Keterpaksaan inilah letak kesalahan yang sebenarnya, bukan bidang atau <em>job title </em>tertentu. Mengapa? Ketika motivasinya hanya terpaksa maka hidup tidak lagi berupa pilihan-pilihan untuk belajar berkembang melainkan kepastian dan kepasrahan. Padahal kepastian dan kepasrahan itu tidak memberinya banyak arti baik material dan non-material. Akan sangat berbeda jika pilihan diarahkan untuk belajar, berubah, dan berkembang. </span></span></p>
<h2><span style="color:#000000;">Definisi Belajar</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Salah satu iklan produk terkenal yang anda lihat kira-kira berbunyi, &#8220;Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan&#8221;. Anda pasti sudah memahami maksud tersiratnya. Tanpa harus anda ciptakan, masa tua akan tiba, tetapi untuk menjadi dewasa anda harus menciptakannya. Bagimana anda menciptakannya? Tidak lain hanyalah belajar dengan basis kehidupan menjadi dewasa. Artinya kehidupan ini harus dijadikan materi untuk belajar dari titik keterbatasan tertentu menuju titik kemampuan berikutnya. Belajar bagi orang dewasa adalah mencari untuk menemukan sesuatu tentang hidup tidak sebagaimana anak-anak yang hanya menerima dan terkadang masih jauh dari isu-isu kehidupan riilnya. Sejumlah definisi atau konsep yang dikemukakan para ahli tentang definisi belajar bagi orang dewasa bisa anda jadikan rujukan, antara lain:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">1.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Reg Revans (Penggagas Action Learning)</span></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Belajar bagi orang dewasa, menurut Reg Revans (1998) adalah proses menanyakan sesuatu bermula dari pengalaman ketidaktahuan tentang apa yang akan dilakukan karena jawaban yang ditemukan saat itu tidak lagi valid untuk mengatasi situasi yang sedang terjadi. Dengan kata lain, &#8220;<em>Learning is experiencing by exploration and discovery&#8221;</em>. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">2.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Bob Sadino</span></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Dalam banyak wawancara yang dikutip oleh sejumlah media cetak, Bob Sadino, seorang pakar di bidang agrobisnis, seringkali melontarkan kata-kata pendek tetapi membutuhkan penjelasan yang tidak cukup dibeberkan dalam satu sessi seminar. Kata-kata itu tidak lain adalah: <em>Cukup lakukan saja!</em> Pernyataan tersebut mengandung makna yang dalam dimana belajar merupakan bentuk transformasi visi ke suatu tindakan lalu berakhir dengan <em>achievement</em>. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">3.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Charles Handy</span></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Dalam bukunya <em>Inside Organization</em> (1999), Charles Handy mengemukakan bahwa siklus belajar orang dewasa diawali dengan mempertanyakan sesuatu dengan kuriositas tinggi; menemukan jawaban-jawaban teoritis; melakukan testing di lapangan; dan terakhir refleksi – sebuah pemahaman mengenai sesuatu yang bekerja dan yang mandul di dalam diri. Thomas Edison, seorang penemu, adalah contoh paling <em>reliable</em> sepanjang zaman. Dikisahkan bahwa secara pendidikan formal akademik, Edison tergolong siswa yang tidak hebat tetapi ia lebih banyak menggunakan waktunya untuk mengunjungi perpustakaan publik karena Edison menemukan sesuatu yang lebih bekerja terhadap hidupnya yang ia tidak dapatkan di bangku sekolah.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Dengan proses belajar di perpustakaan tersebut Edison menemukan pelajaran tentang relaksasi mental. Meski tidak seorang guru pun yang memahamkannya, tetapi naluri Edison tahu bahwa relaksasi mental lah yang membantunya menciptakan temuan-temuan yang tercatat lebih dari 1000 hak paten hingga ia wafat tahun 1931.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">4.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Alvin Toffler</span></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Penulis buku terkenal ini mendifinisikan belajar sebagai proses mempersiapkan cara atau strategi menghadapi situasi baru. Perangkatnya meliputi pemahaman, aplikasi dari metodologi baru, keahlian, sikap dan nilai.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Dari definis-definisi diatas dapatlah diambil kesimpulan bahwa belajar bagi orang dewasa ternyata memiliki berbagai dimensi. Oleh karena itu menjadikan pendidikan <em>(education)</em> sebagai representasi tunggal dari proses belajar tidak jarang meninggalkan warisan <em>mindset</em> yang kurang menguntungkan terutama bagi pihak atau individu yang berkemampuan rata-rata atau minus. Lembaga sekolah, selain menciptakan birokrasi formal yang memberikan stigma bahwa sekolah adalah <em>escalator</em> tunggal yang mahal harganya, juga menunjukkan ketertinggalannya dengan kemajuan yang dicapai oleh dunia luar. Akibatnya timbul <em>gap</em> antara pendidikan dengan tuntutan atau kebutuhan yang ada di masyarakat. Hal inilah yang akhirnya menjadi dasar mengapa pengangguran tidak bisa dihindari lagi. Pendidikan belum sepenuhnya menjadi media yang mampu menterjemahkan makna belajar. Hal ini karena makna belajar yang sesungguhnya adalah melakukan sesuatu, kemudian membebaskan diri dari situasi atau tekanan yang diakibatkan ketidaktahuan. Cara terbaik untuk mempelajari sesuatu adalah dengan melakukannya, seperti yang ditulis oleh Rex dan Carolyin Sikes: <em>&#8220;We learn about a city from being there, not from a map or guide book. We learned to walk and talk without reading instructions or following recipes. Learning is doing something, then getting rid of the unwanted parasitic movements&#8221;.</em> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Aplikasi Belajar </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Merujuk pada sekian pandangan tentang belajar bagi orang dewasa, maka yang perlu anda lakukan adalah menjadikannya sebagai konsep hidup personal yang implementatif berdasarkan situasi dan kondisi yang anda hadapi. Konsep tersebut harus diformulasikan ke dalam pemahaman khusus yang anda rasakan bekerja mengubah hidup dan situasi, seperti yang dialami Edison. Guru anda adalah situasi konkrit yang anda alami dengan materinya berupa tantangan. Inilah makna esensial dari petuah yang sering anda dengar bahwa mencari ilmu itu hukumnya wajib. Ilmu yang tidak memiliki relevansi dengan situasi hidup anda oleh karena itu menjadi tidak wajib. Bagaimana anda mendapatkannya? Ikutilah formulasi berikut:</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">1.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Sadari keadaan anda saat ini</span></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Terimalah keadaan atau situasi hidup apapun saat ini dengan penuh kesadaran karena kesadaran itu akan menjadi syarat mutlak untuk menaklukkan segala tantangan yang menghadang. Jika anda menerimanya dengan kepasrahan atau penolakan maka selamanya keadaan atau situasi yang tidak menyenangkan tidak bakal meninggalkan anda. Bahkan lambat laun menciptakan lilitan yang lebih tinggi dari kapasitas anda. Tanpa kesadaran untuk berubah, maka perubahan situasi atau kondisi eksternal hanya memberi anda perubahan dalam waktu singkat dan sisanya anda kembali lagi ke format lama. Bahkan ketika anda naik jabatan mendadak, jabatan tersebut hanya anda rasakan kenikmatannya sebentar lalu anda lupa rasanya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">2.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Pahami proses</span></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Salah satu pertanda inti dari orang dewasa adalah pemahamannya terhadap bagaimana dunia konkritnya bekerja. Dengan memahami bagaimana sesuatu bekerja menurut hukum alamnya, maka akan membuat anda menjadi bijak menjalani hidup. Tidak lagi berpikir dengan <em>mood</em> atau menerjang kaidah-kaidah hidup yang benar. Di samping itu, pemahaman tersebut akan menyalurkan energi positif ketika proses sedang anda jalani. Di sinilah yang membedakan apakah anda merasakan tantangan sebagai proses untuk dinikmati atau proses yang anda rasakan dengan kepedihan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">3.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kemana anda akan melangkah</span></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Setiap pekerjaan yang anda lakukan, setiap bidang yang anda geluti, setiap profesi yang anda sandang sebenarnya sudah diciptakan tangga kastanya di dalam. Termasuk seperti yang di alami kawan sopir taksi di atas. Ia boleh menjadi sopir , pedagang beras kaki lima, penjual es keliling selamanya meskipun tetap terbuka lebar peluang untuk menjadi manajer atau direktur bahkan pemegang saham di suatu perusahaan. Tangga kasta itulah yang menjadi simbol status anda. Dengan aplikasi prinsip belajar, maka hidup adalah realisasi gagasan, bukan lagi intimidasi orang atau keadaan. Tetaplah berjuang untuk hidup dengan imajinasi anda bukan hidup di dalam sejarah masa lalu atau jebakan realitas sementara.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Dengan memahami makna belajar diharapkan anda dapat menjalani hidup anda dengan penuh sukacita dan tidak didasarkan atas unsur keterpaksaan dan kepasrahan. Terlepas apapun profesi yang anda geluti, baik yang sesuai dengan latar belakang akademik maupun tidak, kesuksesan anda akan sangat tergantung pada bagaimana anda memahami hal tersebut sebagai suatu proses belajar. Semoga berguna.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Oleh : Ubaydillah, AN</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">http://www.duniasex.com/forum/showthread.php?t=90819</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/huxleyi.wordpress.com/1757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/huxleyi.wordpress.com/1757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/huxleyi.wordpress.com/1757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/huxleyi.wordpress.com/1757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/huxleyi.wordpress.com/1757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/huxleyi.wordpress.com/1757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/huxleyi.wordpress.com/1757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/huxleyi.wordpress.com/1757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/huxleyi.wordpress.com/1757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/huxleyi.wordpress.com/1757/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1757&subd=huxleyi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/makna-belajar-bagi-orang-dewasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a015bc6e5a3945c0cf4e20624fff7843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">retarigan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Diri Yang Positif</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/konsep-diri-yang-positif/</link>
		<comments>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/konsep-diri-yang-positif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 11:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>retarigan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huxleyi.wordpress.com/?p=1754</guid>
		<description><![CDATA[Konsep Diri
Seringkali diri kita sendirilah yang menyebabkan persoalan bertambah rumit dengan berpikir yang tidak-tidak terhadap suatu keadaan atau terhadap diri kita sendiri. Namun, dengan sifatnya yang dinamis, konsep diri dapat mengalami perubahan ke arah yang lebih positif.. Langkah-langkah yang perlu diambil untuk memiliki konsep diri yang positif:
1. Bersikap obyektif dalam mengenali diri sendiri
Jangan abaikan pengalaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1754&subd=huxleyi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   &lt;![endif]--><span style="color:#000000;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Konsep Diri</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Seringkali diri kita sendirilah yang menyebabkan persoalan bertambah rumit dengan berpikir yang tidak-tidak terhadap suatu keadaan atau terhadap diri kita sendiri. Namun, dengan sifatnya yang dinamis, konsep diri dapat mengalami perubahan ke arah yang lebih positif.. Langkah-langkah yang perlu diambil untuk memiliki konsep diri yang positif:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">1.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Bersikap obyektif dalam mengenali diri sendiri</span></strong></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Jangan abaikan pengalaman positif atau pun keberhasilan sekecil apapun yang pernah dicapai. Lihatlah talenta, bakat dan potensi diri dan carilah cara dan kesempatan untuk mengembangkannya. Janganlah terlalu berharap bahwa Anda dapat membahagiakan semua orang atau melakukan segala sesuatu sekaligus. <em>You can’t be all things to all people, you can’t do all things at once, you just do the best you could in every way&#8230;.</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">2.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Hargailah diri sendiri</span></strong><strong></strong></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Tidak ada orang lain yang lebih menghargai diri kita selain diri sendiri. Jikalau kita tidak bisa menghargai diri sendiri, tidak dapat melihat kebaikan yang ada pada diri sendiri, tidak mampu memandang hal-hal baik dan positif terhadap diri, bagaimana kita bisa menghargai orang lain dan melihat hal-hal baik yang ada dalam diri orang lain secara positif? Jika kita tidak bisa menghargai orang lain, bagaimana orang lain bisa menghargai diri kita?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">3.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Jangan memusuhi diri sendiri</span></strong><strong></strong></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Peperangan terbesar dan paling melelahkan adalah peperangan yang terjadi dalam diri sendiri. Sikap menyalahkan diri sendiri secara berlebihan merupakan pertanda bahwa ada permusuhan dan peperangan antara harapan ideal dengan kenyataan diri sejati (real self). Akibatnya, akan timbul kelelahan mental dan rasa frustrasi yang dalam serta makin lemah dan negatif konsep dirinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#000000;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">4.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Berpikir positif dan rasional</span></strong><strong></strong></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="color:#000000;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">&#8220;Kita adalah apa yang kita pikirkan&#8221;</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">. Jadi, semua itu banyak tergantung pada cara kita memandang segala sesuatu, baik itu persoalan maupun terhadap seseorang. Jadi, kendalikan pikiran kita jika pikiran itu mulai menyesatkan jiwa dan raga. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Jacinta F. Rini</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">http://www.duniasex.com/forum/showthread.php?t=90861</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/huxleyi.wordpress.com/1754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/huxleyi.wordpress.com/1754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/huxleyi.wordpress.com/1754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/huxleyi.wordpress.com/1754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/huxleyi.wordpress.com/1754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/huxleyi.wordpress.com/1754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/huxleyi.wordpress.com/1754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/huxleyi.wordpress.com/1754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/huxleyi.wordpress.com/1754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/huxleyi.wordpress.com/1754/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1754&subd=huxleyi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/konsep-diri-yang-positif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a015bc6e5a3945c0cf4e20624fff7843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">retarigan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>What We See is What We Want to See</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/what-we-see-is-what-we-want-to-see/</link>
		<comments>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/what-we-see-is-what-we-want-to-see/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 10:15:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>retarigan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huxleyi.wordpress.com/?p=1749</guid>
		<description><![CDATA[Seorang psikolog Amerika yang terkenal melakukan sebuah eksperimen luar biasa. Dia dan timnya memberikan sebuah tes IQ kepada seluruh murid di suatu sekolah sebelum akhir masa sekolah. Kemudian mereka memilih sepuluh siswa dan mengatakan pada setiap guru dari siswa itu, “Kesepuluh siswa ini akan berada di kelas Anda. Kami tahu dari tes mereka bahwa secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1749&subd=huxleyi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   &lt;![endif]--><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Seorang psikolog Amerika yang terkenal melakukan sebuah eksperimen luar biasa. Dia dan timnya memberikan sebuah tes IQ kepada seluruh murid di suatu sekolah sebelum akhir masa sekolah. Kemudian mereka memilih sepuluh siswa dan mengatakan pada setiap guru dari siswa itu, “Kesepuluh siswa ini akan berada di kelas Anda. Kami tahu dari tes mereka bahwa secara teknis mereka memang siswa yang cerdas. Anda akan melihat bahwa mereka semua akan menjadi yang teratas di dalam kelas mereka pada tahun ajaran berikutnya. Anda harus berjanji untuk tidak mengatakan hal ini kepada setiap murid, karena akibatnya akan merugikan mereka. ”Para guru itu pun berjanji untuk tidak mengatakan apa pun.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kenyataannya adalah bahwa tak satu pun siswa dari daftar tersebut benar-benar cerdas. Kesepuluh anak itu pun hanya dipilih secara acak dan kemudian diserahkan pada guru.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Setahun kemudian para psikolog itu kembali ke sekolah tersebut. Mereka menguji seluruh siswa. Beberapa dari mereka yang dikatakan cerdas tersebut nilainya naik tiga puluh enam poin. Para psikolog itu mengadakan wawancara dan bertanya kepada para guru, “Menurut Anda bagaimana<br />
murid-murid ini?” Para guru itu segera menyahut dengan menggunakan kata-kata sifat seperti “pintar”, “dinamis”, “menyenangkan”, “menarik”, dan sebagainya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Apa yang telah terjadi pada siswa-siswa tersebut seandainya para guru tidak berpikir bahwa mereka memang cerdas di kelas? Justru guru itulah yang telah mengembangkan seluruh potensi siswa-siswa tersebut.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Seseorang yang biasa sekalipun, jika ia dilatih, dimotivasi, dan dimaksimalkan, hasilnya akan seperti 10 siswa beruntung tadi. Meskipun ia dipenuhi keterbatasan. Kita lihat bagaimana seorang Thomas Alfa Edison, yang dianggap siswa lamban di kelasnya, akhirnya menjadi salah seorang penemu terbanyak di sejarah modern. Entah bagaimana jadinya jika ia diperlakukan seperti kesepuluh anak tadi, wah.. bisa bisa bom atom muncul lebih dulu sebelum jamannya Einstein.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kita lihat juga seorang Hellen Keller yang sudah tuli, bisu, buta lagi sejak dia berumur kurang dari 2 tahun. Sebagai seorang biasa, kita mungkin akan bingung bagaimana mengatasinya, bagaimana mengajarinya. Barangkali kita akan berpikir sebaiknya ia dibiarkan hidup, dimanja, dilayani, meski ia tidak akan tahu apa-apa sampai ajalnya. Namun tidak dengan orang-orang dekatnya. Mereka menemuan suatu cara mengkomunikasikan dengan anaknya lewat indra perabanya. Ia pun tidak dimanja, justru dididik dengan keras, hingga akhirnya kita tahu bahwa Hellen Keller, dengan segala keterbatasannya bisa menjadi seorang pengacara tenar dan penulis<br />
ternama di masanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">IQ kita memang boleh biasa-biasa saja, namun jangan salahkan kita apabila suatu saat kita bisa melampaui seseorang yang dianggap paling jenius di negeri ini.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Jangan pernah menganggap anda adalah seorang rakyat kecil, hanya karena anda tidak punya kekuasaan atas orang disekitar anda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Jangan pernah menganggap anda miskin hanya karena anda tidak bisa membiayai sekolah anda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Dan Jangan pernah menganggap Anda bodoh, hanya karena anda kalah pintar dengan pesaing Anda. Ingat kata-kata seorang Thomas Alfa Edison yang dahulu pernah dicap bodoh oleh guru-gurunya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">&#8220;Keberhasilan itu hanya 1% kejeniusan. 99% -nya adalah kerja keras&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Anggaplah bahwa anda adalah orang yang besar (tidak harus dalam arti fisik tentu) yang mampu membawa orang disekitar kita menjadi lebih baik, orang yang sangat kaya sehingga mampu bersedekah, dan orang yang sangat pintar sehingga mampu mengamalkan ilmu yang dimiliki. Namun tentu saja, janganlah Anda sombong dan Takabur hanya karena anda menganggap semua<br />
itu secara berlebihan. <em>However, Allah is The Greatest</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Insya Allah, itu jualah yang akan dirasakan Anda dan orang-orang disekitar Anda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kondisikanlah orang-orang disekitar Anda untuk menganggap anda sebagai orang yang lebih, dan kelebihan itu kelamaan akan muncul dalam diri anda dengan lebih cepat dari sebelumnya. Jika anda tidak bisa mengkondisikan orang-orang disekitar Anda untuk menganggap anda seperti para guru diatas menganggap sepuluh siswa beruntung, alihkan guru itu dan siswa itu menyatu dalam diri Anda. Anda adalah seorang guru yang menganggap diri anda juga sebagai murid yang pandai. Insya Allah, kepandaian itu juga akan datang asalkan anda juga belajar tentu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">(Story from “Berjalan di Atas Air”)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">http://www.duniasex.com/forum/showthread.php?t=91041</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/huxleyi.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/huxleyi.wordpress.com/1749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/huxleyi.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/huxleyi.wordpress.com/1749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/huxleyi.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/huxleyi.wordpress.com/1749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/huxleyi.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/huxleyi.wordpress.com/1749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/huxleyi.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/huxleyi.wordpress.com/1749/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1749&subd=huxleyi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/what-we-see-is-what-we-want-to-see/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a015bc6e5a3945c0cf4e20624fff7843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">retarigan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merendah Itu Indah</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/merendah-itu-indah/</link>
		<comments>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/merendah-itu-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 09:57:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>retarigan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huxleyi.wordpress.com/?p=1747</guid>
		<description><![CDATA[Di satu kesempatan, ada turis asing yang meninggal di Indonesia. Demikian baiknya turis ini ketika masih hidup, sampai-sampai Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih : surga atau neraka. Tahu bahwa dirinya meninggal di Indonesia, dan sudah teramat sering ditipu orang, maka iapun meminta untuk melihat dulu baik surga maupun neraka. Ketika memasuki surga, ia bertemu dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1747&subd=huxleyi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   &lt;![endif]--><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Di satu kesempatan, ada turis asing yang meninggal di Indonesia. Demikian baiknya turis ini ketika masih hidup, sampai-sampai Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih : surga atau neraka. Tahu bahwa dirinya meninggal di Indonesia, dan sudah teramat sering ditipu orang, maka iapun meminta untuk melihat dulu baik surga maupun neraka. Ketika memasuki surga, ia bertemu dengan *******, kiai dan orang-orang baik lainnya yang semuanya duduk sepi sambil membaca kitab suci. Di neraka lain lagi, ada banyak sekali hiburan di sana. Ada penyanyi cantik dan seksi lagi bernyanyi. Ada lapangan golf yang teramat indah. Singkat cerita, neraka jauh lebih dipenuhi hiburan dibandingkan surga.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Yakin dengan penglihatan matanya, maka turis tadi memohon ke Tuhan untuk tinggal di neraka saja. Esok harinya, betapa terkejutnya dia ketika sampai di neraka. Ada orang dibakar, digantung, disiksa dan kegiatan-kegiatan mengerikan lainnya. Maka proteslah dia pada petugas neraka yang asli Indonesia ini. Dengan tenang petugas terakhir menjawab : &#8216;kemaren kan hari terakhir pekan kampanye pemilu&#8221;. Dengan jengkel turis tadi bergumam : &#8216;dasar Indonesia, jangankan pemimpinnya, Tuhannya saja tidak bisa dipercaya!&#8217;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Anda memang tidak dilarang tersenyum asal jangan tersinggung karena ini hanya lelucon. Namun cerita ini menunjukkan, betapa kepercayaan(<em>trust</em>) telah menjadi komoditi yang demikian langka dan mahalnya di negeri tercinta ini. Dan sebagaimana kita tahu bersama, di masyarakat manapun di mana kepercayaan itu mahal dan langka, maka usaha-usaha mencari jalan keluar amat dan teramat sulit.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Jangankan dalam komunitas besar seperti bangsa dan perusahaan dengan ribuan tenaga kerja, dalam komunitas kecil berupa keluarga saja, kalau kepercayaan tidak ada, maka semuanya jadi runyam. Pulang malam sedikit, berujung dengan adu mulut. Berpakaian agak dandy sedikit mengundang cemburu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Di perusahaan malah lebih parah lagi. Ketidakpercayaan sudah menjadi kanker yang demikian berbahaya. Krisis ekonomi dan konglomerasi bermula dari sini. Buruh yang mogok dan mengambil jarak di mana-mana, juga diawali dari sini. Apa lagi krisis perbankan yang memang secara institusional bertumpu pada satu-satunya modal: <em>trust capital</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Bila Anda rajin membaca berita-berita politik, kita dihadapkan pada siklus ketidakpercayaan yang lebih hebat lagi. Polan tidak percaya pada Bambang. Bambang membenci Ani. Ani kemudian berkelahi dengan Polan. Inilah lingkaran ketidakpercayaan yang sedang memperpanjang dan memperparah krisis.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Dalam lingkungan seperti itu, kalau kemudian muncul kasus-kasus perburuhan seperti kasus hotel Shangrila di Jakarta yang tidak berujung pangkal, ini tidaklah diproduksi oleh manajemen dan tenaga kerja Shangrila saja. Kita semua sedang memproduksi diri seperti itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Andaikan di suatu pagi Anda bangun di pagi hari, membuka pintu depan rumah, eh ternyata di depan pintu ada sekantong tahi sapi. Lengkap dengan pengirimnya: tetangga depan rumah. Pertanyaan saya sederhana saja: bagaimanakah reaksi Anda? Saya sudah menanyakan pertanyaan ini ke ribuan orang. Dan jawabannyapun amat beragam.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Yang jelas, mereka yang pikirannya negatif, &#8217;seperti sentimen, benci, dan sejenisnya &#8216;, menempatkan tahi sapi tadi sebagai awal dari permusuhan (bahkan mungkin peperangan) dengan tetangga depan rumah. Sebaliknya, mereka yang melengkapi diri dengan pikiran-pikiran positif &#8217;sabar, tenang dan melihat segala sesuatunya dari segi baiknya&#8217; menempatkannya sebagai awal persahabatan dengan tetangga depan rumah. Bedanya amatlah sederhana, yang negatif melihat tahi sapi sebagai kotoran yang menjengkelkan. Pemikir positif meletakkannya sebagai hadiah pupuk untuk tanaman halaman rumah yang memerlukannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kehidupan serupa dengan tahi sapi. Ia tidak hadir lengkap dengan dimensi positif dan negatifnya. Tapi pikiranlah yang memproduksinya jadi demikian. Penyelesaian persoalan manapun &#8216;termasuk persoalan perburuhan ala Shangrila&#8217; bisa cepat bisa lambat. Amat tergantung pada seberapa banyak energi-energi positif hadir dan berkuasa dalam pikiran kita.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Cerita tentang tahi sapi ini terdengar mudah dan indah, namun perkara menjadi lain, setelah berhadapan dengan kenyataan lapangan yang teramat berbeda. Bahkan pikiran sayapun tidak seratus persen dijamin positif, kekuatan negatif kadang muncul di luar kesadaran.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ini mengingatkan saya akan pengandaian manusia yang mirip dengan sepeda motor yang stang-nya hanya berbelok ke kiri. Wanita yang terlalu sering disakiti laki-laki, stang-nya hanya akan melihat laki-laki dari perspektif kebencian. Mereka yang lama bekerja di perusahaan yang sering membohongi pekerjanya, selamanya melihat wajah pengusaha sebagai penipu. Ini yang oleh banyak rekan psikolog disebut sebagai pengkondisian yang mematikan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Peperangan melawan keterkondisian, mungkin itulah jenis peperangan yang paling menentukan dalam memproduksi masa depan. Entah bagaimana pengalaman Anda, namun pengalaman saya hidup bertahun-tahun di pinggir sungai mengajak saya untuk merenung. Air laut jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan air sungai. Dan satu-satunya sebab yang membuatnya demikian, karena laut berani merendah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Demikian juga kehidupan saya bertutur. Dengan penuh rasa syukur ke Tuhan, saya telah mencapai banyak sekali hal dalam kehidupan. Kalau uang dan jabatan ukurannya, saya memang bukan orang hebat. Namun, kalau rasa syukur ukurannya, Tuhan tahu dalam klasifikasi manusia mana saya ini hidup. Dan semua ini saya peroleh, lebih banyak karena keberanian untuk merendah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ada yang menyebut kehidupan demikian seperti kaos kaki yang diinjak-injak orang. Orang yang menyebut demikian hidupnya maju, dan sayapun melaju dengan kehidupan saya. Entah kebetulan entah tidak. Entah paham entah tidak tentang pilosopi hidup saya seperti ini. Seorang pengunjung web site saya mengutip Rabin Dranath Tagore : &#8216;kita bertemu yang maha tinggi, ketika kita rendah hati&#8217;. ***</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">by Gede Prama </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">http://www.duniasex.com/forum/showthread.php?t=91045</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/huxleyi.wordpress.com/1747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/huxleyi.wordpress.com/1747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/huxleyi.wordpress.com/1747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/huxleyi.wordpress.com/1747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/huxleyi.wordpress.com/1747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/huxleyi.wordpress.com/1747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/huxleyi.wordpress.com/1747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/huxleyi.wordpress.com/1747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/huxleyi.wordpress.com/1747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/huxleyi.wordpress.com/1747/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1747&subd=huxleyi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/merendah-itu-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a015bc6e5a3945c0cf4e20624fff7843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">retarigan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersabarlah, Tapi Jangan Mengurut Dada!</title>
		<link>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/bersabarlah-tapi-jangan-mengurut-dada/</link>
		<comments>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/bersabarlah-tapi-jangan-mengurut-dada/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 09:47:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>retarigan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huxleyi.wordpress.com/?p=1745</guid>
		<description><![CDATA[Bayangkan diri Anda sedang berada di dalam ruangan konser. Anda sedang asyik menikmati indahnya alunan musik ketika tiba-tiba ingat bahwa pintu mobil Anda belum dikunci. Anda khawatir terjadi sesuatu terhadap mobil Anda. Celakanya, Anda tak dapat keluar begitu saja dari ruangan itu. Anda menjadi gelisah dan tak dapat lagi menikmati musik konser. Anda begitu tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1745&subd=huxleyi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   &lt;![endif]--><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Bayangkan diri Anda sedang berada di dalam ruangan konser. Anda sedang asyik menikmati indahnya alunan musik ketika tiba-tiba ingat bahwa pintu mobil Anda belum dikunci. Anda khawatir terjadi sesuatu terhadap mobil Anda. Celakanya, Anda tak dapat keluar begitu saja dari ruangan itu. Anda menjadi gelisah dan tak dapat lagi menikmati musik konser. Anda begitu tak sabar menunggu konser tersebut berlalu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Coba renungkan sebentar skenario di atas. Ilustrasi tersebut menggambarkan definisi baru mengenai kesabaran. Kesabaran adalah kemampuan menyatukan badan dan pikiran kita (<em>body and mind</em>) di satu tempat. Nah, begitu badan dan pikiran Anda berada di lain tempat, Anda akan sangat gelisah dan kehilangan kesabaran.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Lihatlah contoh di atas. Ketika badan dan pikiran Anda ada di ruangan konser, Anda begitu menikmati segala sesuatunya. Tapi begitu Anda sadar bahwa mobil belum terkunci, seketika itu juga pikiran Anda beralih ke tempat parkir. Pada saat itu kenikmatan Anda menonton berubah menjadi penderitaan, ketegangan, dan kegelisahan. Kalau semula Anda begitu sabar menikmati indahnya alunan musik detik demi detik, kini kesabaran itu benar-benar habis. Badan Anda masih di tempat konser, sementara pikiran ada di tempat lain.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Dengan contoh sederhana ini saya ingin mengajak Anda semua merevisi total pemahaman kita mengenai kesabaran. Selama ini, sabar seringkali diartikan dengan bersedia menderita, bersikap tabah, mengalah, dan seterusnya. Sabar sering diekspresikan dengan mengurut dada. Anda mengalami musibah, kemudian orang datang dan mengatakan,&#8221;Bersabarlah menghadapi cobaan ini.&#8221; Anda diperlakukan sewenang-wenang, kawan-kawan Anda mengatakan, &#8221;Bersabarlah, biar nanti Tuhan yang akan membalas orang itu.&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Tak ada yang salah dengan kata-kata tersebut. Yang salah adalah maknanya. Seolah-olah bersabar hanyalah dikaitkan dengan penderitaan hidup. Karena itu ekspresinya adalah mengurut dada. Ekspresi seperti ini mereduksi begitu banyak makna mengenai kesabaran.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Padahal kesabaran adalah rahasia terpenting untuk menikmati hidup. Kalau Anda bersabar Anda akan benar-benar menikmati saat-saat terindah dalam hidup Anda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Definisi baru mengenai kesabaran adalah menyatukan badan dan pikiran di satu tempat. Apa yang terjadi kalau badan Anda di kantor tapi pikiran di rumah, atau sebaliknya Anda di rumah tapi pikiran di kantor? Saya yakin, Anda tak akan menikmati hidup. Dalam menjalankan pekerjaan, seringkali saya harus bepergian jauh ke luar kota selama beberapa hari. Saat itu saya sering merindukan keluarga di rumah. Dan begitu itu terjadi saya merasa stres dan kehilangan kesabaran. Saya ingin buru-buru pulang, dan kenikmatan melakukan pekerjaan pun hilang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Coba amati apa yang Anda rasakan saat terjebak kemacetan di jalan. Anda sering menjadi stres. Badan Anda masih di mobil tapi pikiran sudah di kantor, di tempat klien atau di rumah. Anda menderita. Sekarang coba lakukan penyatuan badan dan pikiran Anda kembali. Kuncinya adalah kesadaran. Sadarilah sepenuhnya apa yang sedang Anda alami.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Rasakan tubuh Anda yang sedang duduk di mobil, rasakan sentuhan tangan Anda pada kemudi, dan kaki Anda yang sedang menginjak pedal. Hidupkan musik kesukaan Anda, dan amatilah gedung-gedung yang menjulang tinggi. Anda akan merasakan keajaiban. Perlahan-lahan kesabaran Anda tumbuh kembali. Bukan itu saja Anda juga akan merasakan rileks.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Jangan salah, untuk relaksasi Anda tidak membutuhkan waktu dan tempat yang khusus. Yang Anda perlukan cuma bersabar. Sabar berarti hidup di masa sekarang dan menikmati keberadaan Anda. Anda sering tak sabaran kalau menunggu sesuatu? Coba satukan badan dan pikiran. Anda akan merasakan bedanya. Dalam suatu perjalanan ke Honolulu, perubahan jadwal penerbangan menyebabkan saya &#8221;terdampar&#8221; di lapangan terbang Osaka selama 12 jam. Awalnya saya stres memikirkan cara mengisi waktu yang panjang itu. Tapi begitu ingat rumus ini, kesabaran sayapun tumbuh kembali, dan saya begitu menikmati berjalannya waktu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Definisi lain dari kesabaran adalah kesediaan Anda untuk menjalani prosesnya satu demi satu. Dunia ini diciptakan berproses. Kesabaran berarti menikmati proses tersebut. Anda tak bisa mendadak menjadi kaya, pandai, dan kompeten. Anda harus mau bersabar menjalani prosesnya dari hari ke hari. Dalam hal ini berlaku hukum pertumbuhan, Anda hanya menuai apa yang Anda tanam. Tak ada hal yang instant! Kalau Anda melewati prosesnya karena ingin cepat kaya, atau ingin cepat terlihat pandai. Anda melawan hukum alam, karena itu bersiap-siaplah menerima konsekuensinya pada suatu saat nanti.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Jadi, marilah kita bersabar. Dan hidup akan terasa lebih nikmat. Jangan mengurut dada, karena kesabaran adalah kenikmatan bukannya penderitaan. Apapun karir dan profesi Anda, yang menyebabkan Anda berhasil bukanlah kepandaian tetapi kesabaran Anda. Inilah rahasianya mengapa agama selalu mengatakan, &#8221;Sesungguhnya Tuhan bersama orang-orang yang sabar!&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Oleh: Arvan Pradiansyah</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">http://www.duniasex.com/forum/showthread.php?t=91048</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/huxleyi.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/huxleyi.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/huxleyi.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/huxleyi.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/huxleyi.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/huxleyi.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/huxleyi.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/huxleyi.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/huxleyi.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/huxleyi.wordpress.com/1745/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=huxleyi.wordpress.com&blog=4905801&post=1745&subd=huxleyi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huxleyi.wordpress.com/2009/03/13/bersabarlah-tapi-jangan-mengurut-dada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a015bc6e5a3945c0cf4e20624fff7843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">retarigan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>