Pelangganku adalah anggota keluargaku.
Istilah ini merupakan ide saya sendiri setelah mengamati proses perkembangan dunia pemasaran, sejak dikenal adanya istilah pemasaran. Dimulai dari istilah Strategi Pemasaran oleh Bapak Pemasaran, Philip Kotler.
Di masa yang akan datang (bila belum memungkinkan untuk saat ini), para pelanggan harus dilakukan sebagai anggota keluarga. Tidak sekadar menjadi konsumer atau teman (komunitas).
Karena tuntutan pelanggan yang semakin hari semakin ingin diperhatikan dan dipenuhi kebutuhannya secara lebih baik dan memuaskan.
Bila pelanggan hanya diperlakukan sebagai pengguna jasa, maka kita hanya akan membangun hubungan baik bila sang pelanggan dapat memenuhi tujuan usaha kita, yakni profit.
Namun pada akhirnya, kita harus memperlakukan pelanggan kita sebagai seorang anggota keluarga (baik personal maupun korporat). Dengan demikian kita memberikan pelayanan kepada pelanggan bukan karena dia memberikan keuntungan bagi bisnis kita, tetapi karena dia adalah anggota keluarga, yang merupakan tanggung jawab kita untuk memberikan pelayanan terbaik.
…
Karawaci, 19 Februari 2010 (satu hari sebelum ulang tahunku ke 35, saat duduk di lorong kampus UPH)
Recent Comments