Posted by: retarigan | March 19, 2010

Public Services


BDr. RISWAN EFENDI TARIGAN

(Just call me, Riset)

Thinker, Self Motivator & Inspirator

[Professional Lecturer; Professional Stock Trader; Professional IT/S Consultant]

Mobile: 081316821966 (WA)

e-Mail: re.tarigan@gmail.comriswan.efendi@ui.ac.id

My Other Blog’s, retariganforbranding.wordpress.com; retarigansite.wordpress.com

My Social Media: https://www.facebook.com/retariganhttps://twitter.com/RisET;

https://www.instagram.com/riswanefenditarigan/

Doctoral Student of Business Information System at Overseas University ~ 2019 – 2023 – My Planning

Doctoral Student of Environmental Science (ID 1806261755) School of Environmental Science University of Indonesia (UI) ~ 2018-2021 (My Plan)

Doctoral of Management & Business Program (ID P066090243.6DM) ~ Bogor Agricultural University (IPB) ~ 2010 – 2014 (No Dissertation)

Master of Information Technology (ID 7204000616) ~ University of Indonesia (UI) ~ 2004 – 2006

Bachelor of Electrical Engineering (ID 0152057003)~ Christian University of Indonesia (UKI) ~ 2001-2003

Diploma of Electrical Engineering – Polytechnic of North Sumatera University (POLMED) ~ 1994-1997

International Online Courses

Academic Integrity: Values, Skills, Action at The University of Auckland, (Feb 1 – 28, 2016) – Pass

Logical and Critical Thinking at The University of Auckland (Feb – March, 2017)

Developing Your Research Project at University of Southampton (January 9 – 5 March 5, 2017)

Business Fundamentals: Effective Communication at The Open University (January 9 – February 12, 2017)

Achieving Personal Success Course at Stanford University (February 27 – March 6, 2017) – Pass 100%

Innovation: The Key to Business Success at University of Leeds (January 9 – 29, 2017)

Inside IELTS at Cambridge English Language Assessment (January 9 – February 12, 2017)

Journalism and Print Media at ALISON | A New World of Free Certified Learning (March 1st – April 30th, 2017) – Pass 88%

English Writing Skills at XSIQ Ltd was an Australian Interactive Multimedia Corporation [ALISON | A New World of Free Certified Learning] (March 2nd – July 30th, 2017)

Smarter Learning: Improve Your Study Skills and Practices at Open Learn (2017)

Speaking and Writing English Effectively at XSIQ Ltd was an Australian Interactive Multimedia Corporation [ALISON | A New World of Free Certified Learning] (March 2nd – August 30th, 2017)

Advanced Diploma in Tourism and Hospitality ManagementAdvance Learning Academy (2017)

Diploma in Basic Chinese Language Studies Cambridge University 2017

Diploma in Basic English Grammar at XSIQ Ltd was an Australian Interactive Multimedia Corporation [ALISON | A New World of Free Certified Learning] (March 2nd – June 30th, 2017)

Diploma in Business Communication Skills at NPTEL (National Programme on Technology Enhanced Learning) (2017)

Diploma in Business Management & Entrepreneurship at XSIQ Ltd was an Australian Interactive Multimedia Corporation [ALISON | A New World of Free Certified Learning] (2017)

Diploma in Business Process Management at Global Text Project (2017)

Diploma in Change ManagementAdvance Learning Academy (March – April, 2017)

Diploma in Community DevelopmentOntario Healthy Communities Coalition (2017)

Diploma in E-Business at Google (2017)

Diploma in English Language and Literature at XSIQ Ltd was an Australian Interactive Multimedia Corporation [ALISON | A New World of Free Certified Learning] (2017)

Diploma in Hospitality Management with English Language StudiesAdvance Learning Academy (2017)

Diploma in International Tourism with English Language StudiesGlobal Text Project (2017)

Diploma in Risk Management at Saylor Foundation (2017)

Diploma in Social Media Marketing at Advance Learning Academy (2017)

Diploma in Social Work StudiesOpenLearn (2017)

Diploma in Strategic ManagementNPTEL (2017)

Diploma in Information Technology Management at Global Text Project (2017)

Advertisements

Pages: 1 2

Posted by: retarigan | December 13, 2018

Brainy Quote ‘Who seeks shall find’ ~ Sophocles 001


Apakah Anda sedang mencari sesuatu? Sudahkah Anda temukan apa yang Anda cari? Belum?! Andai pun belum, teruslah mencari. Hanya orang yang tidak pernah berhenti mencari, berpeluang menemukan. Mencari adalah kata kerja aktif. Orang yang aktif adalah orang yang berusaha. Orang yang berusaha, walaupun seringkali gagal, pada akhirnya akhir berhasil.

Brainy Quote ~ Sophocles 001b

Sophocles, seorang penulis drama berkebangsaan Yunani terkenal dengan drama 123 berjudul Oedipus the King bersama Aeschylus dan Euripides, hidup dalam rentang tahun 496-406, pernah meng-quote, ‘Who seeks shall find.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Siapa yang mencari akan menemukan.’

Hidup ini adalah pencarian. Kita mencari apa yang kita butuhkan. Kita mencari tahu mengapa kita dihadirkan ke dunia(?) Kita mencari jalan menuju keberhasilan. Kita mencari cara untuk bahagia. Kita mencari orang yang tepat menjadi pendamping kita. Walaupun kita percaya, bahwa ada takdir. Namun, takdir harus diperjuangkan. Kita memiliki hak untuk memilih apa yang terbaik bagi hidup kita.

Memang, ada hal yang sudah menjadi garis hidup kita. Lahir dan mati kita sudah digariskan sang Pencipta. Bukan berarti kita pasrah pada keadaan. Tidak masalah, kapan kita lahir atau mati. Tetapi, bagaimana kita mati, itu persoalan yang berbeda.

Sudah menjadi kodrat kita sebagai manusia untuk mencari, sejak kita dilahirkan. Seorang bayi baru lahir akan mencari putting susu ibunya untuk menyusu. Seorang anak usia 2-3 tahun akan mencari mainan yang ia senangi. Seorang anak 6 tahun akan mencari teman sepermainan. Seorang anak remaja akan mencari hal yang ingin ia ketahui. Seorang anak berusia menjelang dewasa akan mencari jati dirinya. Demikian seterusnya sampai seorang manusia akan kembali ke asalnya.

Kita ada berdasarkan pencarian kita. Semakin banyak yang kita cari, semakin banyak pula yang kita temukan. Orang yang berhenti mencari, sesungguhnya hidupnya telah berakhir. Walaupun, secara fisik ia masih hidup. Namun, ia telah mati secara mental.

Teruslah mencari selama hayat masih dikandung badan. Ada saatnya kelak, kita benar-benar berhenti untuk mencari. Pada titik itu, tidak ada lagi yang perlu ditemukan.

Indonesia, 13 Desember 2018

Riset Corporation

Pages: 1 2


Apakah Anda menikmati hidup Anda saat ini? Mengapa iya atau tidak? Apakah Anda tidak mendapatkan apa yang Anda minta? Atau Anda tidak dalam kondisi bersukacita? Apakah Anda sedang patah hati atau sedang jatuh cinta saat ini? Menikmati hidup terbaik adalah saat kita jatuh cinta.

Brainy Quote ~ John Updike 002b

Itu yang dikatakan oleh John Uplike, seorang penulis berkebangsaan Amerika yang memperoleh dua kali hadiah Pulitzer, hidup dalam rentang tahun 1932-2009 (76 tahun), lewat quote-nya, ‘We are most alive when we’re in love.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Kita paling menikmati hidup saat kita sedang jatuh cinta.’

Jatuh cintalah pada kehidupan. Jatuh cintalah pada alam semesta. Cintailah sesama makhluk hidup. Bila Anda mampu jatuh cinta setiap waktu terhadap apa pun yang Anda temui atau hadapi, maka Anda pasti mampu menikmati hidup yang indah.

Metabolisme tubuh kita akan seimbang saat kita jatuh cinta. Kita berada dalam kondisi terbaik saat kita jatuh cinta. Kesehatan kita akan prima saat kita jatuh cinta. Semua indera kita akan berperan optimal saat kita jatuh cinta. Ingat! Jatuh cinta dalam hal ini bukan sekadar jatuh cinta pada lawan jenis.

Jatuh cinta dalam hal ini, adalah mencintai ciptaan sang Maha Sempurna. Ia telah menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk hidup. Untuk itulah kita jatuh cinta. Cinta terhadap makhluk ciptaan lainnya, dimana interaksi kita dengannya membuat hidup kita menjadi lebih baik dan mendekati sempurna.

Jatuh cintalah senantiasa, agar Anda dan saya mampu menikmati setiap bagian dari kehidupan.

Indonesia, 12 Desember 2018

Riset Corporation

Pages: 1 2


Hari ini terjadi hujan. Bahkan di daerah tempat saya tinggal, hujan baru saja berhenti. Apakah hujan menjadi halangan bagi Anda? Jalan menjadi macet, air menggenang, bahkan peluang terjadinya banjir. Lalu, apakah kita bersungut-sungut atau bersyukur karena terjadi hujan?

Brainy Quote ~ John Updike 001

Hujan adalah anugerah! Itu yang dikatakan oleh John Uplike, seorang penulis berkebangsaan Amerika yang memperoleh dua kali hadiah Pulitzer, hidup dalam rentang tahun 1932-2009 (76 tahun), lewat quote-nya, ‘Rain is grace; rain is the sky descending to the earth; without rain, there would be no life.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Hujan adalah anugerah; hujan adalah turunnya langit ke bumi; Tanpa hujan, tidak akan ada kehidupan.’

Tanpa kehadiran hujan, betapa dahaganya bumi. Demikian juga kita yang hidup dipermukaannya. Hujan merupakan berkat yang tidak dapat dibeli. Walaupun manusia dengan teknologi mampu menciptakan hujan buatan, tetapi tidak akan sebaik hujan yang berasal dari proses alami penguapan air danau dan laut, kemudian jatuh ke bumi, menghujani tempat kita tinggal.

Dengan hujan, tanah menjadi gembur, tanaman menjadi subur, hewan-hewan akan memperoleh makanan dari rumput yang hijau, air sungai mengalir, air sumur naik (bagi yang tidak menggunakan air PAM), sehingga kita dapat menggunakannya untuk menunjang kehidupan kita.

Air hujan merupakan hadiah dari Sang Pencipta. Tidak ada biaya yang harus kita keluarkan untuk membeli air hujan. Kita cukup bertanggung jawab terhadap lingkungan dan ekosistem hutan tetap terpelihara. Sehingga, ketika air danau dan laut menguap, angin akan membawa awan ke atas gunung atau daratan yang luas. Saat terjadi hujan, air akan mengalir perlahan ke sungai karena tertahan oleh daun dan akar pepohonan. Sehingga, air dapat tersimpan dan secara bertahap mengalir kembali ke danau dan laut.

Bersyukur dan bertanggung jawablah akan adanya hujan. Karenanya, kita dapat hidup dengan tiada berkekurangan, bahkan berkelebihan. Namun, mengapa ada saja orang yang tidak bersyukur dengan adanya hujan?

Hujan seperti kesehatan. Ia baru terasa berarti ketika ia tiada. Oleh karena itu, nikmati dan syukuri ketika ia ada. Bertanggungjawablah, agar ia senantiasa ada. Ada saatnya, kita akan rindu akan kehadirannya, saat ia telah lama absen dan tidak hadir dikehidupan kita.

Indonesia, 11 Desember 2018

Riset Corporation

Pages: 1 2


Anda percaya nasib? Siapa yang membuat nasib seseorang menjadi gagal atau berhasil? Apakah Sang Pencipta selalu menjadi pihak yang ‘dipersalahkan’ atas nasib seseorang? Sang Maha Kuasa tidak pernah membatasi nasib setiap manusia. Ia selalu memberkati semua ciptaannya. Namun, seringkali manusia terlalu naif mengatakan bahwa nasibku ditangan Tuhan. Padahal, manusia sendiri yang membuat nasibnya ‘menjadi’ atau ‘tidak menjadi’ sama sekali.

Brainy Quote ~ Harry S Truman 002b

Tindakanlah yang membedakan! Hal itu dikatakan Harry S Truman, mantan presiden Amerika Serikat yang ke 33 setelah Franklin Delano Roosevelt, hidup dalam rentang tahun 1884-1972, dalam quote, ‘Actions are the seed of fate deeds grow into destiny.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Tindakan adalah benih nasib yang tumbuh menjadi takdir.

Setiap orang telah ditakdirkan untuk berhasil. Tuhan tidak membatasi! Ia justru memberi kita hak kebebasan yang bertanggung jawab untuk menjadi apa yang kita mau. Persoalannya, manusia selalu menyalahkan keadaan yang tidak sesuai dengan kemauannya.

Tindakan kitalah yang berupa benih nasib. Benih itu akan tumbuh menjadi takdir kita di bumi. Jadi, sampai dimana takdir kita, sangat bergantung pada benih nasib yang kita tanam. Seberapa berkualitas benih nasib tersebut? Bergantung pada kualitas tindakan yang kita lakukan. Tindakan yang terukur dan menghasilkan sesuatu yang positif, akan menjadi benih nasib yang baik. Pada akhirnya, benih itu akan tumbuh menjadi takdir yang membentuk kita menjadi manusia yang utuh.

Jangan menyalahkan nasib, ketika kita tidak bertindak nyata dan bermakna. Nasib kita sangat ditentukan oleh tindakan kita. Dengan kata lain, tindakan kitalah yang menentukan takdir kita. Sang Pencipta memiliki rencana untuk setiap manusia yang ciptakan ke dunia. Namun, seringkali manusia yang tidak berjalan di jalur yang sudah ditentukan. Usaha yang tidak maksimal, pilihan yang tidak sesuai, mengakibatkan kita ‘sesat’ nasib yang berimbas pada takdir hidup kita.

Percayalah pada Penciptamu! Bertindaklah seturut kehendak-Nya! Niscaya benih nasibmu akan baik. Akhirnya, takdirmu akan selaras dengan rencana-Nya.

Indonesia, 10 Januari 2019

Riset Corporation

Pages: 1 2

Posted by: retarigan | December 9, 2018

Brainy Quote ‘Man is what he reads’ ~ Joseph Brodsky 001


Siapakah manusia menurut Anda? Manusia adalah ciptaan Sang Maha Sempurna. Ya! Berdasarkan perspektif penciptaan, manusia memang makhluk ciptaan. Namun, dari perspektif pemaknaan, siapakah manusia? Manusia adalah apa yang dia pelajari lewat membaca. Setiap manusia memperoleh pengetahuan dan pemahaman dari kegiatan membaca. Manusia mengenal penciptanya melalui kitab suci yang dibacanya. Manusia mengetahui sifat alam melalui gejala alam yang mampu ia baca dan amati. Manusia mengenal dan memahami tubuhnya lewat kemampuannya membaca sinyal yang disampaikan oleh indera tubuhnya.

Brainy Quote ~ Joseph Brodsky 001b

Joseph Brodsky, seorang pendidik dan penyair kelahiran Rusia, peraih Hadiah Nobel Kesusastraan tahun 1987, hidup dalam rentang tahun 1940-1996 (55 tahun), pernah meng-quote, ‘Man is what he reads.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Manusia adalah apa yang dia baca.

Kualitas manusia terlihat dari apa yang ia baca. Ketika seorang manusia banyak membaca karya sastra, kemungkinan ia akan menjadi penyair atau pujangga. Ketika seorang manusia lebih banyak membaca karya musik, kemungkinan ia akan menjadi seorang artis penyanyi atau komposer musik. Ketika seorang manusia lebih banyak membaca laporan keuangan, kemungkinan ia akan menjadi seorang ahli keuangan. Bila seorang lebih banyak membaca perilaku manusia, kemungkinan ia akan berprofesi sebagai seorang psikolog atau pemerhati perilaku manusia.

Kita menjadi seperti apa yang kita baca. Sumber bacaan kita sangat mempengaruhi akan menjadi apa kita kelak di kemudian hari. Membaca menjadi aktivitas utama seorang manusia bila ia ingin menjadi seorang manusia yang lebih berkualitas. Walaupun sampai batas tertentu, ada sejumlah bacaan yang tidak mampu juga membuat kualitas terbaik manusia meningkat. Bahkan, dapat merusak pikiran dan perilaku pembacanya.

Karena kita akan menjadi apa yang kita baca, maka kita perlu bijaksana dalam memilah dan memilih bahan bacaan kita. Bahan bacaan kita, baik berupa buku, gejala alam, perilaku manusia, dapat memampukan kita menjadi seorang yang lebih seimbang dalam berpikir dan bertindak. Sesuatu bacaan yang baik membuat kita menjadi lebih bijaksana. Sementara, suatu bacaan yang buruk juga seharusnya membuat kita mampu menjadi lebih bijaksana. Namun, bagi sebagian kecil orang, hal itu memicunya berperilaku buruk di mata masyarakat.

Proses membaca, seharusnya membuat kita menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam membuat keputusan, apakah kita akan menjadi manusia yang bermanfaat atau sebaliknya membuat kita menjadi manusia yang lebih bersifat mudarat.

Kita adalah hasil dari bacaan kita!

Indonesia, 9 Desember 2018

Riset Corporation

Pages: 1 2


Anda sudah memiliki anak? Atau dipekerjaan, Anda memiliki anggota tim? Apakah Anda dapat mempengaruhi mereka untuk melakukan apa yang Anda inginkan? Bersediakah mereka, anak Anda atau staf Anda, melakukan sesuatu yang Anda perintahkan? Bila mereka menolak, mengapa? Bila mereka bersedia, karena apa? Tahukah Anda bila tidak ada seorangpun yang mau mengikuti apa yang kita katakan, kecuali mereka mengerti mengapa hal itu harus dilakukan?

Brainy Quote ~ John C. Maxwell 002b

John C. Maxwell, seorang pastor, pembicara, dan penulis berkebangsaan Amerika, lahir pada tahun 1947 (61 tahun saat ini), pernah meng-quote, ‘In the end, people are persuaded not by what we say, but by what they understand.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Pada akhirnya, orang-orang dapat dibujuk bukan oleh apa yang kita katakan, tetapi oleh apa yang mereka pahami.

Dalam konteks kepemimpinan, pengikut tidak mendengar apa yang kita katakan. Tetapi, mereka mengikuti apa yang kita lakukan. Mempengaruhi, bukan karena sekadar kharisma yang kita miliki. Tetapi, karena mereka mengerti dan paham, apa yang kita sampaikan bermanfaat bagi mereka.

Seni kepemimpinan adalah seni mempengaruhi. Kita mampu mempengaruhi orang lain hanya dengan pemahaman mereka akan diri mereka sendiri. Tanpa itu, jangan pernah berharap Anda mampu membujuk orang lain untuk melakukan apa yang Anda katakan.

Pada dasarnya setiap orang adalah seorang penentang. Mereka tidak akan mau ‘bergerak’ bila bukan karena keinginan mereka sendiri. Tugas kita adalah bagaimana kita mempengaruhi mereka agar mereka sadar bahwa mereka harus melakukan sesuatu karena hal itulah yang terbaik bagi mereka. Mereka akan selalu ‘berhitung’ dari sisi keuntungan mereka. Tanpa mendapatkan suatu, mereka tidak akan pernah melaksanakan apa pun.

Dengan menyadari manfaat maupun tujuannya, mereka akan bekerja tanpa perintah. Andaipun diperlukan, perintah itu harus datang dari diri mereka sendiri.

Indonesia, 8 Desember 2018

Riset Corporation

Pages: 1 2


Menurut Anda, siapakah seorang pemimpin? Apakah orang yang memiliki banyak pengikut? Apakah orang yang memiliki fasilitas lengkap? Apakah orang yang berpendidikan tinggi? Atau orang yang tahu segalanya? Atau mungkin orang yang berperawakan tinggi besar? Ternyata tidak! Seorang pemimpin adalah seorang yang tahu kemana arah tujuannya, melakukan dengan caranya, dan menunjukkan kepada orang yang dipimpinnya bagaimana cara melakukannya.

Brainy Quote ~ John C. Maxwell 001

John C. Maxwell, seorang pastor, pembicara, dan penulis berkebangsaan Amerika, lahir pada tahun 1947 (61 tahun saat ini), pernah meng-quote, ‘A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Seorang pemimpin adalah seseorang yang tahu cara/jalannya, melakukan dengan caranya, dan menunjukkan caranya.

Pemimpin bukan manajer. Pemimpin mampu mengilhami orang-orang sekitarnya untuk menjadi dirinya sendiri. Pemimpin tidak memaksa orang lain seperti dirinya. Tetapi, ia justru membebaskan orang-orangnya untuk menjadi seperti yang ia mau.

Pemimpin hanya menunjukkan jalan, setelahnya, setiap orang harus memilih untuk melakukan dengan caranya masing-masing. Ketika sang pemimpin tidak ada pun, pada pengikut mampu melakukan apa yang sudah ditunjukkan pemimpin sebelumnya. Mereka akan menjadi orang-orang yang merdeka dengan pilihan mereka sendiri. Tidak ada pemaksaan! Tidak ada duplikasi! Yang ada adalah pengalihan tongkat estafet untuk pemimpin berikutnya.

Indonesia, 7 Desember 2018

Riset Corporation

Pages: 1 2


Anda memiliki rencana dalam hidup Anda? Kapan Anda mau melaksanakan rencana yang telah Anda tetapkan? Apakah Anda menunggu saat yang tepat? Kapan-kah tepatnya waktu yang tepat untuk melakukan apa yang direncanakan? Percayakah Anda bila menunggu berarti menunda? Menunda berarti tidak akan pernah melakukan? Rencana masa depan harus dilakukan sekarang! Masa depan tidak ada kepastian dan tidak dijanjikan kepada seorang pun. Setiap orang harus meraih masa depannya sendiri.

Brainy Quote ~ Wayne Dyer 004

Wayne Dyer, seorang penulis self-help dan pembicara motivasional berkebangsaan Amerika, hidup dalam rentang tahun 1940-2015 (75 tahun), pernah meng-quote, ‘Go for it now. The future is promised to no one.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Lakukan sekarang. Masa depan tidak dijanjikan kepada siapa pun.

Bila Anda memiliki rencana, segeralah laksanakan. Sebagian besar manusia tidak pernah meraih masa depan yang ia impikan karena selalu menunda apa yang telah ia wacanakan. Orang yang menunda berarti ia mencuri waktu dari sisa hidupnya. Orang yang demikian tidak akan pergi kemana-mana. Ia hanya akan jalan di tempat.

Lakukan rencana Anda! Sekarang! Jangan tunggu sampai esok. Esok belum tentu masih ada kesempatan untuk Anda. Jangan membuat alasan, waktunya belum tepat. Tidak ada waktu yang benar-benar tepat. Tetapi setiap waktu adalah saat yang tepat.

Miliki antusiasme untuk segera bertindak. Masa depan tidak pasti. Masa depan tidak dijanjikan kepada siapapun. Setiap orang harus meraih masa depannya. Berhasil atau tidak, setiap orang memiliki garis tangannya sendiri. Namun, usaha harus dilakukan seoptimal mungkin.

Indonesia, 6 Desember 2018

Riset Corporation

Pages: 1 2


Apakah Anda berharga? Sebesar apa harga diri Anda? Seberapa berharga Anda di mata orang lain? Kita berharga tergantung pada kemampuan kita menghargai diri sendiri. Bila kita mampu membuat diri kita berharga, maka kita memiliki harga diri. Demikian juga sebaliknya. Harga diri kita sangat bergantung pada pola berpikir kita. Bila kita berpikir kita berharga, maka itulah harga diri kita.

Brainy Quote ~ Wayne Dyer 003b

Wayne Dyer, seorang penulis self-help dan pembicara motivasional berkebangsaan Amerika, hidup dalam rentang tahun 1940-2015 (75 tahun), pernah meng-quote, ‘Self-worth comes from one thing – thinking that you are worthy.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Harga diri berasal dari satu hal – berpikir bahwa Anda berharga.

Setelah kita berpikir bahwa kita berharga, hal selanjutnya, harga diri kita dapat diukur dari nilai yang kita berikan bagi kehidupan. Bila kehadiran kita mampu meningkatkan nilai orang lain, maka sebesar itulah nilai yang kita berikan. Nilai yang kita ciptakan selaras dengan nilai yang kita berikan kepada pihak lain.

Setiap orang sesungguhnya memiliki harga. Setiap pribadi sebenarnya menghasilkan nilai. Hal tersebut dapat dicapai, bila mereka masing-masing merasa dan berpikir bila diri mereka berharga dan bernilai. Masalahnya, banyak orang yang merasa rendah diri dihadapan orang lain. Mereka menganggap diri mereka tidak berkontribusi apa pun bagi kehidupan. Padahal, sesungguhnya tidak ada makhluk yang tidak berguna ketika diciptakan ke dunia.

Satu hal utama agar kita berharga adalah ketika kita berpikir bahwa kita berharga.

Indonesia, 5 Desember 2018

Riset Corporation

Pages: 1 2


Apakah Anda pernah diremehkan orang lain? Apakah Anda pernah diperlakukan tidak layak oleh pihak lain? Apakah hal itu mengecewakan Anda atau justru memicu Anda untuk berbuat lebih baik? Seringkali kita dinilai orang lain berdasarkan latar belakang kita atau mereka menilai karena masa lalu kita. Jarang orang lain menilai kita berdasarkan potensi yang kita miliki dan impian kita dimasa depan. Mengapa demikian? Karena mereka hanya mengenal kita berdasarkan data masa lalu. Tetapi mereka tidak pernah tahu atau tidak memiliki dukungan data, apa yang sedang kita rencanakan serta langkah apa yang kita lakukan untuk menyongsong masa depan kita.

Brainy Quote ~ Wayne Dyer 002

Wayne Dyer, seorang penulis self-help dan pembicara motivasional berkebangsaan Amerika, hidup dalam rentang tahun 1940-2015 (75 tahun), pernah meng-quote, ‘How people treat you is their karma; how you react is yours.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Bagaimana orang memperlakukanmu adalah karma mereka; bagaimana reaksimu adalah hakmu.

Cara mereka memperlakukan kita adalah kualitas mereka dan itu adalah karma bagi mereka. Mereka menjustifikasi kita sesungguhnya menunjukkan ketidakmampuan diri mereka sendiri. Mereka tidak rela ketika ada orang lain lebih baik dibandingkan mereka. Menurut mereka, karena mereka lebih baik dimasa lalu, seharusnya mereka tetap lebih baik untuk saat ini dan masa depan. Masalahnya, hal itu tidak pernah mutlak.

Persoalan utama sekarang adalah, bagaimana kita bereaksi terhadap semua yang ‘menerpa’ kita. Bila kita bereaksi positif atas penilaian negatif orang lain, maka kitalah yang akan memetik buah yang kita tanam hari ini di kemudian hari.

Kita tidak dapat mengubah cara pandang orang lain terhadap diri kita. Kita juga tidak dapat mengubah penilaian orang lain terhadap potensi kita. Tetapi kita dapat merubah sikap kita terhadap semua pernyataan yang mengarah ke kita.

Kita adalah diri kita sendiri. Menjadi apa kita saat ini, dan di masa depan sangat bergantung pada apa yang kita lakukan saat ini serta persiapan kita untuk masa depan. Biarlah perlakuan orang lain menjadi karma bagi mereka. Reaksi kitalah yang akan membedakannya.

Indonesia, 4 Desember 2018

Riset Corporation

Pages: 1 2

Older Posts »

Categories