Posted by: retarigan | March 19, 2010

Public Services


BDr. RISWAN EFENDI TARIGAN

(Just call me, Riset)

Thinker, Self Motivator & Inspirator

[Professional Lecturer; Professional Stock Trader; Professional IT/S Consultant]

Mobile: 081316821966 (WA)

e-Mail: re.tarigan@gmail.com

My Other Blog’s, retariganforbranding.wordpress.com; retarigansite.wordpress.com

Doctoral Student of Business Information System at Overseas University ~ 2017 – 2021 – My Planning

Doctoral of Management & Business Program – Bogor Agricultural University (IPB) ~ 2010 – 2014 (No Dissertation)

Master of Information Technology – University of Indonesia (UI) ~ 2004 – 2006

Bachelor of Electrical Engineering – Christian University of Indonesia (UKI) ~ 2001-2003

Diploma of Electrical Engineering – Polytechnic of North Sumatera University (POLMED) ~ 1994-1997

International Online Courses

Academic Integrity: Values, Skills, Action at The University of Auckland, (Feb 1 – 28, 2016) – Pass

Logical and Critical Thinking at The University of Auckland (Feb – March, 2017)

Developing Your Research Project at University of Southampton (January 9 – 5 March 5, 2017)

Business Fundamentals: Effective Communication at The Open University (January 9 – February 12, 2017)

Achieving Personal Success Course at Stanford University (February 27 – March 6, 2017) – Pass 100%

Innovation: The Key to Business Success at University of Leeds (January 9 – 29, 2017)

Inside IELTS at Cambridge English Language Assessment (January 9 – February 12, 2017)

Journalism and Print Media at ALISON | A New World of Free Certified Learning (March 1st – April 30th, 2017) – Pass 88%

Diploma in Basic Chinese Language StudiesCambridge University 2017

Diploma in Basic English Grammar at XSIQ Ltd was an Australian Interactive Multimedia Corporation [ALISON | A New World of Free Certified Learning] (March 2nd – June 30th, 2017)

English Writing Skills at XSIQ Ltd was an Australian Interactive Multimedia Corporation [ALISON | A New World of Free Certified Learning] (March 2nd – July 30th, 2017)

Speaking and Writing English Effectively at XSIQ Ltd was an Australian Interactive Multimedia Corporation [ALISON | A New World of Free Certified Learning] (March 2nd – August 30th, 2017)

Diploma in Business Communication Skills at NPTEL (National Programme on Technology Enhanced Learning) (2017)

Diploma in Business Management & Entrepreneurship at XSIQ Ltd was an Australian Interactive Multimedia Corporation [ALISON | A New World of Free Certified Learning] (2017)

Diploma in Business Process Management at Global Text Project (2017)

Diploma in Change ManagementAdvance Learning Academy (March – April, 2017)

Diploma in Community DevelopmentOntario Healthy Communities Coalition (2017)

Diploma in E-Business at Google (2017)

Diploma in English Language and Literature at XSIQ Ltd was an Australian Interactive Multimedia Corporation [ALISON | A New World of Free Certified Learning] (2017)

Advanced Diploma in Tourism and Hospitality ManagementAdvance Learning Academy (2017)

Diploma in Hospitality Management with English Language StudiesAdvance Learning Academy (2017)

Diploma in International Tourism with English Language StudiesGlobal Text Project (2017)

Diploma in Risk Management at Saylor Foundation (2017)

Diploma in Social Media Marketing at Advance Learning Academy (2017)

Diploma in Social Work StudiesOpenLearn (2017)

Diploma in Strategic ManagementNPTEL (2017)

Diploma in Information Technology Management at Global Text Project (2017)

Smarter Learning: Improve Your Study Skills and Practices at Open Learn (2017)

Diploma in Applied Operations Management – NPTEL 2018

Diploma in Applied Psychology – Consumer Behavior – NPTEL 2018

Diploma in Business and Legal Studies – XSIQ 2018

Diploma in Business Communication Skills – NPTEL 2018

Diploma in Caregiving – Advance Learning Academy 2018

Diploma in Customer Service – Connexions 2018

Diploma in Educational Psychology – Global Text Project 2018

Diploma in Environmental Science – OpenLearn 2018

Diploma in Legal Studies – XSIQ 2018

Diploma in Marketing Management – NPTEL 2018

Diploma in Modern Human Resource Management – Saylor Foundation 2018

Diploma in Operations Management – OpenLearn 2018

Diploma in Psychology – XSIQ 2018

Diploma in Public Relations – Saylor Foundation 2018

Diploma in Quality Management – NPTEL 2018

Diploma in Services Management – NPTEL 2018

Diploma in Sustainable Business – Saylor Foundation (2018)

Diploma in Sustainable Development – OpenLearn 2018

Diploma in Teaching Skills for Educators – Global Text Project 2018

Diploma in Supply Chain Management – NPTEL 2018

Past Professional Affiliated

Team of Committee Good Corporate Governance (GCG) at PT PANN (Persero) ~ Oktober 2010 – Desember 2012

Program Secretary of Master of Information Technology – University of Indonesia ~ 2006 – 2009

Professional Institution Membership:

Association for Information Systems (AIS), Academic Membership – [AIS ID: 300019428] (2016-2019)

Product Development and Management Association (PDMA) Indonesia, Academic Membership – [PDMA ID: 34947] (2016-2017)

Information Systems Audit and Control Associaton (ISACA), Professional Member [ISACA ID: 968203] (2016-2017)

Association for Information Systems Indonesia (AISINDO), Member [AISINDO.2015.08.03] (2015 – present)

Agricultural Economics Association of Indonesia (PERHEPI – Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia), Member (2013-2014)

Information Systems Audit and Control Association (ISACA), Member (2006 – 2007)

International & National Certification:

Masyarakat Profesi Penilai Indonesia [MAPPI-P] Properti : 2014 – Done

Building Cisco Multilayer Switched Networks [BCMSN] : 2002

Cisco Certified Design Associate [CCDA] : 2001-2004

 Cisco Certified Network Associate [CCNA] : 2000-2003

Professional Trader:

IDX Indonesia (Indo Premier); Forex; US Options Market (1JP A24)

Affiliated with BINUS University – Information Systems Graduate Program ~ 2010-now

Part Time Lecturer at: UPH Business School (Management & Business: 2015- now)University of Pelita Harapan (Information Systems: 2009- now), PPM School of Management (Business Management Undergraduate: 2006-2014), University of Bakrie (Information Systems: 2013-2014), University of Budi Luhur (Computer Graduate Program : 2008-2010), Universitas Indonusa Esa Unggul (Informatics: 2004-2006), University of Indonesia (Master of Information Technology: 2006-2009)

Part Time Instructor at: Sciencom Center for Professional Development (IT Project Management, IT Management, IT-Infrastructure Library, IT Strategic Plan, IT Governance, Corporate Governance: 2009-now)

Read More…


Kapan ya, Atlet untuk ‘Cabang Tertentu’ Mendapat Apresiasi Layak di Negeri Ini?

Author: Riswan E. Tarigan

Permasalahan akan kurangnya perhatian dan apresiasi dari pemerintah (khususnya pemerintah daerah) kepada atlet berprestasi sepertinya sudah menjadi ‘budaya’ alih-alih ‘kebiasaan’ di negeri ini (Indonesia).

Denny Thios – Medali Emas Kejuaraan Angkat Berat Asia

Berita terbaru yang menjadi viral, Sandra Diana Sari, atlet angkat berat dari Padang, Sumatera Barat, harus ‘ngamen’ di jalan raya (di depan kantor kecamatan Padang Selatan, Kota Padang) untuk mendapatkan dukungan dana mengikuti Kejuaraan Nasional bulan Agustus 2017 di Medan. Pengakuan Sandra di ‘Hitam Putih’, ia baru bisa mengumpulkan Rp 800.000-an. Miris mendengarnya! Sampai-sampai Deddy Corbuzier, bersedia mentransfer Rp 5 juta (sesuai dana yang dibutuhkan) untuk menalangi kebutuhan sang atlet. Saya penasaran, berapa banyak kasus atlet yang kurang diapresiasi oleh pemerintah? Saya coba googling dan mendapatkan informasi berikut ….

Salda Kamal, atlet volley yang diabaikan pemerintah Kabupaten Bireuen, NAD. Beritanya di http://acehsatu.com/salda-kamal-atlet-volly-yang-diabaikan-pemerintah/

Di tulisan Jhon Miduk Sitorus, dengan judul ‘Apresiasi terhadap Atlet Indonesia masih Sekadar Omong Kosong’ (http://www.kompasiana.com/jhonmiduk/apresiasi-terhadap-atlet-indonesia-masih-sekedar-omong-kosong_592709b45a7b619c67fe39b7) menginformasikan sejumlah atlet yang ‘sengsara’ setelah selesai ‘mengabdi’ menjadi atlet.

‘Penderitaan’ atlet di Indonesia sepertinya berkelanjutan, mulai dari proses merangkak menjadi atlet berprestasi sampai setelah mereka ‘selesai’ menjadi atlet. Sepertinya mereka hanya mendapat sanjungan saat berada di posisi meraih kemenangan (sesaat). Setelahnya, mereka kembali menginjak bumi dan ‘mati’.

Kabarnya, anggaran Kemenpora sekitar Rp 3,14 triliun dari APBN 2017. (Sumber: http://m.topskor.id/detail/43896/Anggaran-Kemenpora-di-APBN-2017-Mencapai-Rp-314-Triliun) Dengan anggaran sebesar itu, bila benar dalam pengalokasiannya, harusnya tidak ada atlet yang terabaikan dari segi dukungan dana. Kecuali memang tidak ada niat mendukung mereka.

Sebaiknya, seluruh atlet yang terdaftar di Kemenpora, didukung dengan sistem informasi. Sehingga semua kebutuhan dan rekam jejak mereka ter-rekapitulasi di dalam sebuah sistem. Dukungan dana per-bulan, mestinya mengadopsi KJP DKI Jakarta. Dengan demikian, dana tersalurkan jelas kepada setiap atlet yang membutuhkan sehingga transparasi dan akuntabilitasnya terjamin.

Marina Segedi – Mantan Atlet Pencak Silat Medali Emas SEA Games 1981 Filipina

Bila membandingkan dengan atlet-atlet di negara lain, sepertinya saya membandingkan kereta cepat Shinkansen dengan kereta ekonomi Jakarta-Bogor. Memang tidak apple-to-apple. Namun, para pengambil kebijakan sudah seharusnya belajar dan mau mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari.

Bila masalah kurangnya perhatian (dukungan dana) kepada atlet masih berkelanjutan, lalu kapan Indonesia bisa menjadi kiblat olahraga dunia? Belum masalah lain yang masih se-‘abreg-abreg’. Baru beberapa hari kemarin, tim bulutangkis Indonesia ‘gagal maning’ di Piala Sudirman. Jangankan target juara, babak penyisihan pun tidak lolos 😦

Ah, sudahlah … saya kebanyakan bermimpi bila mengharapkan Indonesia bisa menjadi kiblat olahraga dunia. Toh, di Asia Tenggara saja, terus-terusan babak belur dikangkangi Thailand dan negara ASEAN lainnya.

Boro-boro mau juara Piala Dunia Sepakbola, juara umum olimpiade, juara Piala Fed di tenis, juara ….. hei bangun ….!!!! Bagaimana mau juara, mbok mau mengikuti Kejurnas aja, harus ngamen dulu. Untung ada Deddy Corbuzier nalangi biaya untuk satu kejuaran. Trus, kejuaran berikutnya piye? Ngamen lagi …!!!

Saya hanya bisa mendoakan, semoga atlet Indonesia diberi kesabaran dan ketabahan untuk menghadapi semua kenyataan yang ada. Menjadi atlet memang menjadi impian bagi sebagian orang untuk mengharumkan nama bangsa. Bila ada pertanyaan, ‘Apa sich enaknya jadi atlet?’ Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh atlet itu sendiri. Karena hanya mereka yang merasakan langsung, bagaimana bangganya menjadi atlet, apalagi ketika berprestasi tinggi.

That’s a choice..!! Setiap pilihan memiliki risiko sendiri. Tapi, bukan risiko ‘menderita’ karena kurangnya perhatian dan dukungan dari pemangku kepentingan.

Karawaci, 29 Mei 2017

–o0o–


Brainy Quote ~ Thomas Jefferson 002

Apakah Anda sering mendengar kalimat berikut? Kemarin adalah masa lalu, hari ini adalah kenyataan, esok adalah harapan. Indah sekali kalimat itu, bila direnungkan dengan pikiran yang jernih tanpa melakukan kritik yang tidak perlu.

Terpenting, bukan meratapi apa yang sudah lalu. Tetapi lebih fokus pada impian masa depan, sambil melakukan yang terbaik saat ini. Itulah perilaku yang paling bijak dilakukan oleh kita semua, apapun profesi kita dan dimanapun kita berada.

Thomas Jefferson, mantan presiden Amerika Serikat, hidup dalam rentang 1743-1826, pernah meng-quote, ‘I like the dreams of the future better than the history of the past.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Saya lebih menyukai mimpi masa depan yang lebih baik daripada sejarah masa lalu.’

Intinya adalah, mimpi masa depan masih dapat kita wujudkan dengan lebih baik. Dimana butuh usaha untuk mewujudkannya. Tetapi sejarah masa lalu hanya tinggal kenangan. Tidak ada lagi yang dapat kita lakukan untuk merubah masa lalu. Ia sudah berlalu!

Jadi, mengharapkan masa depan yang lebih baik adalah keniscayaan. Tentunya, dengan usaha yang cukup untuk membuktikannya. Tidak demikian dengan masa lalu. Tetapi ingat! Sejarah bisa berulang! Baik sejarah kelam maupun sejarah yang indah. Bila tidak berhati-hati dalam bersikap, sejarah gelap masa lalu bisa terulang di masa depan. Namun, bila disikapi dengan bijak, sejarah yang indah di masa lalu dapat berulang kembali dan bisa lebih indah di masa mendatang.

Apakah Anda dan saya sepemikiran dengan TJ, yang hidup lebih dari 300 tahun yang lalu? Bahwa kita lebih menyukai mimpi masa depan daripada meratapi sejarah masa lalu?

So, ciptakan sejarah Anda sendiri! Saya juga menciptakan sejarah saya sendiri. Dengan melakukan yang terbaik saat ini sebagai tahap perwujudan mimpi di masa depan.

Tangerang Selatan, 28 Mei 2017

Riset Corporation

Pages: 1 2


Brainy Quote ~ Thomas Jefferson 001

Saat ini, begitu sulitnya menemukan orang yang jujur (saya katakan di Indonesia saja – bila terlalu luas di seluruh dunia). Sejak kecil anak sudah dididik (tanpa sadar oleh orangtuanya) berperilaku tidak jujur. Saat di sekolah, murid dan guru (sebagian) juga berperilaku tidak jujur terhadap hasil belajar. Di tingkat universitas juga banyak mahasiswa (sebagian) tidak jujur terhadap hasil penelitiannya. Bahkan professor (beberapa) pun tidak jujur dengan pengelolaan dana penelitiannya. Sampai pada profesional yang bekerja di perusahaan swasta dan pemerintahan, sebagian tidak jujur dalam pengelolaan anggaran. Di level lembaga negara pun, sebagian yang menduduki jabatan strategis, juga berperilaku tidak jujur dalam keputusan dan kebijakannya.

Mengapa bisa demikian? Terlalu sulitkah menjadi orang yang berperilaku jujur? Atau adakah yang salah dalam sistem pendidikan di negeri ini, baik dari keluarga maupun dalam pendidikan formal? Sehingga di semua level kehidupan sosial masyarakat, swasta dan pemerintahan ditemukan banyak sekali ketidakjujuran?

Thomas Jefferson, mantan presiden Amerika Serikat, hidup dalam rentang 1743-1826, pernah meng-quote, ‘Honesty is the first chapter in the book of wisdom.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Kejujuran adalah bab pertama dari buku kebijaksanaan.’

Berdasarkan quote tersebut, benarkah sebagian besar orang di dunia, khususnya di Indonesia, melewatkan bab pertama dari buku kebijaksanaan? Mungkinkah bab pertama dari buku kebijaksanaan yang mereka pegang, sudah terlepas, atau sengaja di robek? Sehingga mereka (oknum yang terindikasi dan terlibat) tidak memiliki hati nurani lagi dan melakukan ketidakjujuran?

Lihatlah berita di televisi akhir-akhir ini! Ada oknum pejabat di departemen pemerintahan yang di tangkap tangan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), padahal laporan keuangan departemen tersebut sudah dilaporkan lembaga negara pengawas (BPK) dengan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sedihnya lagi, ternyata oknum auditor internal lembaga negara tersebut juga terlibat. Sebagai orang yang pernah berprofesi sebagai auditor, saya merasa sangat sedih dan malu, bagaimana seorang profesional dengan etika profesinya, justru melakukan ketidakjujuran dan mengabaikan etika profesi-nya. Terkadang, saya berpikir, semoga berita itu hanyalah berita, bukan kenyataan!

Bila orangtua di rumah tangga, pendidik di sekolah dan universitas, profesor di ranah penelitian, pegawai dan pimpinan di perusahaan, pejabat di departemen pemerintahan dan lembaga negara mengabaikan bab pertama dari buku kebijaksanaan, lalu kepada siapa lagi kita bisa berharap bahwa integritas dan kejujuran menjadi hal utama yang perlu dikedepankan dalam perilaku di kehidupan sosial masyarakat maupun di profesi?

Sudah banyakkah orang lupa dengan apa yang dikatakan Thomas Jefferson lebih dari 300 tahun yang lalu, bila kejujuran merupakan lembaran awal dari buku kebijaksanaan? Terutama di negara yang sangat agamis yang selalu mengatakan bahwa apapun yang kita ‘lakukan’, Sang Khalik pasti melihat?

Apakah perilaku konsumtif dan atau hedonis sudah membutakan mata batinnya? Sehingga pengumpulan kekayaan finansial harus dilakukan dengan ketidakjujuran? Tidak ada rasa malu atau bersalah, baik saat tertangkap atau tidak terungkap?

Mungkin, mengutip lirik lagu Ebiet G. Ade, … coba tanyakan pada rumput yang bergoyang … moga-moga disana ada jawabnya …..

Akhir kata, sebagai pesan kepada saya dan pembaca artikel pendek ini, baca, renungkan, dan terapkanlah bab awal dari buku kebijaksanaan yang dikatakan Thomas Jefferson. Bila pun orang lain abai, setidaknya diri kita tidak ikut-ikutan abai akan hal tersebut. Ingatlah! Integritas dan kejujuran merupakan salah satu hak tertinggi dan yang paling mulia yang kita miliki sebagai makhluk ciptaan Sang Khalik.

Hanya dengan kejujuran, kita masih layak disebut sebagai manusia yang berakhlak. Bila tidak, apa bedanya kita dengan makhluk hidup yang lain? Punya raga tetapi tidak memiliki nurani!

Tangerang Selatan, 28 Mei 2017

Riset Corporation

Pages: 1 2


Brainy Quote ~ Tariq Ramadan 001

Sesungguhnya, setiap agama memiliki ketentuan dan jadwal berpuasa. Saat ini, bertepatan bulan Ramadhan bagi umat Muslim. Selama sebulan penuh umat Muslim akan menjalankan kewajiban berpuasa, sebelum menyambut bulan Syawal sebagai bulan kemenangan. Walaupun sebenarnya arti kata syawal adalah NAIK. RINGAN, MEMBAWA (mengandung).

Hakekatnya, puasa merupakan proses mendisiplinkan diri dari hal-hal yang selama ini mengikat seseorang, agar dapat bebas (merdeka) darinya. Seperti yang di-quote oleh Tariq Ramadan, seorang filsuf, penulis, dan akademisi asal Swiss (Ia merupakan cucu dari Imam Syahid Hasan Al Banna, Pendiri Ikhwanul Muslimin), ‘The philosophy of fasting calls upon us to know ourselves, to master ourselves, and to discipline ourselves the better to free ourselves. To fast is to identify our dependencies, and free ourselves from them.Secara bebas diterjemahkan, ‘Filosofi puasa adalah menghimbau kita untuk mengenal diri sendiri, menguasai diri sendiri, dan mendisiplinkan diri menjadi lebih baik dengan tujuan membebaskan diri. Berpuasa adalah untuk mengidentifikasi ketergantungan kita, dan membebaskan diri kita darinya.’

Jadi, konsep berpuasa bertujuan untuk mengenal dan menguasai diri sendiri. Kemudian, mendisiplinkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Membebaskan diri dari ketergantungan yang mengikat kita selama ini (baik masalah fisik maupun pikiran), sekaligus memerdekakan diri darinya.

Setiap orang penting untuk berpuasa, terlepas dari keyakinan agama yang melatarbelakanginya. Juga, sesungguhnya dari sisi medis, berpuasa adalah hal yang bijak untuk dilaksanakan.

Bila diniatkan, berpuasalah! Walaupun bulan ini merupakan bulannya umat Muslim. Sebenarnya, setiap orang (dari semua latar belakang keyakinan) bisa mendapatkan manfaat dan berkat dari aktivitas berpuasa.

Tangerang Selatan, 27 Mei 2017

Riset Corporation

Pages: 1 2


Brainy Quote ~ Drake 001

Kapan Anda merasa belajar dari tidak tahu menjadi tahu? Dari tahu menjadi mengerti? Dari mengerti menjadi memahami? Apa yang Anda dapatkan dari setiap proses belajar tersebut? Apakah Anda menjadi lebih pintar? Menjadi lebih sabar? Atau menjadi lebih bijak? Biasanya, belajar membuat wawasan dan cakrawala kita semakin luas. Mata hati kita akan semakin ‘terang’ dalam melihat keadaan sekitar. Bahkan dari setiap ‘kejadian’ kita semakin memahami tujuan hidup kita hadir ke dunia ini.

Drake, seorang bintang televisi dan rapper kelahiran Kanada 1986 meng-quote,Sometimes it’s the journey that teaches you a lot about your destination. Secara bebas diterjemahkan, ‘Terkadang perjalanan yang dilalui mengajarkan banyak tentang tujuan hidup Anda.’

Tidak ada perjalanan yang lurus dan mulus seperti yang kita mau. Pasti di titik tertentu ada lika-likunya. Ada orang baru mengerti tujuan hidupnya setelah mengalami sakit parah! Ada orang yang baru mengerti tujuan hidupnya setelah hampir mati karena obat-obatan terlarang! Ada orang yang baru mengerti tujuan hidupnya setelah mengalami perceraian atau kehilangan anggota keluarganya! Ada orang baru mengerti tujuan hidupnya setelah mengalami kecelakaan fatal, tetapi masih diberi kesempatan hidup!

Banyak sekali hal-hal yang terjadi selama proses perjalanan membuat kita baru mengerti mengapa Sang Khalik mengutus kita ke dunia dimana kita ditempatkan. Tidak peduli apa warna kulit dan etnis kita! Tidak peduli apa keyakinan kita! Tidak peduli tingkat pendidikan kita! Semua pasti menjalani proses perjalanan yang berliku. Masalahnya adalah, sadarkah kita bila kita sedang mengalami proses ‘pembentukan’? Mengertikah kita saat kita mengalami ‘ujian’ untuk naik ke tingkat kehidupan berikutnya? Itulah yang perlu kita sadari dan mampu memahami.

Yang pasti! Setiap kejadian di dalam ‘perjalanan’ mengajarkan kita sesuatu mengapa kita hidup? Pada akhirnya, kita diharapkan untuk menghargai arti hidup dan menyadari betapa berharganya hidup kita.

Tangerang Selatan, 26 Mei 2017

Riset Corporation

Pages: 1 2


Brainy Quote ~ Kareena Kapoor Khan 001

Ada orang yang beranggapan hidup ini penuh dengan kesusahan. Hidup hanya penderitaan! Padahal hidup itu seimbang. Ada susah dan senang. Ada masalah ada solusi. Ada derita ada bahagia. Apakah Anda berpikir seperti orang kebanyakan? Atau Anda merasakan bahwa hidup penuh warna?

Kareena Kapoor, seorang aktris Bollywood, lahir di tahun 1980, meng-quote, ‘Life is full of happiness and tears; be strong and have faith.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Hidup ini penuh dengan kebahagiaan dan air mata; tetaplah kuat dan miliki keyakinan.’ Ia yang masih relatif ‘muda’ sudah merasakan bila hidup penuh dengan kebahagiaan dan air mata (kesedihan – walaupun ada juga air mata kebahagiaan), apalagi orang yang sudah hidup lebih lama dan mengalami berbagai era. Pastilah warna-warni kehidupan membentuknya menjadi pribadi yang jauh lebih bijak dalam menyikapi hidup.

Tidak ada kondisi yang monoton terus menerus. Selalu ada naik turun atau kiri dan kanan. Laksana jalan raya panjang yang penuh dengan lika-liku. Demikian juga hidup yang selalu berubah secara dinamis. Hari ini kita sedih, esok mungkin ada sukacita. Hari ini ditimpa musibah, esok mungkin memperoleh berkat.

Apapun yang terjadi, sebagai orang yang memiliki iman, tetaplah berpikir positif dan bersikap dewasa dalam menghadapi setiap realita kehidupan. Niscaya Anda dan saya akan menjadi pribadi yang semakin hari semakin teruji dalam menghadapi badai dan indahnya kehidupan.

Mulai sekarang, miliki keyakinan di setiap langkah kehidupan!

Tangerang Selatan, 25 Mei 2017 (Libur Kenaikan Isa Al Masih)

Riset Corporation

Pages: 1 2


Buku Kuasai Dirimu

Hari ini, Rabu tanggal 24 Mei 2017, aku sedang mengisi air di halaman depan … ku dengar panggilan Pak Pos dan berhenti di depan rumah. Pak Riswan…??!! “Ya”, jawabku. “Ini ada paket..” “Terima kasih…” balasku dengan seuntai senyuman.

Kemudian paket tersebut aku buka. Ternyata sebuah buku! Aku berpikir sejenak dan bergumam, ‘aku ‘kan tidak memesan buku via online dalam waktu beberapa minggu terakhir?” Setelah aku baca judulnya, aku teringat bila aku pernah mendaftar undian lewat website Kick Andy (http://www.kickandy.com/)

Aku buru-buru akses website Kick Andy, dan aku klik arsip undian. Cihui ..!!! Aku salah satu yang memenangkan undian buku tersebut.

Buku dengan judul “Kuasai Dirimu”, yang ditulis oleh Ahmad Dzikran bertujuan sebagai panduan dalam membangun mind-set dan mental sukses. Tentu, sukses disini bukan sukses sekadar pencapaian finansial atau materi hidup. Tetapi lebih pada sukses dalam mengelola mental pribadi dalam menyikapi hidup.

Terima kasih, Kick Andy … telah mengirimkan aku sebuah buku. Hal ini menginspirasi aku untuk melanjutkan buku tulisanku sendiri. Sampai bertemu di masa mendatang!

Tangerang selatan, 24 Mei 2017

Riset Corporation

–o0o–

Buku Kuasai Dirimu dari Kick Andy


Brainy Quote ~ Steve Jobs 003

Everett M. Rogers mendefinisikan inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktik atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Stephen Robbins menyatakan bahwa inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa. Van de Ven, Andrew H memberikan definisi bahwa inovasi adalah pengembangan dan implementasi gagasan-gagasan baru oleh orang dimana dalam jangka waktu tertentu melakukan transaksi-transaksi dengan orang lain dalam suatu tatanan organisasi. Sementara, menurut Kuniyoshi Urabe, inovasi bukan merupakan kegiatan satu kali pukul (one time phenomenon), melainkan suatu proses yang panjang dan kumulatif yang meliputi banyak proses pengambilan keputusan di dan oleh organisasi dari mulai penemuan gagasan sampai implementasinya di pasar.

Jadi, secara umum, inovasi merupakan suatu gagasan untuk melakukan perbaikan terhadap produk, proses atau jasa dalam jangka waktu tertentu untuk memberikan nilai bagi seseorang atau suatu kelompok di dalam organisasi.

Namun, Steve Jobs, seorang inventor, hidup dalam rentang 1955-2011, memberikan perspektif lain terhadap inovasi melalui quote, ‘Innovation distinguishes between a leader and a follower’. Secara bebas diterjemahkan, ‘Inovasi membedakan antara seorang pemimpin dan seorang pengikut.’ Seorang leader, apakah secara individu atau sebuah organisasi, akan menghasilkan inovasi yang berkesinambungan untuk memperbaiki sesuatu produk atau proses yang membedakannya dengan para pengikut. Pengikut biasanya hanya akan mengikuti apa yang sudah ada. Tetapi leader selalu melakukan sesuatu yang ‘baru’ lewat inovasi.

Tidak perlu menjadi terkenal bila ingin menjadi seorang innovator. Melakukan perbaikan terhadap diri sendiri juga sudah mencerminkan Anda sebagai leader terkait inovasi, khususnya terhadap hidup pribadi.

So, lakukan inovasi setiap hari, sekecil apa pun itu!

Binus Anggrek, 22 Mei 2017

Riset Corporation

Pages: 1 2


Brainy Quote ~ St. Jerome 003

Cinta tidak berwujud, hanya dapat dirasakan. Secara umum cinta (love) di bagi dalam 4 jenis utama, yakni: Eros yang bermakna lebih cenderung kepada romantis, asmara dan hawa nafsu; Philia yaitu  lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga; Agape adalah kasih yang lebih cenderung kepada keluarga dan Tuhan; dan Storge yaitu semangat nusa yang lebih cenderung kepada patriotisme, nasionalisme dan narsisme.

Apapun bentuk atau jenis cinta, semua bermakna pada kasih sayang. Cinta membutuhkan pengorbanan, pengabdian, dan tanggung jawab. Dalam batas tertentu, cinta tidak memiliki harga, sehingga cinta tidak dapat dibeli.

Seperti quote St. Jerome, seorang ahli agama abad ke-4, hidup dalam rentang 347-420 AD, ‘Love is not to be purchased, and affection has no price.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Cinta tidak untuk dibeli, dan kasih sayang tidak memiliki harga.’

Bila ada yang merasa bahwa cinta dapat dibeli, berarti bukan cinta yang tulus yang didapatkan. Demikian juga, bila ada yang mengatakan bahwa kasih sayang ada harganya, berarti bukan kasih sayang yang sejati yang dia maksudkan.

Sesungguhnya, cinta atau kasih sayang adalah suatu ungkapan akan kepedulian seseorang akan yang lain, bisa berupa seseorang yang berbeda (lawan jenis, saudara, atau orangtua), atau terhadap tanah air. Bila cinta yang dimiliki tulus adanya, maka tidak ada syarat untuk mengungkapkan rasa cinta atau kasih sayang. Cinta adalah cinta dan kasih adalah kasih. Tidak ada maksud lain selain hanya ingin mencintai dan mengasihi.

Tangerang Selatan, 14 Mei 2017

Riset Corporation

Pages: 1 2


Brainy Quote ~ Dwight D. Eisenhower 002

Anda mengerti makna motivasi? Pernahkah Anda mendapatkan motivasi? Atau Anda memberikan motivasi kepada orang lain? Atau sudahkah Anda mampu memotivasi diri sendiri? Motivasi berbicara mengenai seni mengajak orang lain atau bahkan mengajak diri sendiri. Seseorang yang sudah bisa memotivasi dirinya sendiri, biasanya ia juga akan mampu memotivasi orang lain. Walaupun ada juga orang yang hanya mampu memotivasi orang lain, tetapi tidak mampu memotivasi dirinya sendiri atau malah sebaliknya.

Secara prinsip, Dwight D. Eisenhower, seorang jurnalis, jenderal dan mantan presiden Amerika Serikat, hidup dalam rentang 1890-1969, pernah meng-quote, ‘Motivation is the art of getting people to do what you want them to do because they want to do it.’ Secara bebas diterjemahkan, ‘Motivasi adalah seni membuat orang melakukan apa yang Anda ingin mereka lakukan karena mereka memang ingin melakukannya.’

Jadi, memotivasi lebih mengenai makna bagaimana mengajak orang-orang (atau mungkin seseorang) mau melakukan hal yang Anda ingin ia lakukan karena memang keinginannya yang tumbuh untuk melakukannya.

Terkadang, sulit memotivasi orang lain, karena kita tidak mampu membuat dia mengubah perspektif-nya bahwa yang kita minta tidak dia rasakan sebagai kebutuhannya. Sehingga kegagalan dalam memotivasi, bukan semata-mata karena kita gagal memberi panutan, namun karena kita kurang mampu mengubah cara berpikirnya.

Sebagai seorang pemimpin, kemampuan memotivasi merupakan salah satu kompetensi yang mesti dimiliki. Karena anggota tim akan lebih melihat pemimpinnya sebagai role model untuk diteladani. Dalam kondisi tertentu, bukan kemampuan memotivasi-nya yang menjadi hal utama, tetapi lebih pada sosok seorang pemimpin sebagai panutan, sehingga anggota tim mau mengubah perspektif-nya untuk melakukan apa yang dimaui oleh sang pemimpin, semata-mata karena hal yang diminta merupakan kebutuhannya sendiri untuk mencapai sesuatu.

Oleh karena itu, sebagai suatu seni, hal memotivasi menjadi modal bagi seseorang ketika ia berada di posisi pemimpin (baik formal maupun informal) untuk menggerakkan semua anggota tim agar mau melakukan apa yang diharapkan dengan terlebih dahulu mempengaruhi sudut pandang anggota tim bahwa hal yang harus dilakukan tersebut benar-benar kebutuhannya secara pribadi.

Namun ingat! Sebelum memotivasi orang lain, pastikan Anda mampu memotivasi diri sendiri 🙂

Binus Anggrek, 12 Mei 2017

Riset Corporation

Pages: 1 2

Older Posts »

Categories