Posted by: retarigan | March 21, 2015

Keliling Dunia dengan Pesawat Tenaga Surya


Pesawat terbang tenaga surya buatan Swiss, Solar Impulse-2, sedang dalam misinya mengelilingi planet Bumi, untuk membuka mata dunia mengenai energi terbarukan—energi yang berasal dari proses alam yang berkelanjutan.

Perjalanan dimulai dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin pekan lalu (9/3) menuju kota Muscat, Oman sejauh 400 kilometer (km). Dengan kecepatan maksimal 45 km/jam, penerbangan dari UEA ke Oman memakan waktu kurang lebih 10 jam. Sebagai perbandingan, pesawat biasa hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai jarak sejauh itu.

Kemudian pada Selasa (10/3), SI-2 tiba di Bandara Ahmadabad di negara bagian Gujarat, India, setelah terbang selama 16 jam dari Muscat. Menurut penggagas, pimpinan proyek, sekaligus pilot Andre Borschberg, SI-2 telah menempuh jarak total 1.465 km. Rekor itu mengalahkan pencapaian terpanjang pesawat Solar Impulse 1 yang telah terbang 1.386 kilometer mengelilingi Amerika Serikat, dua tahun lalu.

SI-2 direncanakan akan mengudara kembali pada Selasa (17/3), terlambat beberapa hari dari jadwal semula karena cuaca buruk—hujan dan angin—akhir-akhir ini.

Tantangan Terberat

Menurut informasi di laman resmi Solar Impulse, SI-2 akan mengelilingi dunia selama lima bulan, dengan jarak tempuh 35 ribu km. Ada 12 kali perhentian dalam rute yang akan dilintasi (termasuk Oman dan India). Tujuannya, agar awak pesawat bisa beristirahat dan merawat pesawat, juga bersosialisasi dengan penduduk setempat mengenai semangat inovasi dan teknologi ramah lingkungan. Kalau dihitung-hitung, selama lima bulan tersebut, total ada 25 hari penerbangan.

Selepas dari Ahmedabad, SI-2 akan terbang ke arah timur dan berkunjung ke Varanasi di India bagian utara, Mandalay di Myanmar, serta Chongqing dan Nanjing di Tiongkok. Selanjutnya, SI-2 akan melintasi Samudra Atlantik dan mendarat di Hawaii, AS, serta tiga tempat lagi; yakni Phoenix, satu lokasi yang akan ditentukan di Midwest, serta John F. Kennedy International Airport di New York.

Setelah itu, SI-2 akan menyeberangi Samudra Atlantik dan berhenti di suatu tempat di bagian selatan Benua Eropa atau bagian utara Benua Afrika (tergantung kondisi cuaca), sebelum kembali ke Abu Dhabi pada akhir Juli atau awal Agustus nanti.

Tantangan terberat adalah saat melintasi Samudera Pasifik yaitu dari kota pantai Nanjing, Tiongkok ke Hawaii, Amerika Serikat, yang jaraknya mencapai 8.500 kilometer. Untuk itu, pesawat dijadwalkan akan terbang selama lima hari tak henti.

Dua Awak Hebat

SI-2 hanya punya dua awak pesawat, yakni Betrand Piccard dan Andre Boschberg, keduanya dari Swiss. Mereka bergiliran menerbangkan pesawat itu untuk merampungkan perjalanan keliling dunia—dibantu oleh tim di darat (Payern, Swiss) untuk informasi cuaca, membuka jalan bagi pesawat saat memasuki wilayah udara tertentu, dan menyiapkan pendaratan di sejumlah bandara.

Sekadar tahu. Borschberg ialah seorang insinyur terlatih dan mantan pilot angkatan udara Swiss. Adapun Piccard pernah tercatat dalam buku rekor dunia sebagai pengguna balon udara yang keliling dunia pada 1999. Nama keluarga Piccard juga identik dengan tindakan ekstrim menembus batas-batas dunia. Ayah Bertrand Piccard, Jacques Piccard, adalah orang pertama yang mencapai tempat terdalam di lautan pada 1960. Sebelumnya, kakek Bertrand, Auguste Piccard, ialah orang pertama yang mengemudikan balon udara hingga mencapai stratosfer pada 1931.

Berada di kokpit SI-2 berukuran 3,8 meter kubik selama berhari-hari, jelas sangat membosankan serta kurang nyaman. Maka, Borschberg dan Piccard pun sudah mempersiapkan dan melatih diri sejak lama. Borschberg berlatih yoga dan Piccard mempelajari self-hypnosis.

Duo penerbang asal Swiss itu juga berlatih keras agar bisa mengatur pola istirahat masing-masing dengan baik. “Pada beberapa penerbangan panjang, walaupun ada sistem autopilot yang canggih, mata kami hanya akan terpejam maksimal 20 menit,” kata Piccard.
Jika mereka tertidur lebih dari 20 menit, kacamata yang mereka pakai akan menyala untuk mengejutkan mata dan membuat pilot kembali terjaga. Selama 24 jam, mereka akan “mencuri” tidur 12 kali.

“Anda harus bisa menjadikan kokpit ini rumah Anda sendiri,” imbuh Piccard. Untuk itu, dia sengaja membawa beberapa benda pemberian teman untuk menemaninya selama perjalanan.

Tonggak Sejarah Teknologi dan Energi

Penerbangan Solar Impulse-2, bisa dibilang, merupakan tonggak sejarah teknologi dan energi terbarukan yang sangat penting. Energi tenaga matahari diprediksi akan menjadi sumber utama untuk menciptakan listrik global pada 2050. Menggunakan energi matahari, akan mengurangi ketergantungan manusia terhadap energi fosil yang jumlahnya kian terbatas. Serta menekan emisi gas buang untuk menahan laju pemanasan global.

Sebagai bekal terbang di siang hari, SI-2 dilapisi 17.248 sel surya yang berfungsi memanen energi dari matahari. Energi tersebut akan menggerakkan empat motor listrik pada baling-baling pesawat. Sementara untuk terbang malam hari, SI-2 mengandalkan baterai lithium polymer, yang diisi sepanjang siang. Untuk menghemat energi pula, penerbangan malam SI-2 dibatasi hanya setinggi 1,5 kilometer dengan kecepatan maksimum 46 km/jam.

Yang unik lagi dari SI-2, rentang kedua sayapnya mencapai 72 meter (melebihi pesawat penumpang Boeing 747) namun beratnya hanya 2.300 kilogram, sama seperti sebuah mobil. Padahal pesawat Boeing 747 yang kosong beratnya kira-kira 180.000 kilogram. Menurut kantor berita Reuters, pesawat tenaga surya tersebut ringan karena menggunakan serat karbon, yang bobotnya tiga kali lebih ringan dari pada kertas.

Untuk pengamanan, pesawat berbobot 2,3 ton itu dilengkapi peranti keselamatan khusus di laut sehingga Borschberg dan Piccard bisa bertahan, sampai mereka diselamatkan oleh kapal.

“Keajaiban bisa diraih dengan energi terbarukan seperti tenaga surya,” pungkas Piccard. “Kami ingin menunjukkan pada dunia bahwa kami sanggup terbang siang dan malam tanpa setetes pun bahan bakar fosil.”

Sejumlah perusahaan yang terlibat di dalam proyek ini di antaranya Bayer AG, Solvay, ABB, Schindler, Omega, dan Masdar Abu Dhabi.

Luar Biasa!!

“Manusia unggul selalu mampu melakukan inovasi untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan sang Pencipta tanpa merusak lingkungan tempat manusia untuk dapat hidup dan bersyukur.”

Adopsi dari: http://www.andriewongso.com/articles/details/14369/Keliling-Dunia-dengan-Pesawat-Tenaga-Surya


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: