Posted by: retarigan | April 13, 2015

A Walk Learner in Handan


In the Warring States Period, a young man in the town of Shouling, the state of Yan, once heard that people in Handan, the capital of the state of Zhao, had an elegant way of walking. So he went a long way there to learn.

Arriving in the town of Handan, the young man set about watching how the people there walking in the street. He was well indulged in the study all day long; sometimes he followed one this way and sometimes another that way.

As time passed, the young man felt more and more worried because he had not learned to walk as the natives there. And worse luck, in the end, he found himself unable to walk in his own way. So he had no choice but to crawl home.

________________________

Belajar Berjalan di Handan

Alkisah pada Periode Negara-Negara Berperang, seorang pemuda di kota Shouling, negara Yan, mendengar bahwa orang-orang di Handan, ibukota negara Zhao, memiliki cara berjalan yang elegan. Karena ingin mempelajarinya, berangkatlah pemuda itu ke sana.

Setibanya di kota Handan, si pemuda mulai memperhatikan cara orang-orang di sana berjalan. Ia begitu asyik mempelajarinya sepanjang hari, kadang ia mengikuti satu cara berjalan dan kadang cara berjalan yang lain.

Seiring waktu berjalan, si pemuda merasa semakin cemas karena dia tidak kunjung bisa berjalan seperti cara berjalan warga di sana. Parahnya lagi, akhirnya ia sendiri merasa sulit untuk berjalan dengan caranya sendiri. Jadilah, ia harus pulang dengan cara merangkak.

Malang sekali memang nasib si pemuda dalam kisah di atas. Pengalaman pemuda ini mengingatkan kita untuk tidak serta-merta meniru orang lain, entah itu perilakunya atau cara berjalannya atau hal lainnya, tanpa dipertimbangkan terlebih dulu apakah cara-cara orang lain itu cocok dengan diri kita atau tidak.

Alangkah lebih baik jika kita tetap menjadi diri sendiri dan berbangga diri karenanya. Kalaupun sekiranya ada hal baik dari orang lain, mungkin kiatnya mencapai sukses atau caranya menjaga kesehatan misalnya, kita bisa menjadikan semua itu sebagai bahan inspirasi kita untuk mencapai keberhasilan kita sendiri dengan cara kita sendiri.

“Hindari mengikuti orang lain. Pilihlah cara yang paling sesuai untuk diri sendiri.”

Sumber: http://www.andriewongso.com/articles/details/5266/A-Walk-Learner-in-Handan


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: