Posted by: retarigan | April 13, 2015

The Donkey and the Well


One day, a donkey fell into a well. The animal cried piteously for hours as the farmer tried to figure out what to do.

Finally, he decided the donkey was old, and the well, needed to be covered up anyway; it just wasn’t worth it to retrieve the donkey. He invited all his neighbors to come over and help him. They all grabbed a shovel and began to shovel dirt into the well.

At first, the donkey realized what was happening and cried horribly. Then, to everyone’s amazement he quieted down. The animal hit on a plan. As each spadeful of dirt hit his back, the donkey would shake it off and take a step up on the growing mound of earth. Eventually, the mound grow high enough for him to step out the well and happily trotted off!

Alkisah, ada seekor keledai terjatuh ke dalam sebuah sumur yang dalam. Binatang itu melenguh meratapi nasibnya selama berjam-jam. Sementara itu sang petani, pemilik keledai itu, berusaha menemukan jalan keluarnya.

Karena usia keledai itu sudah cukup tua dan sumur itu memang perlu ditutup, akhirnya sang petani memutuskan bahwa tidaklah penting untuk mendapatkan kembali keledainya. Setelah itu, sang petani mengajak semua tetangganya untuk pergi ke sumur dan membantunya. Mereka masing-masing memegang sebuah sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Ketika si keledai menyadari apa yang terjadi, ia melenguh tak henti-hentinya. Lalu, tiba-tiba si keledai terdiam. Semua warga heran melihatnya. Binatang itu ternyata punya sebuah rencana.

Begitu satu sekop tanah mengenai badannya, si keledai akan menggoyangkan seluruh badannya untuk menyingkirkan tanah yang mendarat di badannya. Lalu, ia akan naik ke atas gundukan tanah yang semakin tinggi. Akhirnya, gundukan tanah itu sudah cukup tinggi sehingga si keledai mampu ke luar dari sumur dan berderap pergi dengan gembira.

Kisah di atas bisa menjadi cerminan dari hidup kita. Tak jarang, kehidupan akan “melemparkan tanah” (baca: masalah, rintangan, cobaan, ujian, dan persoalan lainnya) pada diri kita. Trik untuk keluar dari “sumur” itu (baca: kubangan masalah) adalah menyingkirkan masalah-masalah itu dengan berani menghadapinya dan melangkah maju setahap demi setahap.

Pada akhirnya, kita bisa keluar dari “sumur terdalam” sekalipun, asalkan kita tidak pernah berhenti melangkah dan tidak pernah menyerah. Singkirkan semua persoalan itu dengan menghadapinya dan terus melangkah ke depan.

Salam sukses, luar biasa! 

“Apapun yang terjadi, dapatkah hikmahnya. Tidak ada kejadian yang sia-sia. Semua hal memberikan pembelajaran.”

Sumber: http://www.andriewongso.com/articles/details/5237/The-Donkey-and-the-Well


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: