Posted by: retarigan | July 13, 2015

1 Februari ~ Sidney Newton Bremer


Perlakukan semua orang seakan-akan sedang menghadapi tamu besar.KATA MUTIARA KONFUSIANISME

Orang ramah adalah orang yang tak sulit didekati atau diajak bicara karena bawaannya yang sopan dan bersahabat. Ia sederhana, tak suka mengasingkan diri atau kaku dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Sangat sedikit tulisan yang membahas tentang keramah-tamahan. Dan secara umum sangat sedikit yang mempraktikkannya, meskipun hal ini merupakan kereta kencana yang akan mengantar kita ke tempat tinggi dalam kehidupan ini. Sifat ini tak bisa lepas dari para penjual atau semua orang yang berhubungan dengan publik. Dan seharusnya hal ini memang tak lepas dari semua bentuk hubungan sosial.

Seorang yang ramah bisa berhadapan secara enak dengan orang dari segala tingkat sosial. Seperti yang dikatakan dalam kata-kata mutiara Konfusianisme, “Perlakukan semua orang seakan-akan sedang menghadapi tamu besar.” Sukses terbesar yang saya ketahui adalah kemampuan berkomunikasi dengan segala macam orang. Kita harus yakin tentang keramahan ini dan harus mempraktikkannya terus-menerus, kalau bermaksud menjadikannya sebagai sifat kita.

Keramahan yang dibuat-buat mungkin saja mengecoh beberapa orang dalam saat-saat tertentu, tetapi hal ini akan nampak jelas bagi orang-orang yang cerdas, sejelas minyak yang mengambang di permukaan air. Ada orang-orang yang mencapai kekayaan atau mempunyai posisi tertentu atau kekuasaan, karena ia adalah seorang aktor. Ada pula yang merupakan penampil yang baik, tetapi kebanyakan orang yang berhasil adalah orang yang mampu membongkar segala kepura-puraan dalam penampilannya.

Sukses permanen seringkali bisa diramalkan dengan melihat cara bertindak seseorang ketika pertama kali merasakan sukses. Jika sukses atau uang membuatnya lupa daratan, jika ia menjadi angkuh, mengasingkan diri dan tak mau berhubungan lagi dengan orang lain, maka bisa dipastikan bahwa suksesnya itu sementara saja. Bibit sukses tak terdapat dalam dirinya.

Sumber: Sidney Newton Bremer, 366 Esai untuk Memotivasi Diri, PT Pustaka Binaman Pressindo, 1993 p. 41 (Seri Pustaka Eksekutif No. 22)


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: