Posted by: retarigan | September 8, 2015

Lesson 17 ~ SIMBOL DAN REALITAS


Makhluk Agung yang dipuja seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar menunjukkan status intelektual pemujanya. Bila kita bertanya kepada orang India tentang Tuhan, ia akan menggambarkan kepala suku yang agung. Bila kita bertanya kepada penyembah berhala tentang Tuhan, ia akan mengatakan Dewa api, Dewa air, Dewa ini dan itu.

Bila kita bertanya kepada orang Israel tentang Tuhan, ia akan menceritakan Tuhan-nya Musa, yang dianggap sebagai pemimpin bijaksana yang memerintah dengan hukum yang bersifat ketat, Sepuluh Firman Allah. Atau Tuhan-nya Yosua, yang memimpin bangsa Israel ke medan perang.

Yang disebut kafir membuat “gambaran seram” dari Tuhan yang biasa mereka puja. Tetapi di antara yang paling cerdas, setidaknya, gambaran ini hanyalah bantuan kasatmata yang digunakan untuk memungkinkan mereka berkonsentrasi secara mental pada sifat-sifat yang ingin mereka wujudkan di dalam kehidupan mereka.

Di abad ke-20, secara teori kita memuja Tuhan Cinta Kasih, tetapi pada praktiknya kita menciptakan sendiri “gambaran seram” tentang “Kekayaan”, “Kekuatan”, “Mode”, “Kebiasaan”, dan “Konvensional”. Kita “bersujud” di hadapan mereka dan memuja mereka. Kita berkonsentrasi pada mereka, sehingga mereka mewujud di dalam kehidupan kita.

Pages: 1 2 3


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: