Posted by: retarigan | November 18, 2015

Daftar Genius 4: 50 Konsep Genius


Dari affinity marketing seperti Capital One sampai komunitas pelanggan Huggies; dari ingredient branding Intel hingga komuniaksi viral Hotmail, manakah ide-ide pemasaran yang terbaik?

  1. Adjacent market: tempat alami untuk brand extensions.
  2. Affinity marketing: menghubungkan brand value Anda dengan yang lain.
  3. Ambient marketing: mempergunakan lingkungan sekeliling sebagai media yang aktif.
  4. Anthropology: memerhatikan apa yang sebenarnya orang lakukan.
  5. Auctions: pendekatan yang lebih demokratis dalam hal penentuan harga.
  6. Brand: aset bisnis yang paling inti, berharga dan berenergi.
  7. Brand management: mengelola total customer experience.
  8. Business models: bagaimana semua partner berinteraksi dan menciptakan
  9. B2B dan B2C: masing-masing punya banyak hal yang dipelajari dari yang lain.
  10. Category management: lebih mengelola kategori-kategori daripada produk-produk.
  11. Celebrity endorsement: menempatkan manusia ekstrem ke dalam merek.
  12. Chaos theory: segalanya adalah kompleks dan tidak ada yang pasti.
  13. Communities: membawa sekelompok orang dengan tujuan yang sama.
  14. Cost of capital: hasil minimum yang disyaratkan oleh para investor.
  15. Cost of sale: memisahkan brand investment dari biaya penjualan.
  16. Customer value: memahami nilai yang dirasakan (perceived value) oleh pelanggan.
  17. C2C: memampukan transaksi dari pelanggan ke pelanggan.
  18. CSR: menjadi perusahaan dan merek yang lebih bertanggung jawab.
  19. DCF: menggunakan arus kas yang didiskon untuk membuat keputusan yang lebih strategis.
  20. Direct marketing: menciptakan hubungan melalui kanal atau saluran langsung dan media.
  21. Disruptive technologies: menantang para pemimpin dengan solusi inferior.
  22. Double time: menciptakan hari esok ketika melayani hari ini.
  23. Dynamic pricing: menggunakan pricing yang lebih fleksibel dan berubah sebelum waktunya.
  24. Guerrilla marketing: pemasaran kaum oportunis (tanpa mengotori jalanan).
  25. E-marketing: memadukan teknologi, dari web sampai WiFi, teks sampai telematika.
  26. Econometrics: analisis pemasaran dan dampak terhadap konsumen yang bersifat statistik.
  27. Economic profit: laba sejati, menghasilkan profit dengan cost of capital yang rendah.
  28. Ethical marketing: pemasaran dengan integritas, mempromosikan solusi-solusi yang beretika.
  29. Ingredient branding: kekuatan memaksa dari merek milik orang lain.
  30. Intangible assets: merek, relationship patent yang menciptakan profit masa depan.
  31. Killer applications: konsep yang menangkap imajinasi dan pangsa pasar.
  32. Lifetime value: jumlah pengembalian (revenue) masa depan dari para pelanggan setia.
  33. Loyalty points: imbalan terhadap frekuensi pembelian dan penelusuran perilaku.
  34. Market chasms: menjaga gap antara early adopter dan
  35. Market strategy: di mana dan bagaimana kita bersaing, inti dari strategi bisnis.
  36. Marketing strategy: bagaimana menerapkan strategi bisnis.
  37. Metrics: metric atau alat ukur utama dan target yang terpilih untuk kinerja bisnis.
  38. Multi-channel management: mengelola kanal atau saluran dalam cara yang terintegrasi.
  39. Media-neutral marketing: pilihan yang tidak bias dan media komunikasi.
  40. Neutral networks: riset pasar yang mengukur emosi manusia.
  41. One-to-one marketing: membangun hubungan dengan seseorang pada satu waktu.
  42. Permission marketing: berkomunikasi dengan izin pelanggan.
  43. Portfolio management: mengelola range bisnis dan produk.
  44. ROCE: return of capital employed, menggunakan uang investor dengan baik.
  45. ROMI: return of marketing investment, jangka pendek atau jangka panjang.
  46. Scenario planning: rencana strategis yang mempertimbangkan kemungkinan di masa depan.
  47. Segmentation: pengelompokan bersama dan menargetkan pelanggan yang serupa.
  48. Trusted agents: perantara yang bertindak atas nama pelanggan.
  49. Value-based marketing: membuat keputusan berdasarkan economic value.
  50. Viral communication: mengeksploitasi jaringan dengan pesan-pesan menular.

Adopsi dari Buku “Marketing Genius”, Author: Peter Fisk, p.483-487


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: