Posted by: retarigan | November 23, 2015

3DO: PEMELAJARAN DALAM MENETAPKAN HARGA PRODUK


Orang yang pernah bekerja di Silicon Valley pasti mengenal perusahaan bernama 3DO. Perusahaan ini dapat menjadi contoh legendaris bagi banyak perusahaan lain di dunia, terutama di bidang elektronik dan TI. Beberapa tahun lalu, ketika industri video game masih didominasi oleh Sega dan Nintendo, perusahaan 3DO meluncurkan perangkat permainan dengan teknologi tercanggih pada saat itu. Perangkat permainan ini menghadirkan efek 3D, satu-satunya di industri pada masa itu.

Perangkat ini dirancang oleh Trip Hawkins yang sebelumnya menjadi salah satu anggota tim pengembang Apple MacIntosh dan pada tahun 1982 menjadi salah satu pendiri Electronic Arts (salah satu pengembang permainan terkenal sampai saat ini). Trip membuat 3DO karena berkeinginan membuat teknologi baru yang bisa mengungguli kemampuan teknis yang ditawarkan oleh Nintendo dan Sega, yang merupakan produsen perangkat permainan paling populer saat itu. Kiprah 3DO berawal sebagai anak perusahaan Electronics Arts, lalu menjadi perusahaan mandiri pada tahun 1993 dengan bantuan beberapa investor.

Untuk mendongkrak penjualan perangkat, 3DO menjalin kerja sama dengan para pengembang game. Agar menarik, 3DO mengenakan biaya lisensi yang sangat rendah saat itu, yaitu sebesar US$3 per kaset. Perangkat ini mulai dijual pada bulan Oktober 1993, diproduksi oleh Matsushita dan memakai brand Panasonic. Harga jualnya US$699. Meskipun perusahaan berhasil mencapai kesepakatan dengan ratusan pengembang game, ternyata hanya 50 game yang tersedia pada bulan pertama. Tak ada satu pun game yang dapat dijagokan seperti Sonic dari Sega atau Mario Bros dari Nintendo. Perusahaan gagal mendapatkan pemacu penjualan perangkat itu.

Di sisi lain, harga yang mahal menimbulkan permasalahan tersendiri. Saat itu perangkat Sega 16 bit dan Super Nintendo dijual dengan harga di bawah US$100. Jauh lebih murah daripada perangkat 3DO, meskipun dengan teknologi yang lebih sederhana. Setelah membandingkan dengan harga pesaing, konsumen merasa harga perangkat ini benar-benar sangat mahal dan tidak bersedia melakukan justifikasi dengan membelinya. Penjualan yang rendah ini memberikan dampak buruk pada kinerja keuangan perusahaan. 3DO dilaporkan mengalami kerugian sebesar US$51 juta pada tahun pertama operasional. Harga saham perusahaan jatuh, dari sekitar US$47 per lembar menjadi US$11 per lembar.

Ditinjau dari segi desain, produk 3DO gagal memahami kebutuhan dan selera pasar. Saat perangkat permainan pesaing lain mengupayakan konsumen dapat bermain dengan jumlah banyak dalam satu permainan, 3DO justru merancang permainan yang hanya dapat dimainkan oleh satu orang. Kesalahan lain juga dilakukan pada perancangan alat control permainan. 3DO hanya menyediakan lima control di alat kontrol permainan, padahal pada masa itu alat kontrol minimal membutuhkan enam tombol untuk memainkan permainan yang seru. Tentu saja keterbatasan alat kontrol ini menghambat pengembangan dari sisi software permainan, mengingat pengembang game akan menemui hambatan dalam membuat permainan karena dibatasi oleh jumlah tombol yang tersedia.

Pages: 1 2


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: