Posted by: retarigan | November 23, 2015

APPLE: KEBERANIAN MENGENALKAN KEMBALI ARTI “KESEDERHANAAN”


Tanggal 5 Oktober 2011 dunia kehilangan salah satu sosok paling visioner pada era teknologi informasi. Dunia dikejutkan oleh berita meninggalnya Steve Jobs setelah bergelut dengan penyakit tumor pancreas selama bertahun-tahun. Cobaan berat, berbagai masalah yang dihadapi Apple, dan kondisi badan yang kian memburuk tiap tahun tak membuat semangat Steve Jobs menyusut.

Hingga saat-saat terakhirnya, Steve Jobs selalu berupaya keras melahirkan produk inovatif di industri. Sepak terjangnya menuai pujian dan rasa hormat dari konsumen, rekan kerja, bahkan kompetitor. Kematiannya dengan sekejap menarik perhatian banyak orang di dunia. buku biografinya berhasil terjual sebanyak 379.000 eksemplar hanya dalam tempo satu minggu pasca peluncuran. Di Bulgaria, sebuah perusahaan software bernama Graphisoft membuatkan patung perunggu untuknya. Eric Schmidt, chairman Google, juga sempat menyebut Steve Jobs sebagai “Michaelangelo pada era digital”. Selain itu masih banyak bukti yang menunjukkan kehebatan tokoh teknologi yang satu ini.

Tentu banyak di antara kita yang mengenal produk Apple. Hampir pada setiap peluncuran produknya, pembeli rela mengantre panjang hanya agar dapat menjadi salah satu orang pertama yang memiliki produk tersebut. Pendirinya, Steve Jobs, adalah pemimpin legendaris yang dipecat dari perusahaannya sendiri, tapi berhasil bangkit dan mengembangkan Apple menjadi perusahaan yang disegani di seluruh dunia. Menarik membahas apa yang dilakukan Steve Jobs saat kembali ke perusahaan dan melakukan berbagai perubahan yang hasilnya dapat kita lihat saat ini.

Masa ini dimulai setelah tahun 1995, saat Microsoft mengeluarkan Windows 95. Saat itu Apple tidak dapat memberi perlawanan yang kuat di industri sehingga perusahaan mulai memasuki spiral kematian perusahaan. Bahkan pada tanggal 5 Februari 1996 Business Week memuat artikel utama yang membahas hal ini dengan judul “The Fall of an American Icon”.

CEO saat itu, Gil Amelio, melakukan berbagai macam cara untuk menyelamatkan perusahaan, mulai dari merumahkan karyawan sampai dengan merestrukturisasi ulang produk-produk perusahaan menjadi empat kategori saja. Namun, langkah itu belum cukup untuk menyelamatkan perusahaan. Banyak media dan pengamat memperkirakan perusahaan akan dijual kepada IBM, Motorola, Sony, atau Hewlett-Packard.

Pages: 1 2


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: