Posted by: retarigan | November 23, 2015

VIRGIN ATLANTIC: BUAH KETAJAMAN INSTING BRANSON


Virgin Atlantic 01

Virgin Atlantic 01

Pada tahun 1970 Richard Branson bersama beberapa rekan mendirikan Virgin Records, sebuah perusahaan rekaman kecil di London, yang diikuti oleh pembukaan toko ritelnya pada tahun 1971 di Oxford. Mereka memilih nama Virgin untuk mencerminkan kondisi mereka saat itu, yaitu usia muda dan kurangnya pengalaman di dunia bisnis. Dalam kurun waktu 13 tahun Virgin Records terus berkembang dan menjadi perusahaan label independen terbesar di Inggris dengan menggandeng beberapa artis ternama, seperti Phil Collins, Sex Pistols, Mike Oldfield, Boy George, dan Rolling Stones. Pada tahun 1990-an Virgin telah memiliki beberapa ratus jaringan toko yang tersebar di banyak negara.

Pada Februari 1984 seorang pengacara muda bernama Randolph Fields mengajukan proposal kepada Richard Branson untuk membuka maskapai penerbangan. Saat itu Randolph menangkap peluang di pasar penerbangan setelah perusahaan penerbangan milik Sir Frederick Alfred Laker, yaitu Laker Airways, mengalami kebangkrutan. Akibat kebangkrutan itu rute penerbangan antara London (melalui Gatwick Airport) dan New York tidak terlayani dan belum ada perusahaan yang mengambil alih kekosongan itu.

Saat pertama kali mendengar usulan Randolph Fields, Richard berniat menolaknya mentah-mentah. Awalnya Richard hanya menyediakan waktu tiga puluh detik untuk pembicaraan mengenai hal ini. Namun, hal itu sebenarnya memang merupakan kebiasaan Richard. Richard lebih mengutamakan ide dibandingkan perhitungan angka. Ia mengaku cenderung mengandalkan insting dibandingkan angka statistik. Richard tidak terlalu memercayai angka perhitungan investasi yang rumit. Menurutnya, angka bisa dimanipulasi atau diinterpretasikan sedemikian rupa sehingga belum tentu sesuai dengan kenyataan atau perkiraan tepat mengenai jalannya bisnis pada masa depan. Namun, sebenarnya Richard juga memiliki permasalahan disleksia sehingga kerap kali kesulitan membaca deretan angka dan huruf tertentu.

Virgin Atlantic 02

Virgin Atlantic 02

Pada versi awal proposal Randolph mengajukan ide agar perusahaan membuat maskapai yang khusus melayani kalangan pebisnis. Richard kurang tertarik dengan ide itu karena berpendapat sebagian besar pebisnis tidak melakukan penerbangan pada bulan-bulan tertentu, terutama pada masa liburan Natal, Paskah, liburan para banker, dan Thanksgiving. Namun, tampaknya Richard mulai tertarik dengan ide bisnis merambah industri penerbangan. Ia pun memikirkan cara agar perusahaan tetap dapat menarik minat konsumen yang mengadakan perjalanan selama masa liburan.

Saat itu, secara umum maskapai penerbangan menyediakan minimal tiga kelas penumpang, yaitu kelas utama, kelas bisnis, dan kelas ekonomi. Richard hendak menghadirkan sesuatu yang berbeda, yaitu hanya menyediakan kelas bisnis dan ekonomi dengan harapan perusahaan dapat melayani baik konsumen dari kalangan pebisnis maupun wisatawan. Richard pun mencoba membuat skenario awal pembiayaan operasional perusahaan.

Pages: 1 2 3


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: