Posted by: retarigan | November 23, 2015

WRIGLEY’S: BAURAN PEMASARAN YANG TERINTEGRASI


Wrigley's 01

Wrigley’s 01

Salah satu merek permen karet yang terkenal di banyak negara adalah Wrigley’s. Sejak pertama kali berdiri hingga saat ini Wrigley’s telah memproduksi 14.000 ton permen karet yang dijual di lebih dari 121 negara. Kisah ini bermula ketika William Wrigley Jr. datang ke Chicago untuk membantu pengembangan usaha yang dilakukan ayahnya ke kota tersebut. Saat itu ayahnya memiliki usaha menjual produk sabun yang telah berjalan selama beberapa tahun.

Untuk memberikan insentif tambahan kepada para peritel agar produk lebih laku daripada produk pesaing, Wrigley menawarkan bonus tambahan beruba bubuk pengembang kue. Setelah beberapa waktu produk ini justru lebih laku dibanding produk utamanya. Perusahaan pun memutuskan banting setir ke bisnis bubuk pengembang kue.

Wrigley's 03Pada tahun 1892 Wrigley kembali memberlakukan paket bonus produk untuk setiap pembelian bubuk pengembang kue. Kali ini produk tambahan perusahaan berupa permen karet dan ternyata kejadian berulang, yaitu produk permen karet ini justru lebih banyak dicari disbanding produk utamanya. Wrigley pun mencoba melakukan analisis competitor yang ada di industri. Saat itu setidaknya ada selusin perusahaan permen karet di Amerika Serikat. Meskipun begitu, industri permen karet ini belum tergarap dengan baik. Wrigley menangkap peluang ini dan mulai memasarkan permen karet dengan mereknya sendiri.

Wrigley's 04Pada tahun 1893 Wrigley mengembangkan permen karet rasa buah yang ternyata menjadi varian produk permen karet terlaris di Amerika Serikat. Pada tahun 1914 ia kembali mengeluarkan varian produk yang diberi nama Doublemint, dan lagi-lagi menjadi resep klasik yang berhasil bertahan sampai saat ini di seluruh dunia. Wrigley menjadi pebisnis pertama yang menggunakan media iklan untuk mempromosikan produk permen karet. Ia memiliki anggapan proses pengenalan produk pada konsumen akan lebih cepat melalui iklan surat kabar dan majalah. Kedua media ini memang menjadi media yang paling sering diakses masyarakat saat itu.

Pages: 1 2


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: