Posted by: retarigan | November 23, 2015

YAMAHA: KEBERHASILAN YANG SELALU BERULANG


Yamaha 01Piano Yamaha adalah contoh keberhasilan Yamaha dalam membangkitkan kembali produk yang sempat mengalami penurunan pamor. Perusahaan yang satu ini bermula dari usaha gigih yang dilakukan Torakusu Yamaha di Jepang. Ia adalah seorang teknisi yang dapat memperbaiki berbagai macam barang selama barang tersebut memiliki unsur mekanik.

Awalnya Torakusu menekuni bisnis perbaikan jam, tapi setelah beberapa waktu memutuskan melayani permintaan perbaikan peralatan medis. Sebagian besar pelanggan yang memanfaatkan jasanya adalah rumah sakit.

Yamaha 04Peristiwa penting terjadi pada tahun 1887, ketika ia diminta memperbaiki organ di sebuah sekolah dasar. Meskipun bukan bidang keahliannya, Torakusu menyanggupi permintaan tersebut dan ternyata berhasil. Lebih dari sekadar memperbaiki, ia bahkan melaras nada pada organ tersebut. Keberhasilan memperbaiki organ ini menyadarkan Torakusu akan adanya peluang pasar yang dapat di garap. Torakusu mendengar kabar bahwa konsumen di Amerika sedang mengalami pergeseran, yaitu mulai menyukai jenis organ yang ekonomis. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan baik asalkan Torakusu berhasil membuat produk sesuai dengan permintaan pasar.

Ia pun mendirikan perusahaan dengan nama Nippon Gakki yang memiliki arti “instrument musik Jepang” dan kemudian berganti nama menjadi Yamaha. Torakusu berusaha mencoba membuat purwarupa organ pertamanya, yang berhasil diselesaikan pada tahun 1887. Beberapa tahun kemudian ia melakukan berbagai pengembangan dan penyempurnaan sampai akhirnya pada tahun 1900 Torakusu berhasil membuat piano pertama asli Jepang. Perusahaan tak perlu waktu lama untuk membangun reputasinya. Pada tahun 1902 sampai dengan 1903 Nippon Gakki berhasil memenangkan penghargaan internasional. Hal ini tentu menimbulkan persepsi positif dari konsumen terhadap merek tersebut.

Yamaha 03Dalam perjalanannya perusahaan juga berhasil bertahan dari dua kali masa perang dunia. meskipun menderita kerugian, perusahaan justru pesat berkembang begitu perang usai. Pada Perang Dunia I, saat beberapa negara terlibat penuh dalam konflik sehingga tidak dapat memproduksi alat musik, Nippon Gakki justru melihatnya sebagai kesempatan untuk mengambil pasar yang belum sempat terlayani. Perusahaan pun memaksimalkan kapasitas produksi yang dimiliki dan menambah jumlah karyawan hingga 1.000 orang. Dari dokumen tercatat bahwa perusahaan berhasil memproduksi sebanyak 1.200 piano per tahun. Jumlah yang cukup besar pada masa itu, terlebih mengingat situasi perekonomian dunia tidak begitu kondusif.

Pages: 1 2


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: