Posted by: retarigan | November 25, 2015

AQUA: AWAL KISAH HIDUPNYA


Aqua 01

Aqua 01

Siapa orang Indonesia yang tidak mengenal Aqua? Merek ini sangat dikenal masyarakat, dari perkotaan sampai dengan pedesaan. Aqua adalah pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia. Hal ini berawal dari ide Tirto Utomo, pendiri perusahaan Aqua Golden Mississippi, yang melihat adanya peluang pasar yang besar. Saat itu Indonesia kekurangan air bersih siap minum. Hal ini disadarinya ketika istri salah satu kenalannya yang merupakan ekspatriat sakit setelah minum air di Indonesia. Kalangan ekspatriat adalah pasar yang dapat langsung dilayani oleh produk Aqua. Saat itu banyak orang asing di Indonesia yang tidak berani minum minuman dingin karena khawatir akan kebersihannya. Memang, saat itu hanya terdapat air leding atau air dari sumber lain yang dimasak sendiri untuk keperluan minum.

Aqua 02

Aqua 02

Untuk menjamin ketersediaan dan kualitas produk, perusahaan merasa perlu memiliki pabrik penjernihan air sendiri. Untuk itulah Aqua membangun pabrik penjernihan air pertama di daerah Bekasi. Pabrik ini memiliki kapasitas relatif kecil, yaitu hanya enam juta liter air per tahun. Meskipun demikian, permintaan produk masih kecil sehingga selama beberapa waktu pabrik ini hanya beroperasi setiap hari Senin dan Selasa. Saat itu pasar untuk industri minuman kemasan memang masih sangat terbatas, terutama pasar konsumen lokal. Banyak pihak yang menertawakan konsep bisnis Aqua. Selain karena harganya tidak berbeda jauh dengan harga bensin, banyak pihak menganggap sesungguhnya Indonesia tidak membutuhkan produk minuman dalam kemasan.

Aqua 03

Aqua 03

Namun, tim manajemen Aqua percaya masih ada pasar untuk air minum dalam kemasan dan mungkin setelah beberapa waktu perusahaan dapat mengembangkan potensi pasar yang ada. Pada masa awal, Aqua menetapkan sasaran pasar orang asing yang menyantap hidangan di tempat makan di berbagai kawasan Jakarta. Restoran dan hotel yang menjadi pasar utama perusahaan saat itu membeli produk dalam kemasan beling. Penjualan mencapai 2,5 juta liter pada tahun 1980, tapi saat itu perusahaan belum memiliki jaringan distribusi untuk wilayah di luar Jakarta. Perusahaan pun mengambil langkah antisipasi dengan menggunakan kemasan sekali pakai. Dengan kemasan ini, Aqua mengalami peningkatan penjualan, terutama untuk wilayah operasional luar Jakarta. Dalam perjalanannya, kemasan diubah lagi ke bentuk lingkaran. Bentuk baru ini memungkinkan kemasan Aqua lebih mudah disimpan dan secara drastis memperbaiki penampilan kemasan produk.

Pada tahun 1985 Aqua memulai kompetisi dengan minuman ringan. Kompetisi ini ditandai saat Aqua mulai memperkenalkan kemasan 220 ml. kemasan ini sangat mendongkrak penjualan dan dalam waktu setahun Aqua bisa mencapai penjualan 42 juta liter dalam produk air kemasan.

Pages: 1 2


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: