Posted by: retarigan | November 25, 2015

ASPIRIN: AMPUHNYA SI OBAT AJAIB


Aspirin 01

Aspirin 01

Obat dengan merek dagang Aspirin mulai dikenal pada tahun 1897, saat Felix Hoffmann membuat komposis obat untuk meredakan beberapa jenis penyakit. Namun, sebenarnya bahan-bahan dasar pembuatan obat ini telah digunakan sejak sekitar 400 tahun Masehi oleh Hippocrates. Saat itu, Hippocrates telah berhasil membuat obat yang berkhasiat menyembuhkan sakit kepala, sakit badan, dan demam. Penemuan ini terus dikembangkan, terutama antara tahun 1829 dan 1953, oleh beberapa ahli kimia dari Jerman, Italia, serta Prancis. Namun, tak ada satu pun ahli kimia itu yang berusaha memasarkannya sampai penemuan ini disempurnakan oleh Felix Hoffman.

Awalnya obat ini dimaksudkan untuk mengobati ayahnya yang sakit radang sendi. Dia melakukan eksperimen dan penyempurnaan atas temuan-temuan ahli kimia sebelumnya. Setelah mengonsumsi obat selama beberapa waktu, Felix menemukan bahwa obat ini cukup manjur untuk penyakit ayahnya. Dia pun membawa temuannya ke Bayer, perusahaan tempat kerjanya saat itu, dan meyakinkan tim manajemen untuk memasarkan produk. Melihat peluang yang cukup besar, Bayer mulai memperkenalkan dan mendistribusikan produk ini ke kalangan medis.

Aspirin 02

Aspirin 02

Pasar memberikan respons positif sehingga Bayer mengembangkan produk dengan bentuk baru. Pada tahun 1900 Bayer memperkenalkan Aspirin dengan bentuk butiran yang dapat larut di air. Menariknya, ini obat pertama di pasaran yang dapat larut dalam cairan. Bisa dibilang itu menjadi salah satu terobosan di dunia terobosan di dunia farmasi. Pada tahun yang sama, tepatnya pada 27 Februari 1900, Bayer mematenkan Aspirin. Nama Aspirin sebenarnya akronim dari beberapa unsur bahan medis, yaitu “A” dari asetil klorida (unsur kimia), “spir” dari spiraeaul maria (nama jenis tanaman), dan “in” huruf pelengkap yang lazim digunakan sebagai nama obat di dunia medis.

Beberapa tahun sejak diluncurkan, obat ini terus dikonsumsi oleh masyarakat. Untuk memudahkan konsumsi, Bayer membuat obat dalam bentuk tablet dan memperbolehkan toko obat menjualnya tanpa resep dokter. Menariknya, obat ini berperan penting pada Perang Dunia I. Karena Bayer adalah perusahaan Jerman dan memihak Jerman, pihak sekutu mengalami kesulitan dalam mendapatkan Aspirin. Kesulitan ini membuat negara-negara sekutu menyadari bahwa Aspirin merupakan obat yang memiliki peranan penting dalam kehidupan konsumen, terlebih pada masa perang.

Aspirin 03

Aspirin 03

Pihak sekutu mencoba mengembangkan dan menemukan produk pengganti Aspirin. Sayangnya, tidak ada perusahaan yang berhasil mengeluarkan produk dengan kualitas dan khasiat yang sama. Negara sekutu begitu frustrasi hingga pemerintahnya menyelenggarakan sayembara dengan hadiah yang besar bagi pihak yang berhasil membuat obat serupa dengan Aspirin. Akhirnya, sebagaimana kita ketahui, pihak sekutu memenangkan Perang Dunia I. Sebagai salah satu syarat menghentikan perang, pihak sekutu memaksa Jerman dan Bayer menyerahkan hak paten Aspirin, yang tertuang di Perjanjian Versailles. Segera setelah perang, Aspirin menjadi produk obat paling laris di Amerika.

Pages: 1 2


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: