Posted by: retarigan | November 29, 2015

BENETTON: KEBERANIAN MENGELUARKAN IKLAN-IKLAN KONTROVERSIAL


Benetton 01

Benetton 01

Beriklan dengan tema atau sesuatu yang controversial memang sering kali berhasil menarik perhatian orang banyak. Iklan itu bahkan akan diingat oleh konsumen selama bertahun-tahun. Namun, tingkat kekontroversialan suatu iklan juga ada batasnya. Benetton Group, perusahaan pakaian dari Italia, adalah salah satu contohnya. Perusahaan ini pertama kali eksis ketika Luciano Benetton sebagai pendiri perusahaan mendapat inspirasi membuat merek pakaian sendiri setelah mengunjungi pasar setempat. Di pasar itu, Luciano melihat beberapa pakaian yang memiliki nuansa warna menarik dan menyedot minat cukup banyak orang.

Benetton 02

Benetton 02

Setelah bertahun-tahun menjadi tenaga penjual, ia berkeinginan mencoba memproduksi sendiri produk-produk pakaian. Sebagai modal awal, Luciano menjual sepeda adiknya demi membeli mesin jahit. Produk pertama yang diproduksi adalah sweter, yang coba dipasarkannya di pasar lokal. Ternyata produk ini cukup laris. Ia pun mengajak semua adiknya bergabung membangun perusahaan. Pada tahun 1965 resmilah group Benetton dibentuk di Italia.

Benetton 03

Benetton 03

Perusahaan memiliki bisnis inti di lini produk pakaian jadi, tapi juga melakukan diversifikasi produk seperti pakaian dalam, parfum, alat tulis, kacamata, dan tas. Namun, pemicu perkembangan usaha pada fase awal justru datang dari varian produk pertama yang dibuat Benetton, yaitu sweter. Pada tahun 1960-an, sweter dianggap sebagai produk yang sering dipakai orang dewasa, dengan harga relatif tinggi, dan pilihan warna terbatas. Benetton melihat kondisi itu dan mengeluarkan produk sweter dalam lima ukuran serta 36 pilihan warna.

Setelah dipasarkan secara luas, produk ini disambut baik oleh konsumen, terutama karena keberhasilannya meraih segmen pasar anak muda. Keberhasilan ini menjadi momentum pertama perusahaan meningkatkan kesadaran konsumen. Perusahaan terus berkembang, baik dalam hal cakupan wilayah pemasaran maupun varian produk.

Benetton 04

Benetton 04

Ada suatu fase ketika perusahaan melakukan gebrakan dalam program pemasaran untuk mendongkrak penjualan. Antara tahun 1988 sampai dengan 1993 perusahaan berhasil meningkatkan penjualan dua kali lipat, mencapai nilai 2,75 triliun lira. Pada tahun 1993 perusahaan berhasil meningkatkan penjualan sebanyak 10 persen dan pendapatan bersih sebesar 13 persen.

Namun, pada tahun 1994, penjualan perusahaan cenderung datar, laba operasional turun sebesar 5 persen, dan margin produk berkurang menjadi 13,9 persen pada periode 1991 sampai dengan 1993. Tingkat penjualan ini cukup mengejutkan, mengingat perusahaan telah membuka toko di China, Eropa Timur, dan India. Selain itu, perusahaan mengembangkan merek produk pada kategori baru, seperti alas kaki dan kosmetik. Untuk meningkatkan performa, Benetton memutuskan membuat produk iklan yang provokatif. “Iklan harus mengejutkan, kalau tidak masyarakat tidak akan mengingatnya,” ujar Vittorio Rava selaku manajer periklanan internasional Benetton.

Pages: 1 2


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: