Posted by: retarigan | December 1, 2015

IKEA: MODEL BISNIS YANG SULIT DITIRU


IKEA 01

IKEA 01

Untuk membuat terobosan dalam industri, kita bisa mencontoh IKEA sebagai contoh. Perusahaan ini didirikan di Swedia pada tahun 1943 oleh Ingvar Kamprad yang saat itu berusia 17 tahun. Modal awal pendirian didapatkan dari uang pemberian orangtuanya sebagai hadiah keberhasilan studinya. Nama IKEA diambil dari inisial nama pendiri (Ingvar Kamprad = IK) dan huruf pertama nama pertanian serta desa (Elmtaryd = E dan Agunnaryd = A) tempat Ingvar dibesarkan.

IKEA 02

IKEA 02

Saat itu merek-merek yang beredar di pasaran memiliki dua karakteristik: produk berkualitas baik dengan harga mahal serta produk murah dengan kualitas buruk. IKEA mampu menyediakan produk dengan kualitas relatif tinggi dan harga relatif murah. Tentu produk ini mendapat sambutan hangat dari konsumen. Namun, untuk menghadirkan produk seperti itu IKEA perlu memiliki konsep bisnis yang baik.

Untuk distribusi produk, IKEA membangun jaringan secara bertahap. Pada tahun 1947

IKEA 03

IKEA 03

pemesanan produk IKEA dilakukan via pos secara sederhana. Sejak tahun 1950-an Ingvar mulai menggunakan katalog untuk memperkenalkan produk kepada konsumen dan pemesanan via telepon. Metode inilah yang menjadi landasan bisnis IKEA selama bertahun-tahun kemudian.

Setelah usaha berkembang, IKEA membeli pabrik pertamanya dan showroom produk di Ălmhut pada tahun 1953. Pada tahun 1955 IKEA mulai mendesain produk sendiri. Hal itu memungkinkan perusahaan secara leluasa mengontrol kualitas produk dengan baik. Di dunia internasional IKEA dianggap sebagai perusahaan revolusioner di industri mebel, terutama dari segi manufaktur dan cara penjualan. Berbeda dengan perusahaan-perusahaan lain kala itu, IKEA memperkenalkan konsep baru berupa konsumen dapat memilih produk sendiri sendiri layaknya di toko swalayan, lalu merakit sendiri produknya di rumah.

IKEA 04

IKEA 04

Perusahaan membuat furnitur siap rakit dan menjualnya di toko yang berlokasi di wilayah pinggiran. Toko dibuat dalam ukuran besar agar dapat menyediakan banyak ragam produk dan tempat parkir bagi konsumen. Di dalam toko disediakan katalog sebagai pengganti tenaga penjual untuk menjelaskan produk. IKEA melakukan pengemasan dengan baik dan praktis, yang tidak hanya mengurangi biaya pengiriman dan penyimpanan, tapi juga memungkinkan pembeli mengambil sendiri barang dari toko dan membawanya pulang dengan mudah. Dengan sistem ini konsumen tak perlu lama menunggu pengiriman barang dari perusahaan.

Pages: 1 2


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: