Posted by: retarigan | December 2, 2015

RITZ-CARLTON: MEREDEFINISI ARTI PELAYANAN


The Ritz-Carlton 01

The Ritz-Carlton 01

Sejarah jaringan hotel ini bermula dari kota Boston dengan nama The Ritz-Carlton. Hotel ini menjadi standar untuk semua cabang di kota lain dalam hal pelayanan, penyajian makanan, dan fasilitas yang disediakan. Semua standar ini adalah hasil kerja keras César Ritz, seorang pengelola hotel paling tersohor pada masanya. Ia membuat terobosan dalam hal pelayanan dan inovasi, yang akhirnya meredefinisi konsep hotel mewah di seluruh dunia.

The Ritz-Carlton 02

The Ritz-Carlton 02

Ada beberapa hal yang dilakukan Ritz Carlton yang mendorong revolusi industri perhotelan Amerika Serikat, antara lain pengadaan kamar mandi untuk setiap kamar, penyediaan kain kecil untuk keperluan kebersihan, pemberlakuan berbagai seragam untuk berbagai fungsi dan waktu, pengadaan bunga asli untuk semua area publik, penyajian hidangan a la carte agar dapat menyediakan pilihan untuk santap malam, serta pengadaan ruang lobi kecil agar dapat membangun suasana yang lebih intim antar pengunjung.

The Ritz-Carlton 03

The Ritz-Carlton 03

Pada tahun 1918 César Ritz meninggal sehingga usaha pengembangan hotel diteruskan oleh istrinya. Marie-Louise Ritz, bekerja sama dengan seorang pengembang property, Edward N. Wyner. Edward diminta oleh Walikota Boston membangun hotel kelas dunia. Saat itu ia sedang membangun suatu apartemen, dan untuk memenuhi permintaan walikota Edward memutuskan, di tengah-tengah proses pembangunan apartemen tersebut, mengubahnya menjadi hotel. Untuk mewujudkan permintaan walikota itu, Edward memutuskan bekerja sama dengan Marie. Edward yakin yang paling tepat untuk mengelola hotel itu adalah Ritz Carlton karena Ritz Carlton dikenal oleh sebagian masyarakat Eropa dan sebagian besar penduduk Boston.

The Ritz-Carlton 04

The Ritz-Carlton 04

Saat itu hotel dirancang untuk memberikan kesan yang sangat formal. Berbagai peraturan dibuat oleh hotel untuk mempertahankan citra ini. Peraturan ini bahkan diberlakukan untuk tamu, yaitu mereka diwajibkan memakai pakaian formal ketika memasuki area hotel. Uniknya, para wanita tidak diperbolehkan menyantap hidangan di kafe hotel sendirian. Bahkan wanita tanpa pendamping tidak diperbolehkan memasuki bar hotel. Peraturan ini dipertahankan sampai sekitar tahun 1970.

Pages: 1 2


Responses

  1. pelanyanan yang ramah sangat membantu kepuasan konsumen


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: