Posted by: retarigan | December 3, 2015

STARBUCKS: BERALIANSI MEMBANGUN STRATEGI


Starbucks 01

Starbucks 01

Starbucks Coffee Company didirikan pada tahun 1971 dan membuka toko pertama di Pike Place Market, Seattle. Kini Starbucks adalah merek terkemuka dalam bidang ritel penjualan minuman kopi. Starbucks adalah salah satu ikon kesuksesan pada tahun 1990-an, dengan lebih dari 8 juta pengunjung setiap minggu. Merek perusahaan menjadi merek yang paling mudah dikenali oleh masyarakat global saat ini.

Ketika Howard Schultz masuk ke perusahaan pada awal tahun 1980-an sebagai direktur operasional ritel, Starbucks adalah perusahaan lokal dengan kualitas kopi yang baik. Semua kesuksesan Starbucks bermula dari visi Howard Schultz untuk pengembangan jaringan outlet. Howard dikenal sebagai orang yang menghindari sistem waralaba. Starbucks lebih suka melatih orang sendiri dan mengoperasikan semua toko sehingga kualitas setiap kopi yang disajikan benar-benar terjamin.

Starbucks 02

Starbucks 02

Dalam perjalanannya Starbucks selalu lebih banyak menghabiskan anggaran untuk pelatihan daripada iklan. Ia memiliki kepercayaan bahwa partner – istilah untuk pegawai Starbucks – akan membawa Starbucks melewati abad berikutnya. Starbucks menjadi simbol kebudayaan bermasyarakat modern dan menarik banyak pihak lain untuk menjalin kerja sama.

Starbucks tidak ingin membatasi diri berdasarkan lokasi, metode tradisional, atau kebijakan konvensional. Starbucks menjalin kerja sama dengan perusahaan lain untuk tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Aliansi merek membantu Starbucks dalam melakukan berbagai inovasi. Hubungan dengan mitra aliansi memungkinkan Starbucks mentransformasikan berbagai ide dalam pengembangan lini produk perusahaan secara konkret. Beberapa aliansi strategis dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya, pada bulan September 1998 Starbucks menjalin kerja sama jangka-panjang dengan Kraft Foods untuk mengakselerasi penetrasi Starbucks ke pasar swalayan.

Starbucks 03

Starbucks 03

Starbucks mencari rekan strategis yang dapat menguatkan merek perusahaan. Mereka hanya mengadakan kerja sama dengan merek-merek yang sesuai dan konsisten dengan reputasi Starbucks akan kualitas, kepemimpinan, dan karakter usaha. Selain itu, pihak-pihak yang beraliansi harus memiliki kemampuan dan visi yang sejalan dengan Starbucks. Ikatan aliansi yang kuat membuat Starbucks mampu berinovasi untuk mengembangkan berbagai produk dan layanan lebih baik lagi sehingga mempertajam keunggulan bersaing dan pada gilirannya mendorong pertumbuhan bisnis secara keseluruhan. Untuk itulah aliansi strategis memiliki peranan penting seiring dengan berjalannya bisnis.

Starbucks 04

Starbucks 04

Saat ini diperkirakan Starbucks telah berhasil mencapai penghasilan lebih dari US$10 miliar per tahun, melayani lebih dari 60 juta pengunjung per minggu, memiliki 16.000 toko di 54 negara, dan 200.000 tenaga kerja. Meskipun demikian, semua itu tidak menjadi satu-satunya penentu kesuksesan perusahaan bagi Howard Schultz. Menurutnya, perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang dapat menyeimbangkan profit dan dampak yang diberikan perusahaan dalam lingkup sosial. Howard memiliki anggapan tidak ada bisnis yang dapat bertahan dan berjalan dengan baik bila tidak dapat membina hubungan baik dengan semua stakeholder. Untuk itu Starbucks selalu berusaha menghargai dan menghormati semua stakeholder, mulai dari petani kopi, pelanggan, barista, rekan bisnis, sampai dengan para pesaing. Hal inilah yang menyebabkan banyak pihak bersedia menjalin aliansi dengan Starbucks.

Pages: 1 2


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: