Posted by: retarigan | December 5, 2015

BODY SHOP: KESADARAN “MEMBANGUN” DUNIA YANG LEBIH BAIK


The Body Shop 01

The Body Shop 01

Dunia kosmetik dan perawatan tubuh tidak dapat dilepaskan dari dunia wanita dalam kehidupan modern. Sudah sejak lama wanita selalu ingin mempercantik diri dengan berbagai produk kecantikan. Untuk menarik perhatian kaum wanita, para pemain kosmetik ini sering melakukan pendekatan persuasi dan memberikan sugesti bahwa produk yang mereka tawarkan dapat menjadi solusi bagi setiap wanita agar tampak lebih menarik. Namun, ada satu merek produk perawatan tubuh yang mengambil posisi berbeda di industri. Merek inilah yang kita kenal dengan nama Body Shop.

The Body Shop 02

The Body Shop 02

Perjalanan Body Shop dimulai dari tahun 1976, ketika sang pendiri Anita Roddick membuka toko kecil yang menjual produk perawatan tubuh dengan modal 4.000 poundsterling Inggris. Ide ini didapatkan sewaktu Anita menemukan toko di California yang menjual sabun dan losion dari bahan alami bernama Body Shop. Toko di Amerika ini didirikan untuk membantu kaum imigran yang kesulitan mencari pekerjaan. Anita tertarik dengan ide awal ini dan memutuskan membeli hak penamaan dari pendiri awal Body Shop.

The Body Shop 03

The Body Shop 03

Pada awalnya Anita mendirikan Body Shop agar dapat menopang perekonomian keluarga selama suaminya mengadakan perjalanan panjang dari Buenos Aires ke New York menggunakan kuda. Oleh karena itu, ia melakukan kegiatan operasional, desain toko, pengemasan produk, dan pendekatan pemasaran sehemat mungkin agar mendapat margin keuntungan yang cukup besar. Cat berwarna hijau gelap pada toko sebenarnya awalnya bertujuan menyembunyikan keretakan di

The Body Shop 04

The Body Shop 04

dinding, dan kemasan botol plastik pada awalnya adalah media penyimpanan urine yang dibeli dari rumah sakit lokal. Namun, ketika suatu saat kehabisan persediaan botol, Anita tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli persediaan lagi. Ketika itulah ia memutuskan menerapkan kebijakan refill botol yang berlaku sampai saat ini.

The Body Shop 05

The Body Shop 05

Seiring waktu, pertumbuhan Body Shop dinilai cukup signifikan. Setelah membangun fondasi yang kuat, sejak tahun 1980-an Body Shop melakukan pendekatan serius dalam upaya membangun lingkungan. Sebenarnya mereka bisa saja melakukan pola pembelian bahan baku seperti perusahaan pada umumnya, yaitu dengan biaya seefisien mungkin agar margin keuntungan dapat terjaga dengan baik. Meskipun demikian, Body Shop sedapat mungkin mencari bahan baku dari negara tertinggal dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat negara tersebut. Tentu saja biaya operasional menjadi lebih besar, tapi hal itu memberikan makna yang jauh lebih besar bagi perusahaan dalam upaya memberikan sesuatu yang lebih baik lagi. Bisnis Body Shop tidak terbatas memperjualbelikan produk perawatan tubuh, tapi berusaha membangun komunitas global dari bahan baku sampai dengan konsumen dalam semangat saling membantu dan memberikan solusi bagi semua stakeholder.

The Body Shop 06

The Body Shop 06

Untuk menjaga hubungan jangka panjang yang menguntungkan kedua belah pihak, Anita menerapkan kebijakan berdagang, bukan sekadar memberikan bantuan. Sudut pandang ini tentu memberikan dampak berbeda. Bila perusahaan menggunakan pola pikir memberikan bantuan atau bersifat filantropi, akan timbul ketergantungan pada kemampuan perusahaan menyumbang dana pada perekonomian. Namun, dengan pendekatan berdagang, masyarakat komunitas tertinggal akan ikut membantu Body Shop agar mengangkat perekonomian mereka. Tentu dengan karakter seperti ini keberlangsungan hubungan lebih sustainable.

The Body Shop 07

The Body Shop 07

Kebijakan perusahaan juga memengaruhi karyawan di segala fungsi. Body Shop selalu mengajak karyawan membangun lingkungan. Body Shop memperlakukan karyawan sebagai anggota keluarga sendiri dan aktif memberikan edukasi kepada semua pihak yang berhubungan dengan perusahaan agar membangun kehidupan yang lebih baik lagi. Dengan demikian, tenaga pemasar Body Shop pun memiliki diferensiasi unik dari tenaga penjual merek perawatan tubuh lain, yang biasanya banyak menonjolkan kecantikan dan keindahan bentuk tubuh.

The Body Shop 08

The Body Shop 08

Nilai yang ditawarkan Body Shop juga memberikan pengaruh pada konsumen. Nilai peduli akan lingkungan hidup ini memicu loyalitas dan komitmen konsumen yang sadar akan pentingnya keberlangsungan bumi yang mereka huni. Dengan melakukan pembelian produk Body Shop, sebagian konsumen merasa memiliki ikatan tersendiri yang tidak dapat tergantikan oleh merek lain. Mereka merasa menjadi bagian dari usaha memajukan lingkungan dan kehidupan masyarakat dunia ketiga. Bukan dengan semata memberikan donasi, tapi dengan membangun ekosistem yang dapat menjadi solusi berkelanjutan.

Referensi:

Sumber: Mussry Jacky, Darwin Waizly, dan Hardi Edwin. 2012. Kisah Klasik Pemasaran, ©PT Gramedia Pustaka Utama. p.50-53

–o0o–


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: