Posted by: retarigan | December 10, 2015

002 Sumbangan Sony untuk Dunia


Sony 011

Sony 011

Seiring dengan perjalanan waktu banyak pengalaman dan cerita yang kita temui. Pengalaman yang baik akan menjadi sumber motivasi sebagai pendorong menjadi lebih baik. Pengalaman yang buruk menjadi sumber pembelajaran dan perbaikan dari situasi saat ini. Dalam kesempatan ini, Marketeers membagikan  100 Classic Marketing Stories sebagai sumbangan kecil pada dunia bisnis saat ini. Inilah kumpulan dari 100 kasus pemasaran menarik yang pernah terjadi sepanjang masa.

Sony, merek yang sering kita dengar dalam keseharian kita terutama pada perangkat elektronik. Pada awalnya, Sony dibangun dari toko perbaikan radio, didirikan oleh Masuru Ikura dan Akio Morita setelah Perang Dunia II. Sony mulai terjun dalam produksi perangkat elektronik pada tahun 1957, yang dimulai dari produksi transistor radio ukuran saku. Sony sendiri diambil dari kata “sonus” yang artinya suara. Kemudian Sony mengembangkan transistor TV dan perekam suara dengan kaset. Pada tahun 1979, Sony berinovasi menciptakan alat baru portable dimana pendengar musik dimungkinkan mendengarkan musik kapan pun dimana pun. Perangkat ini salah satu legenda inovasi produk, alat ini yang akan sering kita sebut dengan nama walkman. Sony menjadi market leader di industri elektronik dan menjadi perusahaan Jepang pertama yang memperdagangkan sahamnya di bursa efek New York.

Sony 022

Sony 022

Pada tahun 1980, Sony mulai melakukan ekspansi ke industri media dengan membeli perusahaan rekaman Amerika (CBS dengan 22 juta dollar) dan studio film Hollywood (Columbia Pictures sebesar 4.9 juta dollar). Langkah strategis ini menjadikan Sony berpengaruh besar dalam industri hiburan.

Akio Morita menganggap marketing adalah salah satu aspek penting dalam perusahaan untuk meraih kesuksesan. Menurutnya, untuk dapat tumbuh berkembang, perusahaan setidaknya harus memiliki tiga jenis kreativitas: kreativitas untuk membuat pengembangan, kreativitas dalam perencanaan produk dan produksi, dan kreativitas pemasaran.

Namun kreativitas di sini tidak berarti hanya dengan membuat iklan yang bagus, namun juga mencoba menggali lebih dalam informasi mengenai konsumen. Contohnya, promosi untuk salah satu lini produknya yakni Sony PlayStation, Sony mencoba memasukkan unsur emosi ke dalam benak konsumen seperti kesenangan, penasaran, panik, atau intrik-intrik yang mengundang minat konsumen memerhatikan media promosi perusahaan.

Pemasaran Sony juga dikenal akan evaluasinya, mereka melibatkan pengukuran yang cermat akan efektivitas program pemasaran. Sony seringkali menggunakan iklan pada film bioskop sebagai media promosi. Untuk promosi Sony PlayStation saja, Sony beriklan di lebih dari 1.800 teater dan di lebih dari 8.000 layar bioskop. Bagi Sony, iklan di media film sangat efektif dan mereka telah melakukannya selama bertahun-tahun.

Sony juga mengembangkan jasa pelayanan pengukuran efektivitas marketing pada perusahaan lain. Produk ini disebut eBridge [TM] dimana memungkinkan pemasar menggunakan video, mengukur efektivitas program, dan mencari insight dari target audience.

Namun pada tahun-tahun belakangan, Sony berjuang keras dalam persaingan di berbagai lini produk, mereka berusaha untuk kembali menguasai pasar di beberapa pasar baik di Jepang maupun dunia. Langkah strategis Sony tahun 2011 telah dibahas pada artikel Mengintip Sony dan Metamorfosis Sony Mobile Communications

Artikel ini disadur dari Marketing Management 12th karangan Philip Kotler dan Kevin Lane Keller

Sumber: http://the-marketeers.com/archives/sumbangan-sony-untuk-dunia-2.html

Pages: 1 2 3


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: