Posted by: retarigan | December 10, 2015

COCA-COLA: MARI BELAJAR DARI KESALAHAN


Coca-cola 01

Coca-cola 01

Ada suatu kebijakan di Coca-Cola yang hampir menghancurkan reputasi perusahaan pada tahun 1980-an. Pada tanggal 23 April 1985 sejumlah petinggi Coca-Cola mengadakan konferensi pers di New York. Beberapa waktu sebelum konferensi pers dilangsungkan tersiar rumor bahwa Coca-Cola memutuskan menghentikan produk yang menjadi raja di industri minuman ringan saat itu. Hal ini menarik minat para pencari berita. Konon, 200 reporter, fotografer, dan juru kamera datang ke konferensi pers yang diadakan di Vivian Beaumont Theater dan ratusan peliput lain terhubung melalui jaringan satelit dari Los Angeles, Chicago, Houston, Atlanta, serta Toronto. Semua jurnalis ini berupaya mendapat konfirmasi mengenai rumor ini.

Coca Cola

Coca Cola

Pada hari konferensi pers, Roberto C. Goizueta, CEO Coca-Cola saat itu, mengumumkan bahwa perusahaan akan memperkenalkan Coca-Cola rasa baru yang jauh lebih baik dari versi sebelumnya yang telah ada di pasaran selama hampir 100 tahun. Goizueta menjelaskan bahwa perusahaan akan memakai formula rasa baru itu, yang telah diuji terhadap lebih dari 200.000 responden, mengindikasikan bahwa sebagian besar responden menyatakan menyukai formula baru tersebut. Saat itu para petinggi perusahaan menyatakan bahwa tim manajemen belum pernah seyakin ini dalam membuat keputusan.

Coca-cola 02

Coca-cola 02

Pada awal masa peluncurannya, Coca-Cola rasa baru atau “New Coke” terjual cukup baik di pasaran. Namun tidak lama kemudian, penjualan menurun drastic bersamaan dengan reaksi masyarakat yang sangat negatif. Coca-Cola menerima banyak sekali surat dan lebih dari 1.500 telepon dari konsumen yang kecewa setiap hari.

Coca-cola 03

Coca-cola 03

Gerakan yang menamakan diri “Old Cola Drinkers” melakukan protes dengan membagikan kaus dan mengancam mengajukan gugatan hukum kecuali formula Coca-Cola lama dikembalikan. Setelah bertahan selama tiga bulan, formula lama dipasarkan kembali dengan sebutan “Coca-Cola Classic”, dijual berdampingan dengan New Coke di rak-rak toko swalayan. Perusahaan tetap mempertahankan New Coke dengan harapan produk itu tetap laku. Pada akhir tahun itu juga, ternyata Classic mengalahkan penjualan New Coke di berbagai toko swalayan dengan perbandingan 2:1.

Coca-cola 04

Coca-cola 04

Keputusan manajemen untuk mengembalikan formula asli Coca-Cola berhasil menyelamatkan perusahaan dari bencana besar. Pada tanggal 11 Juli 1985 atau hanya kurang lebih tiga bulan sejak pernyataan peluncuran formula baru, Roberto C. Goizueta dan Donald R. Keogh selaku direktur Coca-Cola kembali mengadakan konferensi pers.

Coca-cola 05

Coca-cola 05

Berbeda dengan konferensi pers sebelumnya, dalam kesempatan kali ini perusahaan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Amerika Serikat akibat keputusan yang justru mengecewakan sangat banyak konsumen setia Coca-Cola. Perusahaan juga menyadari bila bersikukuh tetap menghilangkan formula lama, bisa jadi mereka kehilangan banyak sekali penjualan dan konsumen setia. Sebagai gambaran, saat itu Coca-Cola telah mendistribusikan produk ke lebih dari 155 negara dan diminum lebih dari 303 juta unit per hari.

Coca-cola 06

Coca-cola 06

Coke Classic dikembalikan sebagai merek utama perusahaan dan New Coke sebagai pendukung. New Coke diberi peran sebagai fighting brand untuk melawan Pepsi. Namun, New Coke hanya mampu menguasai dua persen pangsa pasar. Pada tahun 1990, perusahaan merancang ulang kemasan New Coke dan melakukan peluncuran kembali dengan nama Coke II. Saat itu, Coke Classic menguasai 20 persen pangsa pasar minuman ringan di Amerika Serikat, sementara Coke II hanya mampu meraih pangsa pasar sebesar 0,1 persen.

Pages: 1 2


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: