Posted by: retarigan | April 16, 2016

Menguasai Pasar Pendingin Udara


FENOMENA

Menguasai Pasar Pendingin Udara (1)

Achal Bakeri 01

Achal Bakeri 01

Achal Bakeri mengambil keputusan yang berbeda dengan sebagian besar anak yang lahir di keluarga kaya raya. Meski memiliki ayah yang berstatus pebisnis real estate, Achal bertekad bulat mewujudkan mimpinya di bisnis pendingin udara. Bermodal uang pinjaman sebesar US$ 1.500 dari sang ayah, Achal mendirikan perusahaan pendingin udara Symphony Limited pada 1988 silam. Keputusan Achal tak meleset. Saat ini, Symphony merupakan penguasa pasar pendingin udara dunia.

Berasal dari keluarga pengusaha belum tentu menentukan masa depan bisnis dari generasi sebelumnya. Bermimpi membangun kerajaan bisnis sendiri menjadi salah satu opsi yang bisa dipilih.

Jalan itu pula yang dipilih Achal Bakeri hingga tersohor sebagai salah satu miliarder dunia. Kendati berasal dari keluarga berkecukupan, Achal menolak untuk melanjutkan estafet bisnis yang diberikan sang ayah.

Ayah Achal adalah seorang pengusaha di bidang real estate. Tapi, alih-alih mengikuti jejak sang ayah, dia malah mendirikan usaha sendiri. Bisnis yang dipilih Achal pun unik dan sama sekali tak berhubungan dengan bisnis keluarganya.

Pilihan Achal jatuh ke bisnis pendingin udara. Saat ini, perusahaan pendingin udara bernama Symphony Limited merupakan penguasa pasar pendingin udara di pasar India.

Kendati tidak mengandalkan sang ayah, keadaan ekonomi keluarga yang berkecukupan memberi kemudahan bagi Achal untuk menuntut ilmu berkualitas.

Dia berhasil mengantongi gelar master jurusan bisnis (MBA) dari University of Southern California. Tidak cuma berbekal ilmu, Achal mewarisi insting bisnis tajam dan keberanian bertindak dari sang ayah.

Bermodal uang pinjaman sebesar US$ 1.500 dari sang ayah, Achal memberanikan diri membangun Symphony pada Februari 1988 silam di kota kelahirannya, Ahmedabad, India. Sama seperti pebisnis lain, perjalanan bisnis Achal dalam membangun kerajaan bisnis pendingin udara tak selalu berjalan lancar.

Kendati begitu, Achal memiliki keyakinan kuat terhadap masa depan bisnis pendingin udara. Hingga akhirnya bisnis Symphony menghasilkan buah yang matang dan siap dipetik.

Sebagai gambaran, hampir separuh dari pasar pendingin udara di India dikuasai oleh Achal. Sejumlah kompetitor semisal  Kenstar, Bajaj Electricals, dan Usha tetap tak mampu menggeser dominasi Symphony sejak puluhan tahun lalu.

Salah satu keunggulan Symphony ketimbang kompetitor, diantaranya adalah jajaran produk yang beragam. Pendingin udara pabrikan Symphony membidik semua segmen, mulai dari pasar rumah tangga, perkantoran, hingga sarana umum seperti bandara. Symphony merupakan penguasa pasar pendingin udara untuk keperluan rumah tangga. Hal ini bisa dilihat dari kontribusi sebesar 90% dari total penjualan pendingin udara.

Setelah lama berkuasa di dalam negeri, Symphony berhasil membuktikan diri mampu berlaga di kancah pasar pendingin udara global. Pasar ekspor menyumbang pertumbuhan bisnis Symphony.

Pada tahun fiskal 2015, penjualan mesin pendingin udara Symphony berkontribusi sebesar 19% terhadap total pendapatan. Saat ini, mesin pencetak duit Achal masih didominasi oleh penjualan produk pendingin udara atau mencapai 94,5%.

Sementara, sisanya disumbang oleh sejumlah produk elektronik lain yang dikembangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis. Tak heran, pertumbuhan bisnis Achal terus tumbuh tinggi meski ekonomi dunia tengah bergejolak.

Perbandingan saja, pada 2009 Symphony mencatatkan angka penjualan sebesar Rs 127 crore. Angka penjualan ini kemudian terus meningkat tiga kali lipat menjadi Rs 611 crore di 2015.

Laba bersih Symphony juga terdongkrak dari Rs 29 crore di tahun fiskal 2009 menjadi Rs 116 crore pada 2015. Dus, laju bisnis Symphony ini mengerek kekayaan pribadi Achal. Forbes menaksir, kekayaan pribadi pria 56 tahun ini menembus US$ 1,25 miliar per Maret 2016 atau terkaya ke-74 di India. (Bersambung)

Reporter Tendi Mahadi; Editor Tri Adi

Adopsi dari: http://internasional.kontan.co.id/news/achal-bakeri-kuasai-pasar-pendingin-udara-1

Pages: 1 2 3 4


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: