Posted by: retarigan | June 29, 2016

Miliarder yang Drop Out dari Stanford


INTERNASIONAL / FENOMENA

Miliarder yang Drop Out dari Stanford (1)

Richard Li 01

Richard Li 01

Menyandang status anak miliarder terkaya di Hong Kong tak serta merta membuat hidup Richard Li berjalan lancar tanpa hambatan. Richard tercatat tidak lulus (drop out) dari Stanford University. Tak lulus kuliah, Richard memutuskan pulang kampung dan mendirikan bisnis media di Hong Kong bernama Star TV di usia 20 tahunan. Sukses membesarkan Star TV dan menjualnya ke tangan Rupert Murdoch. Richard kemudian membangun perusahaan investasi Pacific Century.

Terlahir di keluarga miliarder menjadi jalur paling cepat untuk masuk daftar jutawan dunia. Tapi, bukan berarti nama besar keluarga membuat hidup bebas hambatan ibarat berada di jalan tol.     

Demikian juga yang dialami Richard Li Tzar Kai. Dia adalah pengusaha asal Hong Kong sekaligus anak bungsu taipan Li Ka-Shing dan Chang Yuet-Ming.

Ka-Shing merupakan konglomerat pemilik CK Hutchison Holdings dan orang terkaya di Hong Kong. Melalui Hutchison, Ka-Shing menggarap bisnis di berbagai sektor meliputi properti, pelabuhan, listrik, supermarket, dan sebagainya yang tersebar di 52 negara.

Richard lahir pada 8 November 1966 silam. Hitungan Forbes, kekayaannya mencapai US$ 4,7 miliar per Juni 2016. Menyandang status anak miliarder menjadi salah satu sumber pundi-pundi kekayaan Richard.

http://internasional.kontan.co.id/news/miliarder-yang-drop-out-dari-stanford-1

Meski tak sulit baginya untuk berada di jajaran orang terkaya Asia, namun sang ayah mendidiknya bekerja keras dan mandiri. Richard pertama kali masuk daftar miliarder dunia pada 2010.

Kala itu, namanya berada di urutan ke-26 orang terkaya di Hong Kong dengan harta kekayaan bersih mencapai US$ 1,3 miliar. Di saat yang bersamaan, namanya juga terukir dalam daftar miliuner dunia di nomor urut 773.

Lelaki berusia 49 tahun ini tidak serta merta kejatuhan durian runtuh. Masa remajanya penuh lika-liku kehidupan. Li pernah mengecap pendidikan di St. Paulus, Hong Kong.

Menginjak usia ke-13 tahun, Richard keluar dan pindah ke Menlo School di Atherton, California. Kemudian, ia menekuni teknik komputer di Standford University.

Sayangnya, ia tidak menuntaskan pendidikannya di Standford. Drop out dari Standford, Richard pertama kali menjajal peruntungan pada industri media.

Bungsu dari dua bersaudara ini masuk industri media dan teknologi pada 1990. Kala itu usianya masih sangat muda, yakni 20 tahun. Richard berambisi untuk mengembangkan bisnis hiburan. Racikan bisnis perdananya adalah Star TV, layanan kabel TV satelit pertama di Asia pada tahun 1993.

Sukses membangun Star TV , Richars kemudian menjual Star kepada Rupert Murdoch News Corp. Duit hasil penjualan dia gunakan untuk mendirikan Pacific Century Group, perusahaan investasi di Hong Kong

Sepak terjang Richard berawal dari kesuksesannya mengantarkan PCCW Limited, anak usaha Pacific Century. Di tangan Richard, PCCW berkembang menjadi penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Hong Kong.

PCCW juga diakui sebagai inovator terkemuka dalam bidang teknologi dan komunikasi. PCCW tercatat sebagai perusahaan yang meluncurkan layanan pertama internet protocol television (IPTV) pada tahun 2003.

Saat ini, PCCW menguasai seperlima dari total market share IPTV di seluruh dunia. Tiga tahun setelah meluncurkan IPTV, PCCW kembali membuat gebrakan dengan menghadirkan layanan 3G di Hong Kong.

Selain pintar melihat peluang, Richard juga mengembangkan kemampuan membangun jaringan dengan pemerintah Hong Kong. Melalui PCCW, ia membantu meningkatkan kesadaran akan peran teknologi dalam memajukan perekonomian Hong Kong melalui penciptaan Cyberport. Ini merupakan kerjasama antara PCCW dengan pemerintah, perguruan tinggi dan sektor korporasi dalam mempromosikan pengembangan dan penerapan IT di Hong Kong.

Belakangan, PCCW juga membidani kelahiran puluhan bisnis rintisan (start up) berbasis teknologi dengan investasi mencapai US$ 170 juta. Selain berbisnis media dan telekomunikasi, Richard juga menggarap bisnis investasi.

Reporter Dina Farisah; Editor Tri Adi

FENOMENA: RICHARD LI

Adopsi dari: http://internasional.kontan.co.id/news/miliarder-yang-drop-out-dari-stanford-1?page=2

Pages: 1 2 3 4 5


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: