Posted by: retarigan | October 16, 2016

Konglomerat dari Bisnis Sabun Rumahan


INTERNASIONAL / FENOMENA

Konglomerat dari Bisnis Sabun Rumahan (1)

Karsanbhai Patel 01

Karsanbhai Patel 01

Ketekunan menghasilkan buah yang matang bagi Karsanbhai Patel. Terlahir sebagai anak petani miskin, Karsanbhai kini bisa mengecap manisnya buah kerja keras. Miliarder produk consumer good di India ini memiliki harta senilai US$ 2,2 miliar. Tumpukan kekayaan ini berawal dari ketekunan menciptakan formula detergen di belakang rumah. Setelah berhasil memproduksi detergen rumahan, Karsanbhai menjualnya dengan sepeda dari pintu ke pintu.

Jumlah penduduk yang lebih dari 1,3 miliar menjadikan India sebagai salah satu tempat ideal untuk menjadi kaya raya. Bermodal kerja keras dan kejelian membidik segmen pasar, Karsanbhai Patel tersohor menjadi salah satu miliarder penguasa pasar produk rumah tangga di India.

Kendati terlahir di keluarga petani miskin laiknya penduduk India kebanyakan, jalan hidup Karsanbhai berubah total berkat kegigihan membangun bisnis. Karsanbhai merupakan pemilik perusahaan fast moving consumer goods lewat bendera Nirma Group.

Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, Karsanbhai dengan cermat memilih dengan tepat segmen pasar yang dia bidik. Sejak awal mula berbisnis, ia tetap membidik segmen pasar masyarakat menengah bawah sebagai ladang usahanya.

Berpuluh-puluh tahun dilalui, ia pun masih setia menjadikan segmen tersebut sebagai sasaran dalam menjual berbagai produk keperluan rumah tangga. Membidik segmen bawah, Karsanbhai memakai strategi harga jual produk yang murah meriah.

Dengan jalan ini, Nirma berhasil memenangkan persaingan. Dengan pangsa pasar yang besar, Karsanbhai memenuhi berbagai kebutuhan dan selera miliaran penduduk India melalui diversifikasi produk yang mencapai puluhan.

http://internasional.kontan.co.id/news/konglomerat-dari-bisnis-sabun-rumahan-2

Di pasar sabun mandi, misalnya,  penetrasi produk pabrikan Nirma mencapai 90% di India. Lengkapnya jajaran produk sabun mandi Nirma pun diperkuat dengan jaringan distribusi yang luas. Produk sabun mandi Nirma sudah dijual di lebih dari dua juta gerai di India. Sejatinya, nama Karsanbhai tenar karena produk detergen.  

Semua berawal pada 1969 silam. Kala itu, Karsanbhai yang lulusan sarjana kimia memulai uji coba  pembuatan detergen di tanah kosong belakang rumahnya.  

Detergen hasil produksi rumahan itu kemudian dijual Karsanbhai dari pintu ke pintu dengan sepeda. Detergen buatan Karsanbhai diberikan label Nirma yang merupakan nama putrinya yang sudah tutup usia.  

Tak disangka, detergen Nirma laris manis di pasar. Detergen racikan Karsanbhai bahkan berhasil menggeser popularitas sabun cuci merek global pabrikan Unilever dan Procter & Gamble.

Mengutip http://www.financialexpress.com, menyasar pasar menengah bawah, Karsanbhai membanderol detergen Nirma seharga Rs 3 per kilogram (kg). Di saat yang sama, harga detergen saat itu bermerek Surf, dijual seharga Rs 13 per kg.

Puncak kejayaan detergen Nirma terjadi mulai tahun 1990-an. Kala itu, popularitas Nirma terdengar ke seluruh pelosok India lantaran gencarnya iklan dan jingle yang menarik perhatian.

Hingga saat ini, produk detergen dan sabun mandi merupakan mesin pencetak duit bagi Karsanbhai hingga menjadi konglomerat. Asal tahu saja, dia menguasai 20% pangsa pasar sabun mandi di India. Sementara, di segmen detergen, Nirma menggenggam 38% pangsa pasar.

Seiring berjalannya waktu, lini bisnis Karsanbhai terus meluas. Selain detergen dan sabun mandi, Nirma Group memproduksi garam dapur dan sabun pencuci piring. Untuk memperkuat kerajaan bisnisnya, Karsanbhai pun menggarap bisnis hulu dengan mendirikan pabrik kimia yang memproduksi bahan dasar detergen hingga sabun.

Aksi terakhir Nirma Group demi memperlebar skala bisnis yakni masuk ke bisnis semen. Secara tak terduga, Nirma membeli saham semen asal Prancis, Lafarge yang beroperasi di India senilai US$ 1,4 miliar pada Juli 2016. Forbes mencatat, pria 72 tahun ini kini menduduki peringkat ke-52 sebagai orang terkaya di India dengan harta US$ 2,2 miliar.

Reporter Tendi Mahadi; Editor Tri Adi

FENOMENA: KARSANBHAI PATEL

Adopted from: http://internasional.kontan.co.id/news/konglomerat-dari-bisnis-sabun-rumahan-2?page=2

Pages: 1 2 3 4


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: